Buscar

Cara Cepat Hamil & Tips Hamil
Rezeki dari SMS
Showing posts with label Resensi Buku. Show all posts
Showing posts with label Resensi Buku. Show all posts

Jun 8, 2008

Resensi Buku Agatha Cristie :: Death Comes As the End :: Ketika Sang Pemicu Kejahatan Tiba


Hori Berkata:

“Kau tak mengerti Renisenb. Ada kejahatan yang datangnya dari luar, yang menyerang dengan terang-terangan sehingga bisa dilihat oleh seluruh dunia. Tapi ada pula kebusukan macam lain, yang berkembang dari dalam dan tidak kelihatan tanda-tandanya dari luar. Kebusukan itu tumbuh perlahan-lahan, dari hari ke hari sehingga akhirnya seluruh buah itu menjadi busuk, termakan oleh penyakit itu“.

Renisenb menatapnya. Hori berbicara seperti orang linglung, seolah-olah dia tidak sedang berbicara dengan Renisenb, melainkan sedang mereniung sendiri.

hal. 26

^_^



Serangkaian pembunuhan yang terjadi dalam keluarga Imhotep bukan datang dari aktor luar. Melainkan terjadi akibat munculnya seorang pemicu, yaitu Nofrat. Istri baru Imhotep yang sangat cantik itu telah membangkitkan sifat-sifat jahat yang sudah sejak lama tumbuh dalam diri angggota-anggota keluarga Imhotep. Begitu Nofrat muncul dengan segala kepongahan dan kesewenang-wenangannya, sifat-sifat jahat anggota keluarga lain bermunculan dan puncaknya adalah sederetan tindakan pembunuhan.

Death Comes As the End adalah novel misteri Agatha Christie yang mengambil setting jaman Mesir kuno, empat ribu tahun silam. Christie mengambil lokasi kejadian di tebing barat Sungai Nil di Thebes. Berkisah tentang keluarga seorang Pendeta Ka. Misa Ka adalah sebuah acara harian penting dalam kebudayan Mesir Kuno. Pendeta Ka bertugas memelihara makam dan menyampaikan persembahan di hari raya-hari raya tertentu sepanjang tahun. Sebagai imbalannya pemilik makam memberinya kekayaan.

Novel diawali dengan cerita tentang Renisenb, seorang perempuan muda yang kembali ke rumah ayahnya setelah 8 tahun menikah. Suaminya meninggal dan Renisenb memutuskan untuk membawa anaknya yang berusia 4 tahun kembali ke rumah ayahnya.

Ayahnya bernama Imhotep— seorang Pendeta Ka. Berkat kedudukan sebagai Pendeta Ka, Imhotep memperoleh hak atas tanah yang dipergunakannya untuk mengusahakan pertanian, ternak dan kayu. Kedudukan sampingan sebagai pengusaha telah membuat Imhotep kaya raya dan sering berpergian untuk menjalankan bisnisnya.

Segalanya berjalan normal seolah damai dan tentram sampai datangnya Nofrat, istri baru Imhotep yang telah lama menduda. Istri cantik berusia 19 tahun itu dengan cepat merebut hati Imhotep dan mendorong orang tua itu untuk menunjukkan kekuasaannya pada anak-anaknya. Selir itu sukses memicu konflik di keluarga Imhotep.

Nofrat juga sukses memancing seorang menantu Imhotep menyakiti dirinya saat Imhotep pergi, sehingga meledaklah amarah Imhotep. Dari tempat jauh Sang Pendeta Ka menulis surat pengusiran kepada sejumlah anak-anaknya.

Setelah kedatangan surat pengusiran dari Imhotep, mulailah terjadi tragedi. Mula-mula Nofrat ditemukan terkapar dengan tulang-tulang remuk di dekat bukit. Kemudian kematian-kematian berikutnya terjadi setelah Imhotep pulang. Kematian yang menimbulkan teka-teki di antara anggota keluarga. Belakangan berubah menjadi saling mencurigai. Ditambah lagi ada seorang pelayan yang mengaku melihat Nofrat masih hidup.

^_^

Tokoh-tokoh utama pada novel ini adalah

Renisenb
Seorang perempuan muda beranak satu yang baru saja ditinggal mati suaminya. Renisenb kembali ke rumah orang tuanya, Imhotep si pendeta Ka. Perempuan cantik ini berhati tulus, berwatak kembut dan suka menolong. Renisenb kecewa saat uluran perahabatan darinya ditolak oleh Nofrat. Perempuan berwajah menawan ini juga diliputi keraguan antara memilih Hori atau Kameni sebagai suami barunya.

Imhotep
Pendeta Ka yang kaya raya berkat bisnis-bisnisnya yang berjalan sukses. Imhotep memiliki 3 orang anak yaitu Yahmose, Sobek dan Ipy. Imhotep masih enggan menyerahkan secara penuh bisnis-bisnisnya pada anak-anaknya. Dia lebih suka menanganinya sendiri.

Yahmose
Seorang laki-laki yang sangat hati-hati & penurut yang menjadi tangan kanan Imhotep. Yahmose sangat patuh pada ayahnya dan tidak pernah membantah semua perintahnya. Laki-laki ini sangat menderita akibat ejekan-ejekan istrinya yang menyebut Yahmose kurang jantan dan terlalu berhati-hati.

Satipy
Istri Yahmose. Seorang perempuan yang kuat dan keras. Berlawanan dengan Yahmose, Satipy tidak segan-segan berkonflik dengan anggota keluarga lain. Satipy juga suka mengejek suaminya sebagai seorang yang kurang jantan dan bila berhadapan dengan ayahnya tak ubahnya seekor kerbau yang dicocok hidungnya.


Ipy

Anak bungsu Imhotep yang cerdas, tampan dan sangat percaya diri. Ipy seringkali menyebut kakak-kakaknya sebagai orang-orang bodoh di dalam keluarga. Ipy yang gemar bersenang-senang ini juga menganggap ayahnya bodoh, hanya neneknya yang bernama Esa yang dianggapnya setara dengan dirinya. Ipy kerap kali uring-uringan karena diperlakukan seperti anak kecil oleh ayahnya. Ipy ingin ayahnya memberinya wewenang yang lebih besar.

Hemet

Perempuan tua teman Ibu Renisenb, walaupun sebenarnya dia memusuhi Ibu Renisenb. Hemet terkenal sebagai biang gosip yang suka beredar di kalangan keluarga Imhotep. Dia juga berusaha keras dekat dengan Imhotep dengan menunjukkan kesetiaannya secara berlebihan.

Nofrat

Perempuan muda yang cerdas dan cantik jelita yang baru saja diperistri oleh Imhotep. Nofrat adalah seorang yang sangat angkuh dan terang-terangan berusaha memonopoli Imhotep.

Kameni

Pada jaman itu tidak semua orang bisa menulis dan Imhotep membutuhkan seorang juru tulis untuk mencatat bisnis-bisnisnya. Kameni adalah juru tulis baru yang didatangkan dari utara, sama dengan daerah asal Nofrat. Kameni bekerja dengan cakap dan dipercaya oleh Imhotep. Disamping tampan, anak muda ini juga pandai melantunkan lag-lagu cinta yang indah. Diam-diam Kameni menyukai Renisenb, satu hal yang membuat Nofrat membenci Renisenb.

Hori

Juru tulis keluarga, dan manajer andalan Imhotep. Hori telah mengabdi sejak Renisenb masih kecil dan merupakan tempat Renisenb mengadu. Hori cerdas dan bijaksana, pemikiran-pemiirannya tajam dan dapat mengenali perubahan-perubahan dalam keluarga Imhotep.

Esa

Esa adalah seorang perempuan tua yang cerdas dan bijaksana. Ibu Imhotep ini memiliki kepekaan yang membuatnya dapat menangkap sifat-sifat asli manusia di dalam keluarga Imhotep. Bersama Renisenb dan Hori, Esa berusaha keras membongkar aktor di balik sederetan pembunuhan.

Undil

Ksatria rupawan inilah yang telah membuat sinopsis novel Agatha Chistie ini :P

Agatha Christie, 2002, Death Comes As the End (diterjemahkan oleh Suwarni A.S), Gramedia Pustaka Utama, Jakarta (272 halaman).

sumber gambar: books.rediff

Jul 20, 2007

Selesai Baca Musashi

Mulai baca sekitar seminggu yang lalu, akhirnya malam tadi aku selesai baca Musashi. Lumayan cepat-lah untuk novel setebal 1200an halaman. (Hiks! sayangnya bukan buku mikrobiologi, GMP atau imunologi setebal itu yang selesai kubaca dalam seminggu). Musashi bercerita tentang seorang samurai muda yang berlatih keras untuk menguasai ilmu pedang, belajar menahan diri dan mencari jalan hidup seorang samurai sejati. Novel menarik karya Eiji Yoshikawa ini bercerita tentang perkembangan karakter seorang ronin (samurai pengembara tak bertuan) menuju kematangan karakter.

Novel dari pengarang yang sama yang telah kubaca adalah Taiko, yang bercerita tentang kehidupan Toyotomi Hideyoshi. Seorang ahli strategi yang bersama Oda Nobunaga dan Ieyasu Tokugawa menjadi tokoh yang mempersatukan Jepang. Bila Musashi berisi cerita tentang samurai kelas bawah menjalani hidup sehari-hari di masa awal kekuasaan keluarga Tokugawa, Taiko bercerita tentang peran seorang rakyat jelata yang menjelma menjadi tokoh besar Toyotomi Hideyoshi yang berjasa besar dalam mempersatukan Jepang yang sebelumya terpecah-pecah dalam daerah-daerah terpisah yang dikuasai para Daimyo (semacam penguasa militer lokal). Hideyoshi adalah seorang ahli ilmu jiwa manusia yang menerapkan keahliannya dalam memenangkan perang dan mempersatukan Jepang. Sementara Musashi lebih sederhana, hidupnya dimanfaatkan untuk menyentuh kehidupan orang-orang di sekitarnya. Walaupun mungkin kebesaran karakter Musashi mempengaruhi orang-orang diseluruh penjuru Jepang.







Jul 7, 2007

Please Don't Just Do What I Tell Ya

Saya melakukan beberapa pekerjaan menarik
semasa remaja dan kuliah. Diantaranya menjadi
kasir di sebuah jaringan toko.

Suatu ketika pada saat saya
duduk di belakang meja kasir, seorang manajer
wilayah datang, setelah melihat-lihat keadaan
toko, dia memberi isyarat pada saya untuk
mengikutinya.

Apa yg dilakukan manajer?

Ternyata si manajer mengisi tempat
barang-barang dagangan yang kosong karena telah terjual
dengan barang baru dari tempat persediaan.

Kemudian dia membersihkan counter makanan dan
memisahkan barang-barang yang sudah rusak,
dan sepertinya dia ingin saya mengikuti
apa yang telah dia lakukan.

Wow! Betapa kagetnya saya!
Sesuatu yang tak terpikir untuk saya kerjakan.
Sesuatu yang saya pikir bukan bagian dari tugas saya.
Selama ini saya cuek saja melihat ketidakberesan itu.

Hiks!
Saya adalah minimalis yang bekerja ala kadarnya
Saya telah menyia-nyiakan potensi saya.
Huuuuuuu.....seharusnya saya bisa memberi lebih banyak!

Hari itu saya dapatkan pelajaran sangat berharga.
Bahwa saya seharusnya melakukan hal-hal
yang perlu dilakukan, tanpa menunggu perintah.
Bahwa saya seharusnya aktif menyelesaikan masalah
di lingkungan kerja saya, tanpa harus disuruh-suruh!

Peristiwa itu telah merubah saya!
Saya bukan lagi sekedar seorang penonton
Saya harus menjadi seorang yang bertanggung-jawab
terhadap pengalaman kerja saya sendiri.

^_^

Kisah diatas kurang lebih menggambarkan inti dari buku

PLEASE DON'T JUST DO WHAT I TELL YOU,
DO WHAT YOU NEEDS TO BE DONE,

Sebuah buku tipis bersampul oranye,
hanya 95 halaman,
ditulis oleh si Bob Nelson
yang di Indonesia diterbitkan
oleh Elekmedia Komputindo 2003.

Jun 17, 2007

Rahasia Embusan Angin, Belle Prater’s Boy

Kepedihan ada bukan untuk dihindari.

Jangan lari karena dia akan menghantui.
Biarkan dia datang, seperti datangnya
gelap malam setelah terangnya siang.
Kepedihan ada untuk dihadapi,
dengan jiwa jantan dan besar hati.

^_^



Seorang perempuan yang sangat piawai bermain piano selalu iri dan ingin seperti kakaknya yang rupawan. Dia tidak pernah melihat bahwa kakaknya sama sekali tidak bisa bermain piano. Yang ada dalam benaknya adalah menjadi secantik kakaknya. Pergi ke sebuah tempat dimana dia berubah menjadi secantik bidadari. Pergi jauh meninggalkan keluarganya untuk sebuah impian. Pergi jauh meninggalkan anaknya untuk sebuah keinginan. Pergi jauh dan tak akan kembali.

Seorang laki-laki yang gagah dan tampan memiliki istri yang paling cantik di kota. Laki-laki gagah yang sayangnya tidak memiliki hati segagah tubuhnya. Sebuah kecelakaan yang membakar wajahnya telah membuat dia mengurung diri di rumah. Tak ada yang diinginkannya selain wajahnya pulih seperti semula. Ketampanan adalah segalanya baginya. Kepedihan akibat berkurangnya ketampanan telah menghancurkan dirinya. Tidak pernah dipikirkannya bahwa dia memiliki istri yang paling cantik dan juga anak yang mau menerima dirinya. Ketampanan adalah satu-satunya impiannya. Lelaki itu tidak sanggup menghadapi kepedihan.

^_^

Sekitar pukul lima pada Minggu pagi yang hangat Bibi Belle meninggalkan tempat tidurnya dan menghilang dari muka bumi. Semua orang di Coal Station, Virginia memiliki teori tentang apa yang sebenarnya terjadi pada Bibi Belle. Kesempatan untuk mengetahui kisah yang sebenarnya datang bagi Gypsy ketika saudara sepupunya Woodrow -- yang juga anak tunggal Bibi Belle -- pindah ke rumah kakek yang terletak di samping rumah Gypsy. Woodrow sengaja diajak pindah oleh kakek dan neneknya setelah melihat sepeninggal Belle, ayah Woodrow sering mabuk. Sebuah lingkungan yang tidak baik buat perkembangan seorang anak.

Satu hal yang sangat mengherankan Gypsy adalah Woodrow tidak gelisah karena kehilangan ibunya. Anak itu tenang-tenang saja seolah-olah tahu bahwa Ibunya baik-baik saja. Padahal Gypsy sendiri tidak bisa melupakan kematian ayahnya – yang membuatnya kini hidup dengan seorang ayah tiri. Seorang ayah tiri yang baik namun belum bisa diterima Gypsy sebagai ayah barunya.

Gypsy adalah seorang anak perempuan menawan dengan rambut panjang keemasan. Satu hal yang sangat menjengkelkan bagi anak periang itu adalah rambut panjang-nya mengharuskannya dirinya merawat dengan hati-hati dan rumit. Dua kali seminggu dia harus mencuci rambutnya dan akan memakan waktu lama untuk mengeringkannya. Ibunya selalu menolak untuk memotong rambut, karena menurut si Ibu, membiarkan rambut Gypsy panjang dan menawan adalah pesan mendiang ayah Gypsy. Namun anak itu menganggap dirinya seperti tenggelam dalam bayang-bayang rambutnya yang selalu dikagumi orang-orang di sekitarnya.

Woodrow adalah seorang anak-laki-laki dengan baju kedodoran dan topi kebesaran. Mata Woodrow yang mengalami kelainan kadang menjadi bahan ejekan. Namun Woodrow adalah seorang anak yang positif dan pandai bercerita. Kehilangan Ibunya juga bukan merupakan hal yang terlalu buruk bagi dirinya. Bagian buruknya justru dari pertanyaan-pertanyaan dari orang-orang yang ingin tahu kisah tentang kepergian Ibunya. Woodrow juga cukup tabah menerima keberadaan dirinya yang tidak semenawan Gypsy. Kedua saudara sepupu itu berteman baik, dan bersama menjalani kehidupan sekolah & keseharian di kota kecil dekat area pertambangan batubara.

Woodrow gemar menceritakan satu puisi favorit ibunya. Puisi Jalalaudin Rumi ini ditafsirkan sebagai penggambaran peralihan antara dua tempat. Antara masa kanak-kanak dan dewasa. Antara musim panas dan musim dingin. Antara pergantian hari. Juga saat jernih antara tidur dan terjaga. Menurut Woodrow Ibunya tergila-gila dan ingin pergi ke tempat peralihan tersebut. Sebenarnya Ibu Woodrow yang ingin secantik kakaknya – yaitu Ibu Gypsy – ingin pergi ke tempat dimana keinginannya akan terkabul. Sebuah tempat yang menjanjikan Bibi Belle mendapatkan sesuatu yang benar-benar dia inginkan – yaitu kecantikan—bila dia memintanya.

Embusan angin di waktu fajar akan menceritakan rahasia kepadamu
Janganlah tidur kembali
Mintalah apa yang sungguh-sungguh kau inginkan
Janganlah tidur kembali
Orang-orang pergi dan kembali melalui ambang pintu
tempat dua dunia bersinggungan
Pintu itu terbuka lebar
Janganlah tidur kembali

Jalaluddin Rumi, abad ketiga belas.

^_^

Perlahan-lahan Gypsy berhasil mengorek keterangan tentang kepergian Bibi Belle dari Woodrow. Anak itu banyak bercerita tentang Ibunya, juga tentang keinginan Ibunya untuk menjajaki operasi mata Woodrow. Satu-demi satu kartu terbuka. Kebenaran tentang perseteruan Ibu Gyspy dengan adiknya, yaitu Bibi Belle mulai terkuak.


Gypsy mendapati kenyataan bahwa Ayahnya adalah bekas pacar Bibi Belle yang kemudian beralih menjadi suami Ibunya –- karena kecantikan si kakak telah memikatnya. Sebuah kenyataan pahit yang membuat Bibi Belle pergi meninggalkan rumah dan kawin dengan laki-laki pertama yang mau menerima dirinya. Jadilah Bibi Belle kawin dengan seorang laki-laki pekerja tambang yang kemudian melahirkan Woodrow.

Cerita mencapai puncaknya ketika misteri kematian ayah Gypsy terkuak. Sebuah kenyataan pahit yang bertahun-tahun tak pernah dapat diterima oleh Gypsy dan juga orang-orang sekitarnya menghindari untuk membicarakan hal itu pada Gypsy. Kabur dari kenyataan pedih yang justru kemudian muncul dalam bentuk mimpi-mimpi buruk yang sering dialami Gypsy.

^_^

Pada akhirnya kedua anak itu berani menghadapi kenyataan. Bibi Belle telah sengaja meninggalkan Woodrow, seperti halnya ayah Gypsy pergi meninggalkan gadis itu. Kepergian mereka bukan karena mereka tidak mencintai anak-anaknya. Tetapi karena mereka tidak tahan menderita. Tidak cukup tabah untuk menghadapi kepedihan. Derita mereka lebih besar daripada cinta mereka.

Novel yang dapat disebut tipis ini memiliki gaya bahasa yang mudah dicerna. Cara penulis menguak satu-persatu misteri dibalik hilangnya Bibi Belle juga sangat menarik, seolah-olah kita menjadi detektif yang memecahkan sebuah kasus dengan bukti-bukti yang muncul berurutan. Penceritaan dengan gaya “aku” dan tokoh yang bertutur dalam cerita adalah Gypsy, membuat pembaca akan dibawa melihat kehidupan sehari-hari di sebuah kota kecil di dekat area petambangan batubara dari kacamata seorang gadis kecil. Dengarlah komentar salah seorang pembaca yang tercantum di sampul belakang novel ini “Kamu akan suka Rahasia Embusan Angin. Kamu nggak bakal mau meletakkan buku ini sebelum selesai membacanya”. (undil-juni 07)

Judul Buku : Rahasia Embusan Angin (judul asli: Belle Prater’s Boy)
Penulis : Ruth White
Tebal buku : 206 hal
Penerbit : Kaifa, 2003



May 26, 2007

Covey dan Ketulusan Hati

Siapa sebenarnya diri-ku terdengar begitu keras
Sehingga kata-kataku tidak terdengar lagi

^_^

Setidaknya ada dua pendapat Covey tentang ilmu jiwa manusia yang sangat berkesan bagi saya. Pertama adalah tentang kebiasaan ketulusan hati (win-win solution) dan yang kedua adalah tentang kebiasaan proaktif.

Tentang ketulusan, Covey mampu dengan jernih menjelaskan peran filosofi dibalik perilaku manusia. Buat Covey — dalam hal hubungan antar manusia — masalah teknik adalah soal nomor dua. Faktor terpenting adalah sifat-sifat asli seseorang dibalik teknik yang dia gunakan. Bahkan teknik-teknik seperti teknik bergaul dianggap akan mengalir dengan sendirinya secara alamiah sebagai perwujudan dari karakter dasar seseorang yang menjadi mata airnya.

Misalnya saat bicara tentang pertemanan — Stephen R Covey si pencetus The 7 Habits of Highly Effective People — tidak akan berbicara tentang teknik mendapatkan teman ataupun teknik mempengaruhi orang lain. Namun dia akan bicara tentang ketulusan. Tentang motivasi pertemanan. Mengapa kita ingin menjalin pertemanan. Semata-mata untuk kepentingan diri sendiri atau untuk kepentingan mereka juga. Bila tujuannya adalah mengambil keuntungan dari orang lain secara sepihak — maka apapun teknik yang digunakan — tak akan mampu membantu kita.

Covey juga tidak akan menganjurkan seorang manajer untuk memuji-muji kliennya atau mengobrol tentang anak si klien bila semua itu hanya pura-pura saja dan bertujuan untuk memanipulasi hati si klien agar merasa diperhatikan dan kemudian mau menandatangani kontrak ataupun membeli produk. Covey cenderung membuang jauh-jauh segala macam trik yang tidak jujur, dia lebih suka seorang manajer benar-benar memikirkan kepentingan klien dan bukannya berpura-pura.

Menurut Covey, teknik, ketrampilan, taktik atau apa-pun namanya--sebenarnya akan muncul dengan sendirinya saat kita bersungguh-sungguh memikirkan kepentingan orang lain. Siapa sebenarnya diri kita-lah yang akan terlihat sangat jelas dimata orang lain dan bukannya teknik yang kita gunakan.

^_^

Pendapat kedua yang menarik adalah spirit proaktif Covey. Memilih bertanggung jawab atas segala sesuatu yang menimpa diri kita dan melakukan tindakan-tindakan perbaikan atas hal-hal yang berada dalam jangkauan kita. Misalnya seorang supervisor marketing produsen kursi kerja yang menghadapi kenyataan bahwa penjualan produk menurun. Sebagai seorang proaktif dia tidak memilih memarahi anak buahnya atau sibuk menuduh perusahaan pesaing bermain curang — tetapi memilih melakukan tindakan. Di dalam benaknya dia sibuk menyusun langkah-langkah yang akan dilakukan.

Dia akan lebih intensif melatih anak buahnya agar mampu memahami kebutuhan konsumen dan menjual kursi yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Dia bernegosiasi dengan bagian produksi untuk memperbaiki desain & kualitas kursi sehingga pesaing tak memiliki peluang menjelek-jelekkan produk. Kemudian Si Supervisor juga membuat peta pasar untuk mencari celah mendapat konsumen baru.

Seandainya pasar dalam kota telah jenuh dia akan berusaha untuk menjual ke kota-kota lain, atau bahkan mencari peluang ekspor. Sebaliknya bila penjualan keluar kota tidak memungkinkan -- dia akan berusaha keras memperbesar pasar di dalam kota -- misalnya dengan menjajaki peluang penjualan ke sekolah-sekolah. Pendeknya dia tidak akan sibuk mencari kambing hitam alias faktor eksternal yang berada diluar jangkauannya, tetapi memusatkan diri untuk melakukan tindakan.







Bila kita memusatkan diri pada hal-hal diluar kendali kita (lingkaran kekhawatiran /circle of concern)-- pada kasus si manajer marketing adalah bila dia sibuk memarahi anak buah dan menyalahkan pesaing -- maka lingkaran kendali kita justru semakin mengecil. Waktu kita akan habis untuk mencari kambing hitam, bukannya digunakan untuk menyelesaikan masalah.


Sebaliknya bila kita memusatkan perhatian pada hal-hal yang dapat kita lakukan (lingkaran kendali / circle of influence), seperti yang dilakukan si manajer yaitu melatih para pekerja, menjajaki pasar baru dan membuat desain kursi yang lebih menarik, maka lingkaran kendali kita akan semakin luas. Masalah makin mudah teratasi karena makin banyak hal-hal yang berada dalam kendali kita.


tulisan ini adalah edisi revisi dari tulisan sebelumnya
Shinichi tentang Covey



Feb 23, 2007

Peter F. Drucker tentang Tatakrama

Buat Peter tatakrama adalah minyak pelumas yang memuluskan hubungan antar manusia dalam pekerjaan. Orang-orang yang terlibat dalam hubungan kerja tidak harus saling menyukai. Hubungan mereka akan diatur oleh rambu-rambu tatakrama yang akan memberi pertunjuk mana yang boleh dan mana yang tak boleh dilakukan. Bila anda mengabaikannya --meskipun anda seorang yang hebat-- karir anda akan terancam.


Singkatnya anda tak perlu menyukai saya walaupun anda ingin bekerjasama dengan saya. Namun patuhilah tatakrama, maka kerjasama kita akan berjalan dengan mulus.

Lalu apa kata Peter tentang cara kita mendapatkan informasi?
Menurut Peter seseorang seharusnya mengetahui bagaimana dirinya mendapatkan informasi? Cara apa yang paling tepat buat anda untuk memahami sesuatu. Apakah dengan cara mendengarkan atau dengan cara membaca. Bila anda seorang pendengar, maka laporan tertulis saja tak banyak bermanfaat bagi Anda. Ada baiknya anda mendengar langsung isi laporan dari pembuatnya, karena akan jauh lebih efektif bagi anda. Sebaliknya bila anda seorang tipe pembaca, laporan lisan saja akan menyulitkan anda. Mintalah laporan secara tertulis, dan anda akan dengan mudah memahami isi laporan.



Bagaimana dengan kekuatan dan kelemahan Anda?
Peter Drucker berpendapat bahwa lebih baik kita berkonsentrasi untuk mempertajam kompetensi yang menjadi kekuatan kita dibanding memusatkan diri untuk mencoba meningkatkan bidang-bidang dimana kita kurang kompeten. Jauh lebih sulit melakukan upaya meningkatkan kompetensi yang kurang menjadi tingkat biasa-biasa saja, dibanding meningkatkan kompetensi yang berada di atas rata-rata menjadi kompetensi yang luar biasa. Lebih baik anda pusatkan upaya anda untuk mengupgrade kekuatan anda (nl. bandung)

1.Bacaan :
Managing One Self, sebuah buku 228 halaman yang berisi kumpulan tulisan (dari beberapa penulis) tentang pengelolaan manusia maupun lingkungan kerja, diantaranya Peter F Drucker, dg editor A Usmara, diterbitkan oleh Amara Books 2003.

2.Peter F. Drucker
adalah Profesor Pengetahuan Sosial dan Managemen Marie Rankin Clarke di Claremont Graduate University, di Claremont California.



Buku : 7 Habits of Highly Effective People (2)

Setelah berhasil menjadi orang yang PROAKTIF, MEMILIKI VISI, DAN MAMPU MEMBUAT PRIORITAS berarti kita telah memperoleh kemenangan pribadi berupa KEMANDIRIAN. Tahap berikutnya adalah tahap kesaling-tergantungan (inter-dependensi). Kesalingtergantungan hanya dapat dilakukan oleh dua orang yang mandiri. Tanpa kemandirian, yang akan terjadi adalah ketergantungan pada orang lain.

4. BERPIKIR MENANG-MENANG
Win-win solution maksudnya berpikir untuk keuntungan kita dan keuntungan orang yang berurusan dengan kita. Jadi kita tidak memandang dari sudut kepentingan kita saja, tetapi juga dari sudut kepentingan orang lain.

Ini adalah contoh ekstrim orang yang tidak berpikir menang-menang : Seorang Suami yang baru bercerai dengan istrinya divonis oleh pengadilan untuk membagi dua kekayaannya dengan mantan istrinya. Karena tak ingin mantan istrinya menikmati harta hasil jerih payahnya, si suami menjual seluruh kekayaannya dengan harga sangat murah. Mobil dijual seratus ribu, rumah dijual dua ratus ribu, TV dijual lima ribu, dan banyak lagi barang-barang yang dijual dengan harga luar biasa murah. Sesuai perintah pengadilan, hasil penjualan dibagi dua dengan mantan istrinya. Si suami puas, merasa menang karena berhasil membuat istrinya gigit jari. Namun pada hakekatnya dia lebih kalah lagi.


5. BERUSAHA MENGERTI TERLEBIH DAHULU
Berusaha mengerti terlebih dahulu kemauan orang lain, baru kemudian berusaha dimengerti orang lain. Berusaha melihat sesuatu dari sudut pandang orang lain, dari kacamata orang lain. Prinsipnya adalah kemampuan untuk sungguh-sungguh mendengarkan perasaan orang lain.

Suatu ketika anda pergi ke toko optik untuk membeli kacamata baca. Si penjaga toko menyodorkan kacamatanya seraya berkata : “Pakai saja kacamata ini” Saat anda memakai kacamata tersebut, penglihatan anda justru semakin rabun. Namun saat anda meminta mata anda diperiksa terlebih dahulu, si penjaga toko justru berusaha meyakinkan anda bahwa kacamata itu cocok buat anda. Semakin keras anda menolak, semakin keras pula dia berusaha meyakinkan anda. “Percayalah, pakai saja kacamata ini, saya telah memakainya bertahun-tahun dan dapat membaca dengan jelas!”.


6. WUJUDKAN SINERGI
Sinergi adalah 1 + 1 = 5
Mencari pendapat ketiga, dari dua pendapat yang berbeda.

Setelah diangkat menjadi manajer pemasaran, Bo mengalami kesulitan besar di administrasi karena terlalu banyaknya perusahaan angkutan yang disewa oleh perusahaannya. Ada ratusan perusahaan yang masing-masing hanya memiliki satu dua truk pengangkut. Karenanya dia memutuskan untuk memutuskan kontrak dengan seluruh perusahaan kecil dan menggantinya dengan beberapa perusahaan besar saja. Namun setelah diadakan diskusi dengan perusahaan-perusahaan kecil tersebut didapatkan solusi tengah, yaitu perusahaan-perusahaan kecil tersebut bergabung jadi satu menjadi sebuah perusahaan besar. Bo mendapat keuntungan karena administrasi menjadi lebih mudah, sedang perusahaan-perusahaan kecil mendapat keuntungan karena setelah bergabung jadi satu mereka tidak jadi diputus kontraknya, dan masih ditambah dapat membeli sukucadang truk dengan harga yang lebih murah, karena mereka dapat membeli dalam partai besar.


7. MENGASAH GERGAJI
Ada saatnya manusia perlu berhenti sejenak untuk instropeksi, belajar, berlatih, evaluasi, penyegaran, mengambil jarak dari lingkungan untuk mengisi baterainya kembali.

Seorang penebang kayu sibuk menebang sebatang pohon besar dengan gergajinya yang tumpul. Dari menit ke menit, dari jam ke jam, dari hari ke hari dia terus menerus berusaha menebang pohon itu, namun sia-sia saja. Saat dia dinasehati orang untuk mengasah gergajinya terlebih dahulu, si penebang kayu dengan marah menjawab :
“Saya telah menggunakan gergaji ini selama bertahun-tahun dan selalu berhasil menebang pohon-pohon besar. Buat apa saya buang-buang waktu menuruti nasehatmu. Saya tak punya waktu untuk mengasah gergaji”


Buku: Stephen Covey, 7 Habits of Highly Effective People


Feb 16, 2007

Buku : 7 Habits of Highly Effective People (1)

Kita adalah apa yang kita lakukan berulang-ulang --- oleh karena itu keberhasilan bukanlah merupakan suatu perbuatan --- tetapi merupakan suatu KEBIASAAN.

^_^


Seven habits adalah salah satu buku psikologi terbaik yang pernah saya baca (juga Being Happy-nya Andrew Mathews) -- saya membacanya sekian tahun silam. Buku karya Stephen Covey ini adalah buku monumental yang menekankan pada ketulusan, bukan perilaku instant yang dibuat-buat tanpa motivasi yang tulus. Walaupun Covey telah mengeluarkan buku baru 8 habbits, rasanya buku lamanya ini masih layak untuk dibaca ulang.

^_^

Ada 3 hal yang tetap di dunia ini, yaitu: perubahan, prinsip dan adanya pilihan. Perubahan terus terjadi di dunia, namun prinsip-prinsip tidak berubah. Prinsip-prinsip itu misalnya gravitasi bumi, minyak mudah terbakar, juga prinsip-prinsip kesopanan, kejujuran, keberanian, dan kebaikan hati. Karena prinsip-prinsip tak pernah berubah, dia merupakan dasar yang kokoh untuk membangun karakter manusia.

Pilihan selalu dimiliki manusia. Misalnya seseorang yang dimaki-maki orang lain --tak mesti harus sakit hati-- dia sebenarnya memiliki pilihan-pilihan untuk memberi respon. Dia bisa sakit hati, marah, balas memaki-maki, bahkan menonjok si pelaku, Namun dapat juga diam dan tersenyum seraya menganggap si orang yang memaki-maki sedang mengalami hari yang buruk. Manusia bebas memilih, namun manusia akan selalu menanggung resiko dan tak bisa lepas dari akibat yang ditimbulkan oleh pilihan-pilihannya.

1. PROAKTIF
Kemampuan memilih respon sesuai dengan nilai-nilai yang dianut disebut proaktif. Sedang sikap reaktif adalah respon yang didasarkan pada perasaan, keadaan atau suasana hati.

2. MEMULAI DENGAN TUJUAN AKHIR
Merumuskan apa yang sebenarnya menjadi tujuan kita. Menuliskan visi kita, kemudian baru menentukan langkah-langkah untuk mencapai tujuan. Menyelaraskan kegiatan sehari-hari kita dengan tujuan yang telah kita tentukan tersebut.

3. DAHULUKAN YANG UTAMA (First Things First)
Menjadwalkan dan mendahulukan pekerjaan-pekerjaan yang penting atas pekerjaan yang kurang penting. Ada 4 kuadran waktu, yaitu kuadran :
1.Hal yang penting dan mendesak
orang yang mayoritas waktunya dihabiskan disini kemungkinan besar karena terlalu banyak menunda-nunda pekerjaan dan mengabaikan perencanaan dan pencegahan.

2.Hal yang penting dan tidak mendesak.
Idealnya orang menghabiskan sebagian besar waktunya di sini. Belajar, evaluasi, perencanaan yang baik, olahraga, membina hubungan baik dengan orang lain, termasuk dalam kuadran ini.

3.Hal yang mendesak tetapi tidak penting.
Sesuatu yang kelihatan mendesak untuk dikerjakan, tetapi sebenarnya tidak penting.

4.Hal yang tidak mendesak dan tidak penting.
Di sinilah tempat orang-orang pemalas menghabiskan waktu. Baca koran berlebihan dengan alasan cari informasi, nonton TV berlebihan, ngobrol dengan relasi berlebihan. Hal-hal yang dalam jangka pendek menyenangkan untuk dilakukan. Pada dasarnya kuadran 3 dan 4 adalah tempat orang-orang yang kurang efektif menghabiskan waktunya.

Berikut ini adalah contoh kegiatan pada tiap kuadran:
I. SI PENUNDA-NUNDA (pekerjaan penting-mendesak)
- Pekerjaan mendesak
- Menangani krisis
- Kehabisan bensin
- Memperbaiki alat
- Rapat

II. ORANG EFEKTIF (pekerjaan penting-jangka panjang)
- Belajar
- Pelatihan
- Olah raga 3 kali seminggu
- Membina hubungan
- Preventive maintenance
- Memulai pekerjaan jauh sebelum batas waktu habis.

III. SI YES MAN (pekerjaan mendesak tetapi tidak penting)
- Interupsi saat kerja
- Pekerjaan orang lain
- Telpon tak penting
- Tak bisa menolak ajakan orang

IV. SI PEMALAS (pekerjaan tak mendesak dan tak penting)
- Banyak main games
- Banyak membaca koran/majalah
- Banyak nonton TV
- Banyak ngobrol
- Tidur melulu
- Banyak jalan-jalan

gambar :selectionmatters.com


Feb 13, 2007

Buku : Please Don't Just Do What I Tell You



Saya melakukan beberapa pekerjaan menarik
semasa remaja dan kuliah. Diantaranya menjadi
kasir di sebuah jaringan toko.

Suatu ketika pada saat saya
duduk di belakang meja kasir, seorang manajer
wilayah datang, setelah melihat-lihat keadaan
toko, dia memberi isyarat pada saya untuk
mengikutinya.

Apa yg dilakukan manajer?
Ternyata si manajer mengisi tempat
barang-barang dagangan yg kosong karena telah terjual
dg barang persediaan, kemudian membersihkan
counter makanan dan memisahkan barang-barang
yang sudah rusak, dan sepertinya dia ingin saya mengikuti
apa yang telah dia lakukan.

Wow! Betapa kagetnya saya.
Sesuatu yang tak terpikir untuk dikerjakan.
Sesuatu yang saya pikir bukan bagian dari tugas

Hari itu saya dapatkan pelajaran sangat berharga.
Bahwa saya seharusnya melakukan hal-hal
yang perlu dilakukan, tanpa menunggu perintah.

Dan peristiwa itu merubah saya dari sekedar
seorang penonton menjadi seorang yang bertanggung-jawab
terhadap pengalaman kerja saya sendiri.

Kisah diatas kurang lebih menggambarkan inti dari buku
PLEASE DON'T JUST DO WHAT I TELL YOU,
DO WHAT YOU NEEDS TO BE DONE,

Sebuah buku tipis bersampul oranye,
hanya 95 halaman,
ditulis oleh si Bob Nelson
yang di Indonesia diterbitkan
oleh elekmedia komputindo 2003.

(nl-juni 2004).


Jan 20, 2007

Pengumpul Sampah Pergaulan


Sampah pergaulan adalah segala aspek negatif dan perlakuan buruk yang menimpa kita dalam pergaulan. Perbuatan-perbuatan negatif yang ditujukan pada diri kita dalam pergaulan sehari-hari. Perilaku yang nranyak (tidak sopan); cenanangan (tanpa sopan santun); bentakan kasar tanpa sebab jelas; lidah yang fasih menyematkan tuduhan ngawur pada kita; misuh-misuh (mencaci maki); mengembat piutang kita; perlakuan yang bikin kita bete; meneror mental (gemar menjatuhkan kepercayaan diri korban-korbannya).

Juga kaum pemalas yang menghambat kerja kita; para penikam dari belakang (musuh dalam selimut alias kutu busuk); menipu & merebut uang kita; perlakuan bang cinde bang ciladan (pilih kasih) yang merugikan kita; kesombongan yang menyebalkan dan segala perlakuan buruk-muruk lain yang melukai hati, bikin sakit hati dan makan hati.

Sampah pergaulan adalah sebuah fenomena yang sulit dihindari oleh siapa saja yang pernah merasakan hangatnya matahari pagi. Saat sampah pergaulan datang, ada dua pilihan reaksi yang tersedia bagi kita. Menerimanya dengan lapang dada atau menimbunnya di dalam hati hingga menggunung.

Kita bisa menerimanya sebagai kenyataan pahit yang harus dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Menyiapkan sapu, jugangan (lubang pembuangan sampah) dan korek api. Ketika sampah-sampah itu mulai bertebaran di “halaman hati” kita cepat-cepat menyapunya, membuangnya ke jugangan dan membakarnya sampai habis jadi abu. Ringkasnya kita bersedia menerima, memaafkan dan melupakan..

Namun kita juga bisa memilih untuk menimbunnya. Menumpuk-numpuk sampah itu hingga menjadi bukit yang semakin lama semakin tinggi. Bukit sampah itu lama kelamaan akan membusuk dan menebarkan segala macam bau tak sedap yang melingkupi hati. Bau busuk yang makin lama makin menyengat, membuat puyeng, bikin kehilangan keseimbangan jiwa dan bisa membuat kita jatuh ke jurang depresi.
^_^

Pilihan berada di tangan kita. Mau membuang sampah pergaulan atau malahan menyimpannya. Mau dekat-dekat sumbernya yaitu para pembuang sampah atau menjauhi mereka. Sepenuhnya tergantung pada pada pilihan kita. Manusia bisa memilih. Manusia bebas menentukan pilihan. Namun ada satu catatan. Manusia tidak bisa menghindar dari akibat-akibat yang akan timbul dari pilihannya (nl. bandung 2007)

Bacaan : dr. M. Thohir SpKJ, 2006, 10 Langkah Menuju Jiwa Sehat, Penerbit Lentera Hati, Jakarta.


Sep 30, 2006

Shinichi tentang Covey

Tentang ketulusan, Covey mampu dengan jernih menjelaskan peran filosofi dibalik perilaku manusia. Buat Covey—dalam hal hubungan antar manusia—masalah teknik adalah soal nomor dua. Faktor terpenting adalah sifat-sifat asli seseorang dibalik teknik yang dia gunakan. Bahkan teknik bergaul dianggap akan mengalir dengan sendirinya secara alamiah sebagai perwujudan dari karakter dasar seseorang yang menjadi mata airnya.

Setidaknya ada dua ajaran Covey tentang ilmu jiwa manusia yang sangat berkesan di hati Shinichi Kudo. Pertama adalah ajaran tentang ketulusan hati dan yang kedua adalah ajaran tentang sikap proaktif.

Tentang ketulusan, Covey mampu dengan jernih menjelaskan peran filosofi dibalik perilaku manusia. Buat Covey—dalam hal hubungan antar manusia—masalah teknik adalah soal nomor dua. Faktor terpenting adalah sifat-sifat asli seseorang dibalik teknik yang dia gunakan. Bahkan teknik bergaul dianggap akan mengalir dengan sendirinya secara alamiah sebagai perwujudan dari karakter dasar seseorang yang menjadi mata airnya.

Misalnya saat bicara tentang persahabatan—Steven R Covey si pencetus 7 habbits of highly effective people—tidak akan berbicara tentang teknik mendapatkan sahabat ataupun teknik mempengaruhi orang lain. Namun dia akan bicara tentang ketulusan. Tentang motivasi persahabatan. Mengapa Shinichi ingin menjalin persahabatan. Semata-mata untuk kepentingan dirinya sendiri atau untuk kepentingan sahabatnya juga. Bila tujuannya adalah mengambil keuntungan dari orang lain secara sepihak—maka apapun teknik yang digunakan—tak akan mampu membantunya.

Teknik, ketrampilan, taktik atau apa-pun namanya--sebenarnya akan muncul dengan sendirinya saat Shinichi bersungguh-sungguh memikirkan kepentingan sahabatnya. Siapa sebenarnya diri Shinichi-lah yang akan terlihat sangat jelas dimata orang lain dan bukannya teknik yang dia gunakan.



^_^

Ajaran kedua yang mempesona Shinichi adalah spirit proaktif Covey. Memilih bertanggung jawab atas segala sesuatu yang menimpa diri kita dan melakukan tindakan-tindakan perbaikan atas hal-hal yang berada dalam jangkauan kita. Seperti Akira Jimbo teman Shinichi—seorang supervisor marketing-- ketika menghadapi kenyataan bahwa penjualan produk menurun. Alih-alih memarahi anak buahnya atau menuduh pesaing bermain curang—sebagai seorang Coveyan—dia memilih melakukan tindakan. Di dalam benaknya sudah tergambar langkah-langkah yang akan dilakukan.

Akira akan melatih anak buahnya secara lebih intensif dan bernegosiasi dengan bagian produksi untuk memperbaiki kualitas produk sehingga pesaing tak memiliki peluang menjelek-jelekkan produknya. Kemudian Akira juga hendak membuat peta pasar untuk menjajaki konsumen baru. Seandainya pasar dalam negeri telah jenuh dia akan berusaha untuk ekspor, atau sebaliknya membuka pasar dalam negeri bila ekspor tak memungkinkan. Pendeknya Akira tidak akan sibuk mencari kambing hitam alias faktor eksternal yang berada diluar jangkauannya, tetapi memusatkan diri untuk melakukan tindakan (NL).


Jul 16, 2006

Totto-chan, Sekolah itu Asyik!

Obrolan buku ini telah aku buat beberapa tahun yang lalu. Namun karena isinya bagus banget jadi ingin menampilkannya disini. Mungkin banyak diantara kita yang telah baca bukunya. Isinya tentang sebuah sekolah yang sangat mengasyikkan di Jepang. Siapa tahu dengan membaca review ini — teman-teman jadi tergerak untuk membongkar-bongkar tumpukan buku lama dan membaca Totto-chan lagi.

Bila Anda menganggap Kepala Sekolah bukanlah sosok yang dekat dengan murid-murid sekolah dasar. Bila Anda menganggap seorang anak --yang melakukan perbuatan yang dianggap aneh oleh orang dewasa-- harus diberi hukuman, maka Anda adalah salah seorang yang perlu menyimak kisah berikut ini.

Peristiwa ini terjadi tatkala dompet kesayangan Totto-chan jatuh di lubang pembuangan kakus di sekolah. Gadis cilik yang baru saja dikeluarkan dari sekolah lamanya karena dianggap badung itu, menciduk kotoran yang ada di lubang penampungan kakus sembari berharap menemukan dompetnya. Namun sampai bel pelajaran sekolah berbunyi dan tumpukan kotoran telah meninggi, dompet belum juga ketemu. Pada saat itu muncullah Kepala Sekolah. Hebatnya dia sama sekali tidak memarahi Totto-chan. Bahkan menganggapnya sedang melakukan pekerjaan penting.

Tumpukan kotoran di tanah sudah cukup tinggi ketika Kepala Sekolah kebetulan lewat.
“Kau sedang apa?” tanyanya kepada Totto-chan
“Dompetku jatuh,” jawab Totto-chan, sambil terus mencedok. Ia tidak ingin membuang waktu.
“Oh, begitu,” kata Kepala Sekolah, lalu berjalan pergi, kedua tangannya bertaut di belakang punggung, seperti kebiasaannya ketika berjalan-jalan.
Waktu berlalu, Totto-chan belum juga menemukan dompetnya. Gundukan berbau busuk itu semakin tinggi.
Kepala Sekolah datang lagi. “Kau sudah menemukan dompetmu?” tanyanya.
“Belum,” jawab Totto-chan dari tengah-tengah gundukan. Keringatnya berleleran dan pipinya memerah.
Kepala sekolah mendekat dan berkata ramah, “Kau akan mengembalikan semuanya kalau sudah selesai kan?”. Kemudian pria itu pergi lagi seperti sebelumnya.
“Ya,” jawab Totto-chan riang, sambil terus bekerja (hal. 57 – 58).

Alih-alih memarahi Totto-chan, Kepala Sekolah memilih menanyakan kesediaan Totto-chan mengembalikan kotoran ke dalam kakus. Tidak melarang Totto-chan melanjutkan “proyeknya”, namun mengajarkan tanggung jawab kepada murid kecilnya. Tidak ada kemarahan, tidak juga hardikan, yang ada adalah pengertian mendalam terhadap alasan tindakan seorang anak. Buat siswa kelas satu SD, menciduk kotoran dari lubang penampungan kakus bukanlah hal yang aneh, apalagi bila hal itu dilakukan untuk mencari dompet yang jatuh ke kakus.

Kepala Sekolah berusaha menjaga agar bibit-bibit keberanian mengambil tindakan yang mulai tumbuh di dalam jiwa muridnya tidak mati. Biar kelak saat umurnya bertambah, si anak akan memiliki kepercayaan terhadap kemampuan diri sendiri dalam menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapinya. Sebuah tindakan yang dilandasi empati luar biasa terhadap perkembangan kepribadian seorang anak.

Tomoe Gakuen adalah sebuah sekolah unik yang didirikan di Jepang pada tahun 1937. Sekolah itu menerapkan cara belajar yang menarik. Di awal jam pelajaran Guru membuat daftar soal dan pertanyaan tentang pelajaran hari itu. Murid-murid boleh memilih urutan mata pelajaran sesuai keinginannya. Bila mengalami kesulitan, mereka boleh berkonsultasi dengan guru kapan saja. Dalam satu ruangan kelas setiap murid memiliki aktifitas yang berbeda-beda sesuai keinginannya. Bagi yang suka menggambar akan mulai dengan menggambar, murid yang suka fisika akan memulai harinya dengan menggeluti alat-alat laboratorium. Alhasil sekolah menjadi tempat yang menyenangkan. Disamping menyenangkan, metode mengajar tersebut membuat murid-murid merasa dihargai, dan diberi kebebasan memilih sehingga keberanian mengambil keputusan akan berkembang,

Pemupukan kepercayaan diri juga dilakukan terhadap anak-anak yang memiliki hambatan fisik yang kebetulan bersekolah di Tomoe. Perlombaan pada saat perayaan Hari Olahraga di Tomoe sepertinya dirancang sedemikian rupa sehingga mereka dapat ikut serta. Bahkan dapat menjadi pemenang! Takahashi, seorang murid yang tubuh, tangan dan kakinya berukuran pendek, mampu meraih juara umum. Kaki dan tangan Takahashi yang pendek membantunya memenangkan bermacam-macam lomba, seperti perlombaan menaiki tangga yang anak tangganya tersusun rapat, dan perlombaan merayap ke dalam ikan karper yang terbuat dari kain. Perlombaan yang berhasil membuat seorang anak yang memiliki hambatan fisik merasa dirinya mampu berprestasi seperti anak-anak lainnya.

Bahkan saking ingin menjaga mental anak didiknya, Kepala Sekolah pernah memarahi seorang guru yang pada saat menerangkan pelajaran biologi menanyakan pada seorang anak, apakah anak itu masih punya ekor. Pertanyaan yang wajar ditanyakan seorang guru saat pelajaran. Pertanyaan yang biasa saja bila ditujukan kepada anak normal. Namun pertanyaan tersebut kebetulan ditujukan pada seorang anak yang mengalami kelainan pada pertumbuhan tubuhnya. Kepala Sekolah tak ingin perkembangan jiwa si anak terganggu, karena merasa dirinya dianggap makhluk aneh.

Kelebihan lain Tomoe Gakoen adalah pelajaran praktek yang langsung dibimbing seorang ahli di bidangnya. Seperti yang dialami Totto-chan pada saat Kepala Sekolah memperkenalkan seorang guru baru kepada murid-murid.
Saat memandangi guru itu, Totto-chan merasa pernah melihatnya. “Dimana, ya?” ia berusaha mengingat-ingat. Wajah pria itu ramah, terbakar matahari, dan penuh kerutan. Ia merasa telah sering melihat pipa ramping yang tergantung pada tali hitam yang berfungsi sebagai ikat pinggang itu. Tiba-tiba Totto-chan ingat!
“Bukankah Anda petani yang mengolah ladang dekat anak sungai itu?”tanyanya riang pada si pria.
“Benar,” kata “Guru Baru” itu sambil tersenyum lebar (hal. 177 -178).


Kepala Sekolah menghargai kompetensi Si Petani untuk mengajarkan pada murid-murid tentang cara bertani yang baik. Perhatikan reaksi Kepala sekolah ketika Si Petani tersebut menolak disebut “Guru” oleh anak-anak Tomoe. Reaksi yang menunjukkan penghormatan terhadap kompetensi seseorang :

“Oh, itu tidak benar. Dia guru. Dia Guru Pertanian Kalian,” kata Kepala Sekolah yang berdiri di samping petani itu. “Dengan senang hati Dia setuju untuk mengajari Kalian bagai mana cara bercocok tanam. Ini seperti mendapatkan pembuat roti untuk mengajari Kalian caranya membuat roti. Nah, dengar,” katanya kepada Petani itu, “Katakan kepada Anak-anak apa yang harus Mereka lakukan, lalu Kita akan mulai sekarang juga.” (hal 178).

Buku berjudul Totto-chan, Gadis di Tepi Jendela ditulis oleh salah seorang bekas murid Tomoe Gakoen yang menyatakan buku ini adalah kumpulan pengalaman pribadinya selama bersekolah di sekolah yang ruang kelasnya berupa bekas gerbong kereta ini. Buku ditulis sebagai pengganti janji yang pernah diucapkannya kepada Kepala Sekolah untuk menjadi guru di Tomoe. Sebuah janji yang tidak kesampaian karena Tomoe musnah terbakar sewaktu terjadi serangan bom di Tokyo tahun 1945, pada saat Perang Dunia Kedua berkecamuk. Dia berharap buku ini akan menyebarkan ide-ide Kobayashi, Sang Kepala Sekolah, tentang metode pendidikan yang mendasarkan diri pada menemukan watak baik seorang anak dan mengembangkannya sehingga tumbuh menjadi seorang dewasa dengan kepribadian yang khas.

Susunan buku yang mirip sekumpulan cerita pendek, ditulis secara kronologis, namun dapat dibaca terpisah, sangat memudahkan pembaca yang hanya memiliki sedikit waktu luang. Alur cerita yang menarik yang dibumbui tingkah laku lucu seorang anak, teknik penterjemahan yang bagus dan pembagian buku menjadi bagian-bagian cerita yang panjangnya kebanyakan kurang dari 4 halaman, membuat buku ini enak dibaca dan mudah dimengerti, termasuk bagi anak-anak.

Namun Anda jangan berharap buku yang diterjemahkan dari Totto-chan, Little Girl at The Windows merupakan buku panduan teknis untuk membangun sebuah sekolah yang ideal. Buku ini lebih mirip buku cerita ringan yang dapat menjadi sumber inspirasi siapa saja yang ingin membuat sekolah menjadi tempat pengembangan diri yang menyenangkan. Banyak hal-hal yang menarik yang bisa dilakukan di sekolah, bukan hanya sekedar membaca, menulis dan berhitung. Sekolah adalah sebuah tempat yang mengasyikkan untuk membina potensi diri dan belajar menikmati interaksi dengan orang lain. Buku ini juga akan membuka wawasan Anda tentang potret kehidupan sehari-hari di sekolah dari kacamata seorang gadis kecil. Sebuah buku ringan dan mengasyikkan, namun isinya sangat berbobot dan layak dibaca semua usia. (nl. juli 2003)

Judul Buku : Totto-chan, Gadis Cilik di Jendela
Penulis : Tetsuko Kuroyanagi
Alih Bahasa : Widya Kirana
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, 2003
Harga : Rp. 30.000 (waktu itu th 2003)

Rahasia Puaskan Istri Anda

Tags

Abu Nawas (29) Amazing (27) Anak Kecil (33) Aneh Dan Unik (28) BB++ (57) CERITA LUCU (181) CERITA LUCU DEWASA (84) Cerita (47) Cerita lucu abu nawas (38) Cerita ngocol (76) Cewe Cowo (64) Dokter (66) English Joke (32) English Jokes (57) Five story (24) Gallery (20) Gambar (89) Gambar Plesetan (315) Gambar n Foto Lucu (52) Guru (102) HP (40) Heboh (105) Hot Spot (34) Humor Dewasa (117) Humor Indonesia (70) Humor Umum (112) Humor and Jokes (87) Iklan Kocak (46) Indonesian Jokes (70) Info (130) Istri (75) Keren (49) Kesehatan (28) Kisah Abu Nawas (66) Komik (299) Komik Mahasiswa (123) Komik dewasa (30) Kumpulan Cerita Humor Dewasa Lucu (118) Kumpulan SMS Humor Lucu (40) Lucu (389) Mahasiswa (37) Maho (61) Mengenal Diri (58) Murid (54) Ngeri (28) Ngocol Aja (113) Parah (48) Pasien (30) Pelayan (36) Pembeli (38) Pengetahuan (35) Penjual (53) Polisi (63) SMS (83) Sekolah (55) Seven story (35) Sex (35) Sms Cinta (88) Sms Jail (52) Sms Narsis (62) Sms Romantis (80) Sms iseng (286) Sms lucu (204) Sms untuk pacar (62) Sms untuk sahabat (70) Sms untuk teman (88) Suami (41) Teka Teki (36) Tips (66) Top Ten (43) Top sepuluh (53) Umum (75) Wanita (48) bego (146) cerita anak (29) cerita manajemen (20) cerita ngakak (122) cerita pendek (179) cerpen (65) dongeng sang kancil (28) goblog (151) gokil (341) hikayat abu nawas (28) humor (99) humor abu nawas (37) kocak (340) koplak (348) lirik lagu keren (29) ngakak (352) pluralisme dan kebenaran (33) psikologi (25) puisi (106) sms idul fitri (40) sms ucapan selamat tidur (86) video (74)
Rezeki dari SMS
 
Kumpulan Humor Terbaru | Copyright © 2011 Diseñado por: compartidisimo | Con la tecnología de: Blogger