Buscar

Loading...

Feb 26, 2008

Dongeng Sang Kancil, Kerbau Besar dan Si Buaya (Bagian 1)

Seekor buaya yang tertindih batang pohon gaharu di pinggir sungai berteriak-teriak minta tolong. Seekor Kerbau raksasa tinggi besar yang sedang jalan-jalan sore mendengar teriakannya dan kemudian menolongnya. 

Tak disangka-sangka setelah ditolong, Si Buaya justru menggigit kakinya. Diemutnya kaki kerbau yang berukuran dua kali kerbau biasa itu, siap untuk ditarik ke dasar sungai. Pada saat genting itu muncullah Keledai Putih yang mampir untuk berendam di pinggir sungai.



Kerbau minta keadilan pada si Keledai Putih yang membawa beban berupa garam itu. Keledai Putih tertawa dan menyatakan bahwa sudah pada tempatnya orang mendapat balasan sesuai kepandaiannya. 

Menurut dia seekor kerbau yang bodoh pantas dimakan oleh si buaya. Kemudian keledai itu malahan sibuk membanggakan dirinya yang membawa muatan garam dan bebannya menjadi ringan karena sebagian besar garam larut terbawa air sungai saat dia berendam.

Sebaliknya ditolol-tololkannya temannya si Keledai Hitam. Ditunjukkannya si Keledai Hitam yang tengah berjalan terbungkuk-bungkuk meringis kepayahan di atas tebing sungai karena ikut-ikutan berendam bersama si Keledai Putih. Keledai hitam membawa muatan kapas, sehingga sehabis berendam bebannya justru menjadi sangat berat akibat kapas yang menyerap air.

Sementara Keledai Putih merasa dirinya cerdas karena kini dia bisa tertawa-tawa dan meloncat-loncat dengan ringannya setelah muatan garamnya larut terbawa air sungai. Sambil bersiul-siul Keledai Putih berlalu meninggalkan Kerbau dan Buaya. Dunia serasa begitu keras bagi Si Kerbau.

^_^

Kerbau menatap sedih kakinya yang mulai berdarah akibat Si Buaya mengeratkan gigitannya. Pada saat itu muncullah Sang Kancil yang bijak. Kerbau dengan penuh harap meminta keadilan pada Sang Kancil. Sementara Buaya bertekad untuk tidak akan mendengarkan apapun kata Sang Kancil. Diingatnya petuah-petuah para seniornya tentang betapa bangsa buaya berkali-kali dipecundangi binatang mungil itu.

Tak ada yang lebih menakutkan Buaya daripada isi kepala Sang Kancil yang cerdas. Buaya waspada. Dia tak akan mau bila disuruh mengulang kejadian dirinya tertindih batang pohon gaharu karena hal itu pernah dialami seniornya.

Alkisah sekian tahun yang silam Buaya Senior pernah praktek licik serupa terhadap seekor sapi. Buaya Senior tertindih batang kayu, kemudian berteriak-teriak minta tolong. Seekor sapi yang datang untuk menolongnya kemudian malahan digigit kakinya. Sapi berteriak-teriak minta keadilan pada siapapun yang lewat. Teriakan itu mengundang puluhan binatang hutan berkerumun di sekitar Sapi dan Buaya Senior. Sialnya para hadirin itu kemudian memanggil Sang Kancil yang tersohor kebijakannya untuk menegakkan keadilan.

Dibawah pengawasan puluhan pasang mata Si Buaya Senior tak kuasa menolak permintaan Sang Kancil agar dia memperagakan posisi dirinya kala tertindih batang kayu agar dapat dinilai dengan seadil-adilnya. Setelah Si Buaya ditindih kembali dengan batang kayu, mendadak Sang Kancil mengatakan bahwa dirinya butuh waktu seminggu untuk berpikir sebelum mengambil keputusan.

Akibatnya Buaya Senior terpaksa berhari-hari tertindih kayu dalam hujan dan terik matahari yang membakar. Baru menginjak hari ke lima, Si Buaya sudah berteriak-teriak minta dilepaskan dari tindihan kayu. Dia berjanji melepaskan tuntutannya atas tubuh sapi.

Cerita tentang nasib Buaya Senior itulah yang kini menghantui kepalanya. Tak boleh lagi Sang Kancil memperdaya buaya. Tak boleh lagi! Bahkan Si Buaya tiba-tiba saja berminat memakan Sang Kancil. Apa yang lebih membanggakan daripada memakan Sang Kancil, si penakluk buaya nomor satu. Pasti namanya akan segera harum semerbak di dunia buaya. Pasti dirinya akan dikenang sebagai buaya hebat sepanjang masa (Undil-2008). Bersambung ke Dongeng Sang Kancil, Kerbau dan Buaya (2)

Gambar diolah dari: cksinfo

Bacaan:
Mutiara Koleksi, Artikel Pilihan: Sang Kerbau, Sang Buaya dan Sang Kancil



Koleksi Dongeng Sang Kancil
Dongeng Sang Kancil, Kerbau dan Buaya (1)
Dongeng Sang Kancil, Kerbau dan Buaya (2)
Dongeng Sang Kancil dan Siput Berlomba lari (1)
Dongeng Sang Kancil dan Siput Berlomba lari (2)
Dongeng Sang Kancil dan Siput Lomba lari (3)

Dongeng Sang Kancil dan Buaya (1)
Dongeng Sang Kancil dan Buaya (2)
Dongeng Sang Kancil dan Buaya (3)
Dongeng Sang Kancil dan Buaya (4)

Dongeng Sang Kancil dan Gong Ajaib
Dongeng Sang Kancil Mencuri Timun

tags: dongeng sang kancil, cerita pendek, cerpen, cerita anak

0 comments:

¿Te animas a decir algo?

Tags

Abu Nawas (29) Amazing (27) Anak Kecil (33) Aneh Dan Unik (28) BB++ (57) bego (146) Cerita (47) cerita anak (29) CERITA LUCU (180) Cerita lucu abu nawas (38) CERITA LUCU DEWASA (82) cerita manajemen (20) cerita ngakak (122) Cerita ngocol (76) cerita pendek (179) cerpen (65) Cewe Cowo (64) Dokter (66) dongeng sang kancil (28) English Joke (32) English Jokes (57) Five story (24) Gallery (20) Gambar (89) Gambar n Foto Lucu (52) Gambar Plesetan (315) goblog (151) gokil (341) Guru (102) Heboh (105) hikayat abu nawas (28) Hot Spot (34) HP (40) humor (99) humor abu nawas (37) Humor and Jokes (87) Humor Dewasa (117) Humor Indonesia (70) Humor Umum (112) Iklan Kocak (46) Indonesian Jokes (70) Info (130) Istri (75) Keren (49) Kesehatan (28) Kisah Abu Nawas (66) kocak (340) Komik (299) Komik dewasa (30) Komik Mahasiswa (123) koplak (348) Kumpulan Cerita Humor Dewasa Lucu (118) Kumpulan SMS Humor Lucu (40) lirik lagu keren (29) Lucu (389) Mahasiswa (37) Maho (61) Mengenal Diri (58) Murid (54) ngakak (352) Ngeri (28) Ngocol Aja (110) Parah (48) Pasien (30) Pelayan (36) Pembeli (38) Pengetahuan (35) Penjual (53) pluralisme dan kebenaran (33) Polisi (62) psikologi (25) puisi (106) Sekolah (55) Seven story (35) Sex (35) SMS (83) Sms Cinta (88) sms idul fitri (40) Sms iseng (280) Sms Jail (52) Sms lucu (200) Sms Narsis (60) Sms Romantis (80) sms ucapan selamat tidur (86) Sms untuk pacar (62) Sms untuk sahabat (70) Sms untuk teman (88) Suami (41) Teka Teki (36) Tips (66) Top sepuluh (53) Top Ten (43) Umum (75) video (74) Wanita (48)
 
Kumpulan Humor Terbaru | Copyright © 2011 Diseñado por: compartidisimo | Con la tecnología de: Blogger