Buscar

Cara Cepat Hamil & Tips Hamil
Rezeki dari SMS
Showing posts with label Mengenal Diri. Show all posts
Showing posts with label Mengenal Diri. Show all posts

Apr 9, 2012

Manja

Kalau lihat dia,
rasanya jadi ingin manja
Soalnya sorot matanya
sepertinya berkata:

“Hai kamu,
bermanja-manjalah padaku
Aku paling suka
kau jadikan tempat bermanja-manja”

Feb 4, 2012

Lirik Lagu Keren Lenka : Trouble Is A Friend :. Bercinta dengan Masalah

Lagunya simple, sederhana dan gampang dinyanyikan. Liriknya memiliki makna yang dalam, sangat menarik dan mencerahkan. Lirik Trouble is a Friend dari Lenka ini bicara tentang masalah yang kita hadapi dalam kehidupan sehari-hari.  


Apakah masalah harus dihindari?. Apakah hidup ideal itu adalah hidup yang tanpa masalah?. Pada kenyataannya masalah suka muncul  dalam keseharian kita. Mau tidak mau, suka tidak suka masalah bisa muncul kapan saja. Lenka menyarankan merubah anggapan kita tentang masalah dari semula sebagai musuh menjadi sebagai teman.

Menjadikan masalah sebagai teman adalah perubahan cara pandang kita. Perubahan mindset kita. Dari sesuatu yang harus dihindari dan ditakuti menjadi sesuatu yang kita anggap wajar kehadirannya. Sebuah cara untuk menentramkan diri . Karena kita sulit membuat dunia tanpa masalah, maka cara pikir kitalah yang perlu dirubah dengan menganggap masalah sebagai teman yang hadir untuk hidup bersama kita.

Terkadang masalah bermanfaat bagi kita. Dengan adanya masalah kita dipaksa mempergunakan potensi diri kita untuk mencari cara pemecahannya. Memaksa kita berpikir dan bekerja untuk menyelesaikannya. Oleh sebab itulah masalah secara tidak langsung mengajarkan kepada kita untuk menjadi manusia yang lebih terampil, lebih matang dan sekaligus memaksa munculnya potensi diri kita yang sebelumnya terpendam.

Tentu kita berdoa pada Allah SWT agar kita tidak menghadapi masalah yang terlalu berat untuk kita pikul. Kita juga tidak berharap mendapatkan masalah baik besar ataupun kecil. Namun bila masalah datang, kita bisa menganggapnya sebagai guru yang siap mengajarkan kita untuk memaksimalkan potensi diri yang kita miliki (Undil-2012)

Lyric Lenka : Trouble is a Friend

Trouble will find you
No matter where you go
Oh, oh
No matter if you're fast
No matter if you're slow
Oh, oh
The eye of the storm
Wanna cry in the morn
Oh, oh
You're fine for a while
But you start
To lose control

He's there in the dark

He's there in my heart
He waits in the wings
He's gotta play a part
Trouble is a friend
Yeah
Trouble
Is a friend of mine
Ahh

Trouble is a friend

But trouble is a foe
Oh, oh
And no matter
What I feed him
He always seems to grow
Oh, oh
He sees what I see
And he knows
What I know
Oh, oh
So don't forget
As you ease
On down my road

He's there in the dark

He's there in my heart
He waits in the wings
He's gotta play a part
Trouble is a friend
Yeah
Trouble
Is a friend of mine
So don't be alarmed
If he takes you
By the arm
I roll down the window
I'm a sucker
For his charm
Trouble is a friend
Yeah
Trouble
Is a friend of mine
Ahh

How I hate the way

He makes me feel
And how I try
To make him leave
I try
Oh, oh, I try

But he's

There in the dark
He's there in my heart
He waits in the wings
He's gotta play a part
Trouble is a friend
Yeah
Trouble
Is a friend of mine
So don't be alarmed
If he takes you
By the arm
I roll down the window
I'm a sucker
For his charm
Trouble is a friend
Yeah
Trouble
Is a friend of mine
Ahh

Ooh

Ahh
Ooh


Sumber lirik: lirik.kapanlagi.com

Dec 31, 2011

Seni Penolakan Haibara kala Mempersiapkan Family Gathering

Haibara kesal dengan sesuatu menyebalkan yang harus dilakukan untuk kesekian kalinya. Ini gara-gara dirinya diseret  Shinichi Kudo untuk ikut serta menjadi panitia family gathering di kantornya. Jabatannya gak tanggung-tanggung lagi.  Koordinator acara family gahthering!

Haibara yakin seyakin-yakinnya bahwa sembilan puluh persen pekerjaan panitia family gathering ini ada di seksi acara.  Jadi Shinichi memberi “gunung gajah” untuk dipikul Haibara. Kerjanya pasti berat banget, berjibun-jibun serta akan memakan habis waktunya. Gimana nggak berat kalo harus membuat acara yang menarik buat 4000 orang!.



Udah gitu Shinichi dan teman-teman lainnya pengen acara beda sama sekali dari tahun lalu. Gak boleh sama!  Harus ada novelty-nya kata mereka.  Sebagai salah satu dampaknya pengisi acara dari mulai pembukaan hingga penutup  adalah kaum profesional dari luar perusahaan. 

Definisi profesional menurut Shinichi adalah layak masuk TV. Artinya jika si pengisi acara belum pernah ditayangkan di TV berarti dia belum bisa dipentaskan di family gathering.  Sebuah persyaratan yang ditentukan oleh Shinichi, tapi dampaknya langsung terasa oleh Haibara, yaitu dirinya harus jungkir-balik & pontang-panting mencari pengisi acara.

Sebenarnya semua itu menyenangkan Haibara yang emang demen bikin acara seperti ini. Yang menyebalkan hanya satu, yaitu wanti-wanti Shinichi kepada Haibara untuk pandai-pandai menolak semua permintaan dari kalangan internal untuk tampil — termasuk bila ada request dari para petinggi di kantor.

Bahkan bos-nya sendiri pun harus ditolak jika minta anaknya bisa tampil di family gathering.  Itu semua karena cita-cita Shinichi untuk membuat integrated family gathering. Entah dari mana dia mendapat istilah itu. Yang pasti Haibara yakin itu bukan ide asli Shinichi, secara anak itu bukanlah ahli tentang acara-acara seperti ini. 

Integrated Family Gathering menurut Shinchi berarti  acara dari awal sampai akhir adalah satu kesatuan yang sudah dipersiapkan dari sejak membuat konsep acara.  Jadi pengisi acara ditentukan berdasarkan konsep acara dan bukan sebaliknya.  Nyatanya emang demikian. Setelah ditentukan konsep acara, maka panitia kecil yaitu Shinichi, Haibara, Kogoro dan dua teman lainnya membutuhkan waktu tiga minggu hanya untuk memperdebatkan susunan detail acara dan siapa saja yang akan mengisi acara.

Debat selepas jam kerja yang berlangsung hingga larut malam bahkan terkadang sampai dini hari itu untungnya berhasil melahirkan blueprint family gathering yang menjadi panduan bersama semua panitia. Disitu sudah tercantum semua pengisi acara, tidak boleh ada tambahan lagi. 

Blueprint itu juga menjadi panduan dalam hal tolak menolak para peminat jadi pengisi acara. Jadi masalahnya bukanlah kualitas para peminat tersebut,  tapi karena konsep acara menghendaki pengisi acara yang sesuai dengan konsep itu dan mereka telah selesai dipilih oleh panitia.  

Alhasil sampai tujuh hari menjelang acara, Haibara udah menolak belasan calon pengisi acara. Dari mulai band lokal karyawan, anak karyawan, keluarga rekanan kantor, hingga pihak-pihak luar yang ingin berpartisipasi. Semuanya ditolak dengan sukses oleh Haibara.   

Namun kali ini yang minta beda. Dia adalah seorang petinggi, bekas koordinator Haibara saat dirinya mengikuti satu project yang dipimpin orang itu beberapa tahun yang lalu. Si Bapak ingin anaknya tampil di panggung family gathering.

Paduan suara anak-anak SMP.  Sebenarnya seru juga siy karena Haibara tahu persis suara mereka bagus-bagus. Dia pernah melihat mereka pentas di Sabuga.  Namun blueprint  udah terbit.  Slot acara sudah tersusun rapi.  Bisa dibom Shinichi bila dirinya merubahnya hanya karena dirinya  gagal menolak satu permintaan saja.

Wuhhh kali ini Haibara harus berusaha keras untuk menolaknya dengan halus.  Secara dirinya banyak berhutang budi pada si Bapak yang telah mengajarinya banyak hal tentang perprojekan.  Sungguh sial dirinya harus melakukan penolakan ini.  Satu hal yang tidak pernah diduganya menjadi bagian dari tugas sebagai koodinator acara family gathering -– menjadi Sang Penolak.  Dus Haibara tiba-tiba merasa menggenggam bola panas yang harus secepatnya dia padamkan.

Haibara ingat seminggu yang lalu dirinya dengan susah payah berhasil menolak permintaan teman dekatnya untuk menampilkan adiknya yang telah lima tahun ikut sanggar tari dengan cita-cita ingin bisa pentas di kantor kakaknya.  Dirinya harus tegar saat melihat si adik kecewa dari sebelumnya hatinya berbunga-bunga karena mengira dapat tampil di panggung dengan ditonton ribuan orang itu.  Secara Haibara sering banget berenang bareng si adik itu di hari-hari libur – dapatlah dibayangkan kekeluan lidahnya.  Pahitnya mengecewakan teman dekat benar-benar dia rasakan saat itu

Penolakan yang lebih ringan -- dilakukan Haibara terhadap salah satu instansi keamanan yang ingin menampilkan band yang baru saja mereka bentuk.  Juga dari  klub lawak yang salah satu anggotanya adalah karyawan kantor. Juga dari beberapa orang luar yang berminat mengisi acara. Untunglah  mereka semua  bisa mengerti alasan yang dikemukakan Haibara.

Haibara berusaha keras menjelaskan adanya blueprint family gathering yang harus dipatuhi. Juga tentang  DP semua pengisi acara yang sudah dibayar dan acara sudah tersusun rapi hingga hitungan menit.  Semua itu membuat pengisi acara tak memungkinkan untuk dirubah lagi. Dan memang demikianlah adanya.  Kadangkala dia menghibur para peminat tersebut dengan menyarankan mereka untuk mengajukan diri pada acara yang lain seperti ulang tahun himpunan kayawan atau acara DKM.  Sebuah penolakan yang dikritik Shinichi sebagai melemparkan bola panas pada orang lain.

^_^

Setelah hampir satu jam dalam keraguan, akhirnya Haibara memberanikan diri menjawab SMS itu. Dia sudah terlalu lelah mencari-cari  kalimat yang enak untuk diungkapkan.

“Mohon maaf Pak,  slot waktu pengisi acara sudah penuh, gak bisa diselip-selipin lagi. Jadi panitia tidak bisa menampilkan paduan suara si adik”

“Saya hanya butuh waktu paling lama 20 menit untuk menampilkan 4 lagu. Please tolonglah mereka sudah sangat antusias untuk tampil di family gathering”. Demikianlah bunyi  jawaban atas SMS Haibara

Duh! Haibara pusing gimana cara dia bisa menolak permintaan kedua  ini. Secara dia sudah divonis mati oleh Shinichi gak boleh merubah-rubah acara lagi karena semuanya sudah dihitung hingga satuan menit oleh Show Director. Tak satu menit-pun yang dibiarkan lowong tanpa detail kegiatan yang harus dilakukan pada menit tersebut.  Memasukkan pengisi acara baru berarti mulai kerja besar lagi menyusun acara.

Akhirnya Haibara memutuskan untuk melenggang ke ruangan Shinichi untuk minta “pertanggung jawaban” dengan cara memilihkan jawaban yang paling pas buat Si Bapak. Saat dirinya duduk di depan meja Shinichi dan ngomong tentang hal itu, anak itu hanya nyengir kuda seraya menyuruh Haibara mengatakan hal-hal yang lain bersamaan dengan SMS penolakan yang akan dikriimkannya.

“Kalo gak salah si Bapak baru saja pindah ke rumah baru yang ada kolam di halaman depannya. Omongin saja tentang itu, mudah-mudahan membantu mencairkan suasana” kata Shinichi

“Busyet lu!. Dasar tukang kasiy beban moral berat ke orang, udah tahu aku dekat dengan dia malahan aku yang disuruh menolak dia!” kata Haibara sambil tiba-tiba saja kepalanya serasa muncul tanduk saking kesalnya melihat kecuekan Shinichi. Rasa-rasanya dirinya ingin menyeruduk Shinichi dengan tanduk itu.  Tapi sudahlah. Percuma saja berantem dengan si tukang nyengir. Malahan dia seneng kalo diseruduk Haibara. Akhirnya dengan hati masygul Haibara memakai juga saran Shinichi pada SMS-nya.

“Punten pisan Pak, kita sudah susun acara hingga hitungan menit. Jadi benar-benar kami tidak bisa lagi menyelipkan pengisi acara lain. Semua jadwal sudah confirm ke pengisi acara, dan kami kesulitan bila harus buat konfirmasi baru lagi dengan mereka.  Btw saya sudah lihat rumah bapak yang baru, asyik banget ada kolam besar di halaman depan, saya pernah lihat Bapak baca koran sambil duduk di gazebo di tengah kolam. Kayaknya seru banget!”

Satu jam belum ada jawaban dari Si Bapak. Hingga Haibara mulai gelisah sambil sesekali melirik Shinichi yang masih sibuk dengan kertas-kertas pekerjaannya.  Akhirnya Haibara membuka laptopnya dan mulai sibuk dengan SOP-SOP baru yang harus dibuatnya.  Dia memutuskan untuk menenggelamkan diri dalam pekerjaanya. Namun untunglah, dua jam kemudian ada jawaban dari si Bapak, dan isinya pendek namun sangat melegakan.

 “OK, saya pernah mengalami jadi panitia, jadi saya dapat memahami kesulitan Haibara”.


Wuuiiiih.... Haibara serasa melayang-layang di antara mega-mega. Pekerjaan yang disangkanya sulit itu ternyata tidak sesukar yang dibayangkan.  Ternyata si Bapak dapat memahami alasan Haibara. Jadi hal-hal  yang ditakuti selama beberapa jam terakhir ini tidak nyata, hanya ada pada bayangannya sendiri (Undil-2011).

Gambar dari :artstor 

May 9, 2011

Dongeng Sang Kancil dan Sekawanan Gajah

“Blusukkkk krik krik krik....byuuurrr!!!!” Sang Kancil tiba-tiba terperosok ke dalam sebuah sumur tua tatkala sedang berada di tepi hutan saat dalam perjalanan menuju Pantai Samas. Kabut masih tebal saat itu sehingga sumur tersebut tidak terlihat oleh Sang Kancil. Rupanya itu adalah sumur peninggalan Tarzan yang telah lama meninggalkan tempat itu untuk menjadi Tarzan Kota.



“Aduh biyuuungg, kakiku sakit buangeeet!” teriak Sang Kancil yang tubuhnya hanya kelihatan kepalanya karena terendam air -- sambil mulutnya nyengir-nyengir menahan sakit. Meskipun dirinya terjatuh di air, karena air sumur tak seberapa dalam maka kakinya terasa nyeri yang hebat akibat benturan. Lalu dengan terpincang-pincang Sang Kancil berenang menepi dan duduk di batu besar yang menyembul di tepi sumur.

Sang Kancil termenung memikirkan nasibnya. Sumur ini ada di tepi hutan. Jarang sekali ada binatang yang berani bepergian sampai ke tepi hutan. Paling-paling sekawanan Gajah yang sedang menjajaki rute baru, kawanan Babi Hutan yang hendak mencari jagung atau Serigala yang sedang mencari-cari makanan tambahan karena sudah bosan dengan makanan yang ada di dalam hutan. Itu artinya dirinya harus lama menunggu sampai ada binatang yang menemukan dirinya di dalam sumur.

Setelah tiga hari tiga malam terjebak, pada hari keempat barulah muncul sekawanan Babi Hutan yang melongok dari bibir sumur. Mereka kehausan dan sedang mencari-cari sumber air minum yang memang jarang ada di tepi hutan itu. Sang Kancil berteriak kegirangan melihat Babi Hutan.

“Woooiiii beib, bantu aku keluar dari sini duuuuuuung!!!” teriaknya sekuat tenaga.

Tapi alih-alih menolong Sang Kancil, para Babi Hutan malahan lari terbirit-birit mendengar suara menggelegar dari dasar sumur. Dikiranya ada monster penunggu sumur yang akan memakan mereka.

Sang Kancil kesal bukan main. Dianggapnya para Babi Hutan itu sungguh terlalu takut pada bayangan monster dalam pikiran mereka sendiri. Mereka terlalu percaya pada cerita-cerita monster sehingga apa saja yang aneh dan menakutkan langsung dianggap monster.


Pada hari kelima muncul lagi seekor binatang lain. Kali ini datang seekor keledai yang baru saja meloloskan diri dari majikannya. Dengan hati riang senang-senang dia bersiul-siul menyusuri tepi hutan. Sampailah dia di bibir sumur tempat Sang Kancil terperosok. Tentu saja dia haus dan penasaran, apakah bisa minum dari sumur tersebut. Belajar dari pengalaman ketakutan para Babi Hutan, kali ini Sang Kancil tidak berteriak. Dia hanya menyapa pelan pada Keledai yang tengah melongokkan kepala.

“Wahai teman, Tolonglah aku. Aku terperosok di dalam sumur tanpa bisa keluar lagi” kata Sang Kancil.

Keledai melihat sejenak ke dalam sumur dan terheran-heran mendengar suara dari dalam sumur. Kemudian dia mengamat-amati dasar sumur, barulah dilihatnya Sang Kancil yang sedang duduk lemas di atas batu. Tiba-tiba Keledai tertawa terbahak-bahak. Si Keledai tertawa terpingkal-pingkal sampai-sampai berguling-guling di atas tanah.

“Hohohoho...bukankah kamu itu Kancil yang terkenal cerdik itu??. Gunakan otakmu yang katanya hebat itu! Atau kecerdasanmu itu berita bohong belaka sehingga kamu masih butuh bantuanku? Uruslah sendiri nasibmu!. Aku tak punya banyak waktu untuk menolongmu!. Lagipula waktu aku jadi peliharaan majikanku, tak ada seorang pun yang peduli. Kini giliranmu dicuekin....Hahahahahaha. Sorry yah!” kata Keledai sambil berlalu dengan masih ketawa ngikik.

Sang Kancil kembali ditinggal seorang diri di dalam sumur. Pada hari keenam muncullah sekelompok orang membawa pedati yang beristirahat di tempat itu. Mereka mendirikan tenda-tenda dan mulai memasak. Nampaknya mereka adalah kafilah pedagang yang sedang mampir beristirahat.

Saat terdengar suara-suara orang berteriak-teriak gaduh karena berhasil menangkap seekor keledai yang lepas, tahulah Sang Kancil bahwa keledai yang kemarin menertawakan dirinya itu masih berkeliaran di sekitar sumur dan tertangkap kembali oleh tuannya. Sungguh malang nasibnya.

Sang Kancil menyadari bahwa dirinya juga harus menghindar dari tangkapan mereka. Maka cepat-cepatlah dia masuk ke sebuah rongga yang ada di dinding sumur dan bersembunyi di situ karena takut ditangkap dan dijadikan sate kancil yang tersohor kegurihannya.

Untunglah para pedagang itu jarang melongok ke dalam sumur sehingga tidak memergoki Sang Kancil. Mereka hanya sesekali saja pergi ke sumur itu untuk mengambil air dengan ember yang diikat dengan tali. Air itu dipergunakan untuk memasak, mencuci dan mandi. Keesokan harinya mereka telah meninggalkan tempat itu. Dari suara-suara mereka, tahulah Sang Kancil bahwa para pedagang itu membuang ember bertali di dekat sumur karena dianggapnya sudah usang.

Pada hari ketujuh muncullah sekelompok gajah yang melintas di dekat sumur. Mereka meneliti dasar sumur karena kehausan. Tak sengaja terlihat oleh mereka Sang Kancil tengah tertidur di sana. Para Gajah itu saling berbisik membicarakan binatang yang tengah terbaring di dasar sumur. Kemudian mereka berteriak memanggil Sang Kancil.

Sang Kancil kaget oleh teriakan para Gajah dan terbangun. Dilihatnya ada beberapa kepala gajah menyembul di bibir sumur. Diam-diam dia sedang berpikir keras cara minta bantuan mereka untuk keluar dari sumur. Akhirnya dia memutuskan untuk membantu para Gajah, baru kemudian minta tolong pada mereka. Memberi dulu baru kemudian menerima pertolongan.

“Wahai Gajah kita adalah sobat yang harus tolong menolong” kata Kancil.

Para Gajah mengangguk-angguk sambil bergumam tanda setuju. Mereka tak sadar jika Sang Kancil berada di dalam sumur karena terjatuh.

“Aku tahu kalian kehausan. Aku akan membantu kalian mengambil air dari dalam sumur. Coba lihat adakah ember dan tali yang diletakkan di dekat sumur. Kemarin kudengar para kafilah membuang ember beserta talinya karena sudah punya ember baru. Walaupun butut ember itu masih berguna bagi kalian. Turunkan ember ke dalam sumur, pegang ujung talinya. Aku akan membantumu menciduk air sumur” teriak Sang Kancil.

Para Gajah yang tengah kehausan dengan antusias mencari-cari barang yang disebutkan Sang Kancil. Sampai akhirnya mereka menemukan tak jauh dari bibir sumur tergeletak ember butut yang diikat dengan tali yang tak kalah bututnya dan penuh sambungan. Kemudian mereka menurunkan ember ke dalam sumur. Sang Kancil membantu menciduk air dan menyuruh gajah menarik ember yang sudah terisi air ke atas.

Begitulah berulang kali air diambil dari dasar sumur. Dengan girangnya para Gajah bergantian minum dan mandi dari air dalam ember yang diambil dari dalam sumur. Maklum sudah dari kemarin mereka kesulitan mencari sumber air. Setelah semua Gajah selesai mandi, barulah Sang Kancil berteriak untuk minta dikeluarkan dari dasar sumur.

Merasa Sang Kancil telah membantu mereka mendapatkan air, para Gajah dengan senang hati membantu Sang Kancil keluar dari dasar sumur. Sang Kancil berpegangan erat pada ember saat dia ditarik keluar dari dasar sumur.

Para Gajah serta merta mengerumuninya dan bertanya-tanya mengapa Sang Kancil bisa berada di dasar sumur. Tadinya mereka mengira Sang Kancil sengaja berdiam diri di sana. Kemudian Gajah-gajah itu membawakan berbagai macam pucuk daun muda dan buah-buahan untuk Sang Kancil yang terlihat begitu lemah sehingga sulit berjalan.

Setelah satu malam menginap di tempat itu dengan dijagai para Gajah, Sang Kancil merasa dirinya cukup kuat untuk melanjutkan perjalanan menuju pantai selatan samas untuk bertemu dengan keluarga Paus biru. Keluarga mamalia laut raksasa itu mengundang Sang Kancil untuk mengajari mereka tentang perubahan angin, cuaca dan iklim di Samudera Hindia agar mereka tidak terdampar di pantai yang dangkal karena kesalahan memperkirakan sifat-sifat lautan. 

Kancil berterimakasih pada para Gajah yang telah membantunya. Para Gajah juga merasa sangat berhutang budi pada Sang Kancil yang telah memberi tahu teknik sederhana mengambil air dari dalam sumur. Sengaja mereka membawa ember butut bertali ke rumah mereka di tengah hutan. Di sana terdapat sumur yang tidak pernah dimanfaatkan karena para Gajah tidak tahu cara mengambil air dari sumur yang dalam (Undil-2011).


Gambar diambil dari http://urdustar.com

tags: mengenal diri, mengenal orang lain, cerita manajemen, cerita pendek, cerpen, cerita kancil, cerita pendek, cerita binatang, dongeng kancil dan gajah, cerita anak   


Cerita lain:
Dongeng Pak Wangsa dan Angsa Bertelur Emas
Cerita Kancil dan Biri-biri Pemberani 

Aug 22, 2009

Cerpen Sang Tetua Malang

Jaman dahulu kala di satu pelosok negeri yang desa-desanya menempati tepian sungai, seorang tetua desa diundang untuk memberi petuah pada acara syukuran yang diselenggarakan oleh tiga orang berbeda dari tiga desa tetangga yang berbeda. Namun acara mereka berlangsung pada waktu yang bersamaan.

Pengundang pertama adalah seorang pedagang kaya yang tinggal di sebuah desa di arah hilir sungai. Pedagang tersebut terkenal sangat dermawan, dan gemar membekali uang pada tamu-tamu acaranya. Sang Tetua desa yang diundang untuk memberikan nasehat ini dan itu, jamaknya akan mendapat ucapan terimakasih dalam jumlah lebih dari Si Pedagang.

Pengundang kedua adalah seorang juru masak dan pemilik kedai gulai terkenal di kota. Juru Masak ini terkenal dengan resep-resep ajaibnya yang hanya dikeluarkan pada saat-saat tertentu saja. Konon pada acara syukuran pernikahan putri tunggalnya ini, Sang Juru Masak akan mengerahkan seluruh kemampuan memasak untuk memanjakan lidah para tamu undangan. Sang Juru Masak juga terkenal karena suka membekali tamunya dengan aneka gulai, dan Si Tetua Desa lazimnya akan dibekali dengan berantang-rantang gulai setelah memberi sepatah dua patah kata selama acara.

Pengundang ketiga adalah seorang jauhari, ahli intan yang sangat tersohor kepiawaiannya dalam menaksir intan. Intan adalah batu yang elok warnanya, biasanya dipergunakan sebagai perhiasan. Kabarnya dia mengadakan pesta syukuran ini untuk merayakan keberhasilannya mendapatkan konsesi tambang intan di sebuah perbukitan tandus di luar pulau.

Alur-alur intan yang terpendam belasan meter di bawah bukit itu menjanjikan keuntungan berlipat-lipat dari modal yang dikeluarkan Sang Jauhari. Si Jauhari juga dikenal suka bermurah hati menghadiahkan intan pada orang-orang yang dihormatinya. Si Tetua sebagai tamu kehormatan sudah tentu akan dihadiahi beberapa biji intan pilihan dari jenis yang paling baik.

^_^

Peninglah kepala Si Tetua Desa dalam menentukan undangan siapa yang bakal dipenuhi. Jarak ketiga desa berjauhan, masing-masing harus ditempuh 2 jam mengayuh perahu menyusuri sungai. Bila dia berangkat selepas Isya, Sang Tetua baru akan sampai tujuan pada pukul 9 malam. Terlambat satu jam dari mulainya acara, tetapi masih ada dua jam lagi sampai acara selesai pukul 11 malam.

Alkisah Si Tetua sangat menggemari gulai ikan, seperti yang akan dihidangkan Si Juru Masak. Sudah lama dia tidak menemukan gulai ikan yang enak. Belakangan setelah tukang gulai ikan langganannya digantikan oleh anaknya, rasa gulainya tidak lagi nendang. Rasanya biasa-biasa saja seperti gulai buatan istri Si Tetua. Makanya dia memutuskan menghadiri undangan Si Juru Masak dengan harapan pulangnya akan mendapat pesangon berantang-rantang gulai ikan terbaik -- yang cukup untuk mengobati kerinduan terhadap gulai ikan selama beberapa hari.

Maka dikayuhnya sampan menuju arah hilir sungai, ke rumah Si Juru Masak. Namun di tengah perjalanan, Si Tetua teringat akan undangan Si Pedagang Kaya yang dermawan. Dirinya teringat, pada undangan tahun lalu, amplop ucapan terimakasih yang disodorkan Si Pedagang senilai penghasilan Si Tetua selama sebulan.

Dibayangkannya dengan uang tersebut dirinya bisa mengajak anak dan istrinya berkunjung ke rumah mertuanya di kota. Disamping itu dia bisa memanjakan dirinya dan anak-anaknya dengan berbelanja pantalon, sepatu dan ikat pinggang di toko-toko pakaian di pusat kota.

Terbayang dalam benaknya dua orang anaknya akan meloncat-loncat kegirangan saat diberitahu akan diajak pergi ke rumah kakeknya sambil berbelanja di toko pakaian. Wuufff, tiba-tiba saja Si Tetua Desa balik haluan, membelokkan sampannya ke arah hulu sungai, menuju rumah Si Pedagang Kaya.

Si Tetua mengayuh sampannya dengan sekuat tenaga karena melawan arus sungai. Apalagi dia merasa telah membuang waktu setengah jam untuk menuju rumah Juru Masak, dan kini dia paling lambat dua setengah jam harus bisa mencapai rumah Si Pedagang Kaya. Bayangan anak-anaknya yang akan bersorak-sorak gembira membuat kayuhan dayungnya tidak terasa berat walaupun melawan arus sungai yang sangat deras. Gambaran kegembiraan buah hatinya itu membuat sampan terasa ringan dikayuh menuju rumah Si Pedagang Kaya.

Namun saat di tengah perjalanan Si Tetua Desa teringat akan keinginan anak sulungnya untuk bersekolah di kota. Sekolah di desanya hanya sampai tingkat sekolah rakyat. Untuk dapat sekolah lanjutan, dia harus mengirim anaknya ke kota. Pastilah butuh biaya yang tidak sedikit.

Tiba-tiba Si Tetua ingat undangan dari Tukang Jauhari. Ahli intan yang kenal baik dengan dirinya ini terkenal akan kedermawanannya. Apalagi dia baru saja menemukan sumber intan di luar pulau. Dibayangkannya Si Jauhari akan membekali dirinya dengan satu kantung berisi beberapa biji intan yang sangat berharga. Kelak intan-intan itu bisa dia gunakan untuk membiayai sekolah anaknya.



Amplop uang dari Si Pedagang tiba-tiba menjadi tidak menarik lagi. Uang itu hanya cukup untuk membuat dirinya dan keluarganya bersenang-senang selama satu minggu di kota. Setelah itu dia tidak punya uang lagi. Urusan biaya sekolah Si Sulung belum akan terpecahkan. Setelah mengingat hal-hal tersebut dan menimbang untung-rugi dari setiap pilihan, tiba-tiba saja Si Tetua berubah pikiran. Dia membelokkan perahunya menuju anak sungai. Rumah Si Jauhari berada di ujung anak sungai. Si Tetua Desa berharap dirinya dapat mencapai rumah Si Jauhari sebelum acara selesai.

^_^

Ketika sampan mencapai ujung anak sungai yang berakhir di sebuah danau kecil, Tetua desa memperlambat sampannya. Didekatinya rumah Si Jauhari yang menjorok jauh ke darat. Namun didapatinya rumah tersebut telah sepi. Ada satu dua orang sedang beberes tikar yang masih dipenuhi piring-piring bekas makan malam. Tidak terlihat lagi tamu-tamu undangan berada di sana. Lampu-lampu minyak yang berjajar di halaman luar telah dipadamkan. Rupanya acara syukuran sudah usai. Alhasil Si Tetua cepat-cepat balik haluan menuju rumah Pedagang Kaya di arah hulu sungai.

Seperti yang terjadi pada rumah Jauhari, acara di tempat Si Pedagang Kaya juga telah usai. Lampu-lampu telah dipadamkan. Tikar-tikar sudah digulung. Tinggal tersisa beberapa orang duduk-duduk di muka rumah sambil mengobrol. Nampaknya mereka adalah beberapa orang upahan si pedagang yang akan menginap di teras rumah sambil menunggu pagi tiba. Pupus sudah harapan mendapat amplop dari Si Pedagang. Kini harapan satu-satunya Si Tetua tinggal acara si Juru Masak.

^_^

Waktu telah lewat tengah malam tatkala sampan Si Tetua sampai di rumah Si Juru Masak. Seperti di rumah Si Pedagang Kaya, tikar-tikar telah digulung dan lampu-lampu minyak di halaman telah dimatikan. Bahkan dilihatnya para pembantu Si Juru Masak telah bergelimpangan tidur di anak rumah.

Mata Si Tetua sembab. Tak satu-pun dari ketiga harapannya yang terpenuhi. Dirinya benar-benar telah kehilangan tiga kesempatan sekaligus. Pelan-pelan dikayuhnya sampan kembali ke rumah. Kepalanya tertunduk lesu, matanya menatap nanar riak-riak air di sekeliling perahunya. Tiba-tiba dia merasa bahwa sebuah pilihan yang paling tepat sekalipun --- bila diambil pada saat yang telah terlambat --- menjadi tidak ada artinya (undil – 17 Agustus 2009, diilhami kisah Lebai Malang).






Jun 6, 2009

Cerita Pendek Manajemen: Think Out of Box


foto: kamera poppy


Adalah Ibing dan Ibang. Dua bersaudara yang bekerja di dua perusahaan yang berbeda namun memiliki tugas serupa. Mereka bertugas mengelola dan memelihara kamar dingin, serta setiap hari melakukan review terhadap recorder suhu kamar dingin.

Namun cara kerja mereka berbeda. Jika Ibang selalu larut dalam rutinitas, Si Ibing secara rutin meluangkan waktu untuk mengambil jarak dari pekerjaan, belajar, mengevaluasi dan melakukan perbaikan.

Ibing bekerja di sebuah perusahaan importir daging dan bertugas menangani 20 kamar dingin tempat penyimpanan daging. Sedangkan Ibang bekerja di perusahaan eksportir ikan yang bertanggung jawab terhadap 20 kamar dingin tempat penyimpanan ikan. Walaupun cara kerjanya berbeda, keduanya sama-sama teliti, terampil dan memiliki kecepatan yang sama dalam menyelesaikan pekerjaan.

Bila ada penyimpangan mereka dengan sigap mengundang bagian teknik untuk melakukan perbaikan. Selama masih terjadi gangguan suhu, mereka memantau dengan ketat kualitas barang yang tersimpan di dalam kamar dingin untuk memastikan bahwa semua barang dalam kondisi segar dan tidak mengalami kebusukan. Mereka juga membuat laporan bulanan kondisi kamar dingin untuk direview oleh bagian QC.

^_^

Alkisah lima tahun kemudian terlihat perbedaan nyata antara kamar dingin Ibang dan kamar dingin Ibing. Kamar dingin Ibing jarang sekali mengalami gangguan dan jika terjadi gangguan akan cepat teratasi. Jumlah gangguan yang terjadi di kamar dingin Ibing jauh menurun dibanding lima tahun lalu.

Kontras dengan milik Ibing, kamar dingin Ibang masih seperti yang dulu. Jumlah gangguan dan lama perbaikan masih sama dengan lima tahun lalu. Ibang tidak banyak melakukan perbaikan pada kamar dinginnya. Dia lebih banyak berfungsi sebagai pengisi formulir data yang rapi dan tidak tertarik untuk melihat lebih jauh sesuatu di balik grafik-grafik suhu yang tercetak di kertas recorder.

Pengetahuan Ibang tentang kamar dingin-pun nyaris sama dengan sekian tahun silam. Dia tidak banyak belajar tentang teori-teori kamar dingin dan mempergunakannya untuk menuntaskan permasalahan yang dia hadapi sehari-hari. Ibang sepenuhnya bergantung pada orang-orang teknik untuk melakukan perbaikan bila terjadi gangguan kamar dingin.

Berbeda dengan Ibang, Si Ibing banyak belajar tentang kamar dingin. Dia rajin mencatat setiap gangguan dan berdiskusi dengan bagian teknik tentang penyebabnya. Catatan-catatan Ibing dalam dua tahun telah menjadi database kondisi kamar dingin yang berisi jenis-jenis kerusakan, ciri-cirinya dan cara perbaikannya. Kemudian Ibing bergerak lebih jauh untuk mengatasi masalah dengan menghilangkan akar penyebabnya.

Komponen-komponen mesin yang lemah diganti dengan yang berkualitas lebih baik. Kegiatan pemeliharaan rutin disesuaikan dengan kondisi terkini mesin dan diarahkan untuk mencegah terjadinya gangguan. Lalu lintas barang ke dalam kamar dingin-pun di atur untuk meminimalkan gangguan terhadap suhu. Tak heran dalam jangka lima tahun -- kondisi kamar dingin Ibing telah berubah menjadi jauh lebih baik.

^_^

Ibing tahu persis apa yang harus dilakukan agar dapat terus berkembang di pekerjaan adalah thinking out of box. Berpikir tanpa dibatasi kebiasaan-kebiasaan rutin sehari-hari.

Pada intinya dirinya tidak boleh terjebak pada rutinitas. Dirinya harus meluangkan waktu untuk berpikir tentang masa depan. Tentang peluang-peluang yang harus dia temukan di celah-celah pekerjaan sehari-hari.

Tanpa berusaha untuk mengambil jarak dengan kesibukan sehari-hari seperti mereview recorder dan mengatur posisi barang di kamar dingin -- dirinya bakalan beku, tidak berkembang dan terjebak pada rutinitas. Dia hanya akan mengulang-ulang hari-harinya, bukan berkembang dari hari ke hari. Dia hanya akan punya pengalaman satu hari yang terus diulang-ulang hingga bertahun-tahun.



Akibatnya meskipun dia sudah bekerja selama satu tahun, tapi sebenarnya dia hanya punya pengalaman kerja sehari yang diulang-ulang seolah-olah telah satu tahun. Lain halnya bila dia sejenak mengambil jeda, berhenti sejenak untuk mengevaluasi –- semuanya akan terlihat lebih jernih.

Kelemahan-kelemahan dan peluang-peluang akan terlihat lebih jelas bila dia rela meluangkan waktu untuk membuat evaluasi. Perbaikan hanya dapat dilakukan bila dia mengambil jarak dari rutinitas.

Thinking out of Box juga berarti Ibing harus menambah pengetahuan yang dimiliki. Bisa dari orang-orang yang lebih ahli atau lebih berpengalaman. Bisa juga ilmu didapat dari buku-buku ataupun sumber informasi lain seperti browsing dari internet.

Dengan bekal tersebut, Ibing tidak perlu mengulang kesalahan orang lain untuk mendapatkan pengetahuan baru. Dia cukup menyerap pengetahuan yang telah dimiliki orang lain untuk diterapkan pada pekerjaan sehari-hari (Undil – Juni 2009).


Sep 13, 2008

Contoh di Sekitar Kita

Sudah setahun Shinichi Kudo membeli komputer ber-DVD ketika temannya bertanya kepadanya tentang penggunaan DVD yang terpasang di komputernya. Apakah Shinichi sering mempergunakan DVD itu untuk menyetel film atau menginstal program. Apakah gambar film di DVD lebih indah dibanding VCD.




Shinichi yang ketika itu tak ambil pusing dengan DVD di komputernya menggelengkan kepala. Bahkan dia sendiri gak yakin apakah telah ada software terinstal untuk memutar film menggunakan DVD – dan ternyata memang tidak ada. Maklumlah, ketika itu masih era Windows 98, di mana software pemutar DVD belum menjadi program standar pada sebuah komputer.

Setelah temannya membantu menginstal software DVD player dan menunjukkan tempat-tempat yang menyewakan DVD, barulah Shinichi menyadari bahwa gambar-gambar di DVD jauh lebih tajam dibanding VCD. Hari-hari berikutnya popularitas VCD di komputernya memudar karena tergusur oleh kehadiran DVD.

^_^

Bertahun-tahun setelah era koneksi internet dengan menggunakan simcard handphone, Shinichi baru mempergunakan ketika melihat temannya telah memakai fasilitas itu. Sebelumnya Shinichi tak pernah hirau dengan segala macam iklan yang lalu-lalang mempromosikan internet via handphone. Dianggapnya koneksi internet yang harganya dapat diterima hanyalah koneksi mempergunakan telepon rumah. Selain telepon rumah dianggapnya terlalu mahal bila dipakai sendiri. Shinichi baru menyadari bahwa koneksi via handphone pun harganya relatif tidak mahal dan caranya mudah setelah melihat temannya mempergunakannya.

Bukan temannya yang mengajari ini dan itu untuk mendapatkan koneksi internet. Tapi Shinichi mencarinya lewat Google yang menyediakan informasi lengkap berjenis-jenis sambungan internet dan tarifnya beserta pengalaman orang-orang yang pernah mempergunakannya. Kemudian Shinichi mencoba sendiri di rumah dan berhasil. Lalu dia berlangganan pada sebuah penyedia layanan internet via telepon genggam yang membuatnya tak harus repot-repot datang ke warnet hanya untuk membuka internet. Namun semua itu baru Shinichi lakukan setelah melihat temannya sukses berinternet-ria via handphone.

Hal serupa terjadi pada blog. Shinichi yang telah lama mendengar tentang blog baru mulai tertarik mempergunakannya untuk melempar tulisan-tulisan ke dunia maya setelah seorang teman tiba-tiba membuatkan blog untuknya dan memposting tulisan-tulisan Shinichi ke dalamnya. Walaupun Shinichi tak pernah mempergunakan blog itu karena email yang berisi password blog yang dikirim temannya raib entah kemana, blog buatan teman itulah yang membuatnya tertarik untuk mulai belajar ngeblog.

Sebelumnya blog dianggapnya sulit dan repot. Paling tidak dirinya harus sedikit menguasai web programming sebelum bisa mempergunakannya. Setelah melihat blog teman tersebut sadarlah Shinichi bahwa membuat blog tak jauh berbeda dengan membuat email. Walaupun kemudian Shinichi belajar juga sedikit-sedikit tentang bahasa xml untuk membuat blog yang reader friendly - terutama untuk membuat judul tulisan-tulisan lama tetap muncul di halaman depan blog sehingga mempermudah pengunjung untuk mencari tulisan yang diinginkan. Semua itu baru dilakukan setelah temannya memberi contoh.

^_^

Apa yang telah kita miliki tidak selalu kita manfaatkan. Hal-hal yang telah lama berada dalam genggaman kita tidak lalu mesti kita sadari bahwa hal itu dapat membantu aktifitas kita. Terkadang kita perlu keberadaan orang lain di sekitar kita yang telah memanfaatkan hal itu untuk membuat kita sadar bahwa kita juga bisa mempergunakan fasilitas itu untuk hal-hal yang bermanfaat.

Contoh nyata di dekat kita akan membuat kita sadar bahwa kita bisa melakukannya. Sebuah aktifitas orang lain di dekat kita akan membuat kita tersadarkan bahwa selama ini kita menyia-nyiakan kesempatan yang telah disodorkan kepada kita.

Hal serupa tapi tak sama juga terjadi pada diri Maruko. Selamanya dari waktu TK hingga selesai kuliah Maruko tak pernah yang namanya puasa pada hari senin dan kamis. Tetapi setelah dirinya bekerja, tiba-tiba dia mendapati teman-teman satu ruangan jarang makan siang di hari senin dan kamis. Kemudian Maruko tahu bahwa mereka sedang berpuasa. Lalu Maruko menyadari bahwa dirinya sama sekali tak pernah mempergunakan fasilitas yang disediakan Tuhan untuk melatih pengendalian diri dan agar lebih dekat dengan-Nya itu. Walaupun dia sering mendengar tentang puasa itu, dia tak pernah tergerak untuk melakukannya sampai orang-orang di sekitarnya mempraktekkan.

Sebaliknya Maruko juga menyumbangkan tradisi tertentu pada teman-teman seruangan. Sebelum kehadiran Maruko di tempat itu, tak ada kebiasaan memesan makanan dari kantin ke dalam ruangan kerja untuk dinikmati bareng-bareng. Kini makanan dan minuman pesanan selalu datang setiap menjelang jam istirahat sebagai makanan pembuka sebelum acara makan siang. Maruko telah berjasa memperkenalkan tradisi kuliner di ruangannya. Menurut beberapa teman Maruko, ternyata bekerja terasa lebih indah bila makanan hadir di sekitar mereka...hihihi (undil 14 Sept 2008)

Aug 10, 2008

Manusia yang Mengumpulkan Kepingan-kepingan Puzzle Ilmu Jiwa Manusia



Seorang manusia yang mengumpulkan
kepingan-kepingan sifat-sifat manusia
hingga terkumpul dalam sebuah puzzle ilmu jiwa manusia.
Dia belajar dari hal-hal yang telah dia lakukan
Dia menilai dan menimbang reaksi-reaksi orang
terhadap apa yang dia lakukan
Lalu dia belajar untuk bisa bertindak lebih bijak

Terkadang saat akan melakukan sesuatu
dalam area kepingan puzzle yang masih kosong
dia hanya bisa meraba-raba dalam sebersit rasa ragu.
Dan dia tetap melakukan karena menurut dia baik.
Kemudian reaksi-reaksi orang membuatnya
menilai ulang perbuatannya,
dan terkadang membuatnya didera rasa bersalah


Dan dia sadar,
maksud baik saja tidak cukup,
harus disertai pemahaman terhadap sifat-sifat manusia,
agar maksud baik itu terealisasi dalam harmoni,
agar tidak menabrak benang-benang halus perasaan manusia,
agar kebaikan itu teraplikasi dengan cantik,
dalam sebuah orkestra indah hubungan antar manusia

Puisi tentang Hal Remeh Temeh: Lupakan Saja!

Kadang-kadang sesuatu yang sepele lebih baik tidak dikatakan
Kadang-kadang hal remeh temeh lebih baik disimpan dalam hati
Kadang-kadang kekecewaan lebih baik dilupakan daripada dikatakan
Daripada bikin orang lain bete
Daripada bikin orang lain merasa bersalah
Daripada bikin jarak dari mereka

Lagipula buat apa berkeringat oleh persoalan kecil!
(Undil-2008)





Jul 13, 2008

Tidak Butuh Kata-kata

terkadang saya terheran-heran
penilaian saya terhadap sesuatu atau seseorang
ternyata sama dengan penilaian orang lain

terkadang saya terheran-heran
lelucon yang tidak membuat saya tertawa
ternyata garing juga di telinga orang lain

terkadang saya terheran-heran
apa yang saya rasakan pada perilaku seseorang
ternyata dirasakan juga oleh orang lain

terkadang saya terheran-heran
orang yang saya anggap ramah dan menyenangkan
ternyata juga dianggap baik oleh orang lain

terkadang saya terheran-heran
kita disatukan oleh rasa dan standar yang sama
sehingga penilaian tak harus selalu diungkapkan dengan kata-kata

penilaian terhadap perilaku seseorang
adakalanya lebih baik disimpan dalam hati
toh orang lain juga merasakan hal yang sama
(Nailul-2008)

May 21, 2008

Resep Biar Tidak Dengki

Resep berikut saya dapat dari rekaman khutbah Jumat Rahman Ma’as di Salman ITB (78-11-24). Agar kita tidak dengki melihat rizky orang lain. Biar kita tidak sakit hati melihat keberuntungan orang lain yang mendapat hasil lebih -- padahal usahanya tidak sekeras usaha kita. Biar damai dalam hati melihat kelebihan orang lain, pergunakan mereka sebagai alasan dalam doa kita.

Ya Allah,
tambahkan rizky kepadaku
seperti engkau tambahkan rizky
kepada mereka

Semakin banyak orang yang mendapat rizky di sekitar kita, semakin banyak orang yang beruntung di lingkungan kita, akan semakin banyak alasan kita dalam berdoa.

Ya Allah,
tambahkan rizky kepadaku
seperti engkau tambahkan rizky
kepada dia, dia, dia dan dia.

Dengan demikian semakin banyak orang ber-rizky lebih diantara kita, tidak akan membuat rasa tidak enak dalam hati kita dan kedamaian senantiasa meliputi hati kita (undil-08)





Sep 1, 2007

Hadiah Paling Sederhana

Saat aku Shalat Jumat kemarin, khutbah Sang Khatib bagus banget. Diantaranya tentang contoh sedekah paling sederhana yang bisa kita berikan pada orang lain. Sedekah yang sangat sederhana namun bukan berarti kecil nilainya. Sedekah sangat sederhana dalam arti bisa dilakukan oleh semua orang. Tidak harus kaya, tidak harus memiliki tenaga yang kuat atau ketrampilan tertentu, tidak harus memiliki banyak waktu luang, bahkan anak kecil-pun bisa memberikannya.

Sedekah istimewa apakah gerangan itu? Doa. Yah, doa untuk orang lain. Berdoa untuk orang lain adalah pemberian sederhana yang bernilai sangat tinggi. Kita memohon kebaikan atas orang lain kepada Tuhan. Kita meminta sesuatu untuk orang lain pada Sang Maha-Kaya. Meminta pada Tuhan untuk memberi pada seseorang. Sebuah pertanda ketulusan hati. Sebuah pertanda kebesaran hati. Sebuah latihan untuk berbahagia atas kebahagiaan orang lain. Mungkin juga sebuah latihan untuk menjauhkan debu-debu rasa iri dengki dari lampu-lampu yang bertugas menerangi ruang-ruang kebahagiaan dalam hati kita -- sehingga gelapnya rasa sedih dan rasa takut enggan memasuki ruang-ruang yang terang benderang itu.

Saya membayangkan alangkah senangnya didoakan oleh orang lain. Dimohonkan oleh orang lain agar Tuhan melimpah-ruahi kita dengan kebaikan. Diketukkan oleh orang lain pintu-pintu langit - agar keberkahan selalu menyertai hidup kita. Artinya si pendoa adalah orang baik yang ingin kebaikan buat kita. Si pendoa adalah orang yang tulus menginginkan kebahagiaan pada diri kita. Senangnya bila kita punya teman baik seperti si pendoa.

Doa adalah salah satu hadiah terindah yang disediakan Tuhan untuk kita. Hadiah "paling sederhana", namun nilainya sangat tidak bernilai. Trims buat Pak Khatib yang telah mengingatkan saya tentang hal mudah dan sederhana tetapi agung nilainya.

Aug 30, 2007

Dummy

Otoklaf adalah alat untuk melakukan sterilisasi material menggunakan uap. Material yang disterilisasi dapat berupa peralatan produksi. Peralatan tersebut perlu disterilisasi agar kelak saat kontak dengan produk tidak menyebabkan kontaminasi. Sebelum digunakan otoklaf terlebih dahulu divalidasi untuk membuktikan bahwa otoklaf berfungsi dengan baik dan mampu menghasilkan material yang steril. Validasi dilakukan terhadap semua loading sterilisasi yang kelak akan dipakai pada kegiatan rutin produksi. Pada setiap loading biasanya ada beberapa material yang disterilisasi. Misalnya loading sterilisasi filter terdiri dari 5 buah filter 10 inchi dan 2 buah filter 20 inchi. Loading botol terdiri atas 5 botol gelas 5 liter dan 10 buah botol gelas 2 liter.

Bila suatu ketika kegiatan produksi membutuhkan material lebih sedikit dari loading yang ada, sterilisasi harus tetap mengikuti konfigurasi loading yang telah divalidasi. Jadi akan ada material yang disterilisasi, tetapi tidak akan digunakan untuk produksi. Material seperti itu disebut dengan dummy. Si dummy dibutuhkan agar loading sterilisasi sesuai dengan loading yang telah divalidasi, tetapi tidak akan digunakan. Jadi fungsinya adalah substitusi, pendamping agar sebaran panas di dalam otoklaf sesuai dengan sebaran panas yang telah divalidasi.

Contohnya pada loading filter yang terdiri atas 5 filter 10 inchi dan 2 filter 20 inchi. Walaupun yangt dibutuhkan untuk kegiatan produksi saat itu hanya 5 buah filter 10 inchi, dalam loading sterilisasi harus tetap ada filter 20 inchi. Filter 20 inchi inilah yang disebut dummy.

^_^

Pemain sepakbola dummy adalah pemain yang kehadirannya hanya berfungsi agar jumlah tim 11 orang, walaupun dia sama sekali tidak bisa bermain bola. Dia boleh lari kesana-kemari mengejar bola, tetapi tidak akan pernah diberi umpan bola oleh teman-teman satu team karena ketidakmampuannya mengolah bola. Seorang asisten manager dummy adalah asisten yang keberadaannya tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Bisa karena si asisten tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk memikul tanggung jawab, namun bisa juga karena bossnya tidak mau memfungsikan si asisten. Bisa jadi si Boss merasa berat mendelegasikan beban kerja karena takut pekerjaan jadi lambat atau kualitasnya berkurang. Bisa juga karena si Boss males mengajarin asistennya karena dianggapnya hanya akan membuang-buang waktu saja. Jadilah si boss supersibuk sementara asistennya banyak merenung karena hanya ditugasi menyimpan dokumen.

Sebentar lagi puasa! Tentu saja kita tidak ingin jadi seperti dummy. Berpuasa bukan sekedar untuk menggugurkan kewajiban, bukan sekedar tidak makan seraya mengabaikan yang lain-lainnya. Mudah-mudahan puasa mendatang beserta amalan-amalan penunjangnya bisa memberi nilai lebih pada diri kita.


Aug 22, 2007

Blank adalah...

Blank adalah
lagi pelatihan soal
BSE trus tiba-tiba
pikiran sejenak pindah ke tempat lain


Blank adalah
pikiran yang sejenak mengembara

kala si konsultan menerangkan penyakit sapi gila

Blank adalah
kaget
saat teman sebelah bicara
soal cara penyebaran BSE
padahal pikiran sedang nun jauh di sana


Blank adalah
pikiran yang melompat sebelum balik lagi

kala konsultan bicara soal prion

Blank adalah
soal-soal lain yang sesaat melintas
kala
si expert bicara soal pentingnya
bahan baku bebas BSE


Blank adalah ketidakhadiran sesaat
walaupun tubuhku tetap berada di ruang pelatihan


ps: semoga kehadiran Mr. Blank hanya sesaat.













Suara sapi kiri dan sapi kanan


Bovine spongiform encephalopathy
Bovine spongiform encephalopathy (BSE) atau lebih dikenal sebagai penyakit sapi gila adalah penyakit neurodegeneratif mematikan yang menjangkiti ternak. Penyakit ini juga tampaknya dapat menular kepada manusia. Tidak seperti penyakit lainnya yang disebarkan oleh mikroba, BSE disebabkan oleh sejenis protein yang berubah bentuk dan dinamai prion. Prion-prion ini kemudian menyerang sel-sel otak. Penularan BSE adalah melalui makanan ternak yang terkontaminasi.

sumber: wikipedia indonesia




Prion
Prion adalah pembawa penyakit menular yang hanya terdiri dari protein. Prion tidak dapat dimusnahkan dengan panas, radiasi, atau formalin. Prion menyebabkan berbagai penyakit degenerasi seperti kuru, scrapie, Creutzfeldt-Jakob disease (vCJD), dan bovine spongiform encephalopathy (BSE atau sapi gila). Semua penyakit ini menyerang otak atau sistem syaraf lainnya, mematikan, dan belum dapat disembuhkan. Namun sebuah vaksin telah dikembangkan untuk tikus dan sedang dikembangkan lebih lanjut untuk manusia

sumber: wikipedia indonesia

Aug 9, 2007

Pusing adalah...

Pusing adalah
kala aku lagi sakit
badan demam,
sudah malam dan mau tidur

tapi otakku gak mau berhenti
menganalisis segala sesuatu
yang kudengar,
yang kulihat,
yang kurasakan
yang hanya terlintas di benakku

Pusing adalah
kala aku lagi sakit
terus otakku masih saja terus menganalisis
gak mau berhenti,
ngotot ingin maen analisa

gak peduli pada jasad yang sedang merana
gak peduli tubuh yang butuh lelap di alam mimpi
dia terus aja menganalisis apa saja...

Yah apa boleh buat
emang begitulah dia adanya
suka tidak suka lebih baik suka
syukuri dia apa adanya

Nb: Salut buat Pak Adang dan Pak Dani yang jantan mengakui kekalahan

Aug 4, 2007

We All Have Chance to Do Small Things in a Great Way

Syair pengobar semangat ini saya dapatkan dari Majalah Percikan Iman edisi Mei 2006. Edisi lama majalah ini saya temukan (baca: saya beli) kala mengunjungi pameran buku di Landmark Braga, hari Jumat malam kemarin (01 agt 07). Pada intinya syair ini bercerita bahwa manusia diberi jumlah waktu yang sama oleh Tuhan. Orang-orang besar yang bisa mengubah dunia memiliki jumlah waktu yang sama dengan manusia kebanyakan. Hanya saja mereka mereka mampu melakukan hal-hal yang besar dengan waktu yang mereka miliki.

Bagaimana dengan manusia yang tidak punya kesempatan melakukan hal-hal yang besar selama hidupnya? Buat mereka, Tuhan memberi anugerah berupa kesempatan untuk melakukan hal-hal yang biasa-biasa saja dengan cara yang besar. Selalu ada kesempatan buat kita untuk melakukan pekerjaan sederhana dengan cara yang luar biasa! Melakukan lebih dari sekedar yang diminta. Bukan jenis pekerjaannya, tetapi cara melakukannya yang luar biasa!

Kaidah itu sebenarnya telah lama dikenal di dunia psikologi, dan sangat tepat untuk digunakan memberi semangat pada karyawan biasa hingga level top manajer untuk bekerja maksimal sesuai potensi dirinya. Tak peduli jenis pekerjaannya, seorang pekerja bisa membuatnya istimewa dengan memberi sentuhan istimewa sesuai potensi yang dia miliki.

^_^

We Have The Same Hour

A great opportunity
await those who give more than what is asked

put the uncommon touch
on even the most common tasks

One of God’s greatest gifts
is to enable ordinary people
to do extraordinary things

We may never have the opportunity
to do great things in a great way
But we all have the chance
to do small things in a great way

Praise is satisfying to receive
but it never teaches us anything new
Remember, true salesmanship
just begins when the customer say “no”

If at the end of a day
you feel dog-tired
maybe it’s because
you growled all day

The man and women who change the world
don’t have any more hours a day
than you and I

^_^

Kita Memiliki Jam yang Sama

Kesempatan yang besar
menanti mereka yang memberi lebih dari yang diminta

Lakukanlah penanganan yang luar biasa
meskipun pada hal-hal yang sangat biasa

Salah satu anugerah terbesar dari Tuhan
adalah memberi kemampuan kepada orang biasa
untuk melakukan hal-hal yang luar biasa

Kita mungkin tak akan pernah memiliki kesempatan
untuk melakukan hal-hal besar secara luar biasa
Tetapi kita semua memiliki kesempatan
untuk melakukan hal-hal kecil secara luar biasa

Menerima pujian adalah hal yang menyenangkan
tetapi itu tak pernah mengajari kita hal baru
Ingatlah, menjadi salesman yang sebenarnya
baru dimulai ketika konsumen bilang “tidak”

Jika di penghujung hari
Ada merasa sangat lelah
mungkin itu dikarenakan
Anda mengeluh sepanjang hari

Orang-orang yang bisa mengubah dunia
tidak memiliki jumlah jam lebih banyak dalam sehari
daripada apa yang saya dan Anda miliki

Jackson Brown, PS I Love You
re-arranged & translated by Agung
Majalah Percikan Iman Edisi Mei 2006


^_^

Kita mungkin tidak punya kesempatan untuk melakukan hal-hal yang besar, tetapi kita selalu memiliki kesempatan untuk melakukan hal-hal yang kecil dengan cara luar biasa. Melakukan pekerjaan yang biasa-biasa saja dengan cara luar biasa. Kita mau belajar keras, berlatih keras dan berpikir keras untuk menguasai pengetahuan yang dibutuhkan untuk membuat hasil kerja kita luar biasa. Melakukan hal-hal yang sama dengan yang dilakukan orang lain -- namun kita memberinya nilai lebih -- berkat sentuhan ilmu pengetahuan dan ketrampilan yang telah kita sesuaikan dengan potensi yang kita miliki.

Seorang tukang parkir sepeda motor dapat memberi pelayanan luar biasa terhadap pelanggannya dengan cara memberi batas waktu maksimal bagi dirinya untuk mengeluarkan motor dari tempat parkir. Misalnya pelanggan paling lama menunggu 30 detik sebelum motor siap untuk dikendarai kembali. Pelayanan yang cepat membuat pekerjaannya menjadi luar biasa.

Si tukang parkir juga bisa menjadi tukang parkir luar biasa dengan cara menjamin keselamatan helm pelanggan dari tangan pencuri. Bisa dengan cara mengawasi terus menerus motor pelanggan atau menyediakan tempat khusus untuk menaruh helm-helm pelanggan agar lebih mudah diawasi. Apakah hal itu luar biasa? Tentu saja luar biasa, apalagi bila di area kerjanya sering terlihat orang menenteng helm kemana-mana karena takut hilang.

Seorang penjual nasi bisa memberi nilai tambah pada pelanggannya dengan menghapalkan selera mereka. Misalnya ada pelanggan yang tak suka pedas, maka tanpa perlu bertanya nasinya tidak diberi sambal. Beberapa pelanggan yang tidak suka mie goreng diberi ketimun dan tomat, pesanan mie gorengnya tidak diberi lalapan. Pelanggan yang nasinya sering bersisa ditawarin untuk makan nasi separuh.

Dia juga bisa menyediakan nasi yang fresh sepanjang hari dengan menanak nasi sedikit demi sedikit, beberapakali dalam sehari. Dengan trik itu makanan yang dimasak pagi hanya dijual sampai siang, makanan yang dimasak siang hanya dijual sampai malam. Makanan sisa kemarin yang sudah tidak enak, tidak dijual lagi. Banyak sekali hal yang bisa dilakukan seorang penjual nasi untuk bekerja secara luar biasa

Peluang buat seorang tukang parkir ataupun tukang nasi adalah bukti bahwa Tuhan memberi anugerah yang besar bagi manusia berupa kemampuan orang biasa untuk melakukan hal-hal luar biasa. Memberi anugerah pada seseorang untuk mampu memberi lebih dari yang diminta. Memberi lebih dari yang diharuskan. Menguasai lebih dari sekedar pengetahuan dasar yang dipersyaratkan. Manusia diberi kesempatan seluas-luasnya untuk memaksimalkan potensi dirinya dengan mengerjakan hal-hal biasa dengan cara luar biasa. (Undil-agustus 2007).

website percikan iman : www.percikan-iman.com
alamat redaksi : Jl. Paledang No. 25 Karapitan (022) 4232972



Aug 2, 2007

Siapa yang Mendapat Pujian?

Di akhir satu sessi pelatihan sang trainer memutar sebuah film yang mengharukan tentang pertandingan olahraga raga yang diikuti oleh para difabel (differently-abled people istilah alternatif untuk penyandang cacat tubuh). Berbagai macam cabang atletik dan olahraga lain dapat mereka lakukan dengan sangat baik layaknya manusia yang tidak mengalami hambatan fisik. Tentunya hal itu diperoleh dengan usaha dan latihan yang keras hingga mereka dapat sehebat itu. Semuanya itu pasti memerlukan pengorbanan. Sebuah prestasi dan pengorbanan para difabel yang mendapat pujian dari si trainer.

Namun saya sangat tertarik dengan manusia di balik pesta olahraga itu. Arsitek yang membuat pesta olahraga untuk para difabel dapat berlangsung. Mereka adalah manusia dengan pemahaman yang luar biasa terhadap kebutuhan orang lain untuk mengaktualisasikan diri. Mereka menyadari kebutuhan para manusia difabel untuk memaksimalkan potensi dirinya. Mereka adalah manusia dibalik layar yang mampu memaksimalkan potensi para difabel. Tentu saja penghargaan ini saya berikan dengan tidak mengurangi rasa hormat dan kagum saya atas pencapaian para difabel.

^_^

"Wah, anda masih muda tetapi sudah memiliki pemahaman yang mendalam dan mampu menjelaskan dengan gamblang pada para teman-teman saya di divisi adminitrasi. Saya salut pada kemampuan anda sebagai generasi muda perusahaan" kata seorang General Manajer pada seorang staff muda perusahaan seusai memberi presentasi pada satu sessi pelatihan.

Memang si staff layak mendapat pujian karena mampu memberi presentasi dengan sangat baik yang menunjukkan bahwa dia benar-benar menguasai baik materi pelatihan maupun seni berkomunikasi.

Kalau kita lebih teliti menyimak pujian itu -- disamping si staff yang memberi training -- siapa sih yang mendapat pujian ? Jawabannya sangat sederhana. Yaitu manajer yang mencetak si staff hingga bisa seperti itu. Arsitek yang bisa "memaksa" orang-orang yang menjadi tanggung jawabnya agar mengembangkan potensi dirinya dengan maksimal. Manusia di balik layar adalah orang yang sebenarnya mendapat pujian.






Jul 25, 2007

Seribu Tahun Lagi



Seribu tahun lagi
Bila calon fosilmu jadi penghias tanah
Seberapa besar sesalmu
Atas kekerdilanmu saat ini

Seribu tahun lagi
Mungkin sisa-sisa tulangmu akan meratapi
nyamuk-nyamuk kecil yang kau besar-besarkan
seolah singa raja rimba
yang siap mencabik-cabik dirimu

Seribu tahun lagi
Apalah artinya ejekan, hinaan,
penolakan ataupun ditertawakan ?
Pantaskan mereka menyurutkan langkahmu?

Dengar kata-kataku!
Telan ego rapuhmu itu
Jangan biarkan waktu berlalu
Berteriaklah pada dunia
Kurebut hari ini!
Kurebut hari ini!
Kurebut hari ini!





Jul 7, 2007

Please Don't Just Do What I Tell Ya

Saya melakukan beberapa pekerjaan menarik
semasa remaja dan kuliah. Diantaranya menjadi
kasir di sebuah jaringan toko.

Suatu ketika pada saat saya
duduk di belakang meja kasir, seorang manajer
wilayah datang, setelah melihat-lihat keadaan
toko, dia memberi isyarat pada saya untuk
mengikutinya.

Apa yg dilakukan manajer?

Ternyata si manajer mengisi tempat
barang-barang dagangan yang kosong karena telah terjual
dengan barang baru dari tempat persediaan.

Kemudian dia membersihkan counter makanan dan
memisahkan barang-barang yang sudah rusak,
dan sepertinya dia ingin saya mengikuti
apa yang telah dia lakukan.

Wow! Betapa kagetnya saya!
Sesuatu yang tak terpikir untuk saya kerjakan.
Sesuatu yang saya pikir bukan bagian dari tugas saya.
Selama ini saya cuek saja melihat ketidakberesan itu.

Hiks!
Saya adalah minimalis yang bekerja ala kadarnya
Saya telah menyia-nyiakan potensi saya.
Huuuuuuu.....seharusnya saya bisa memberi lebih banyak!

Hari itu saya dapatkan pelajaran sangat berharga.
Bahwa saya seharusnya melakukan hal-hal
yang perlu dilakukan, tanpa menunggu perintah.
Bahwa saya seharusnya aktif menyelesaikan masalah
di lingkungan kerja saya, tanpa harus disuruh-suruh!

Peristiwa itu telah merubah saya!
Saya bukan lagi sekedar seorang penonton
Saya harus menjadi seorang yang bertanggung-jawab
terhadap pengalaman kerja saya sendiri.

^_^

Kisah diatas kurang lebih menggambarkan inti dari buku

PLEASE DON'T JUST DO WHAT I TELL YOU,
DO WHAT YOU NEEDS TO BE DONE,

Sebuah buku tipis bersampul oranye,
hanya 95 halaman,
ditulis oleh si Bob Nelson
yang di Indonesia diterbitkan
oleh Elekmedia Komputindo 2003.

Untukmu ilalang berbunga

Mekar di tepi selokan
yang dialiri air keruh campur sabun
juga plastik dan sisa sayuran mengapung
yang kadang tersangkut di tubuh mungilmu.

Kau setia berbunga
coba indahi sekelilingmu
jadi setitik warna di tengah kepucatan
walau hanya air keruh makananmu
tak membuatmu cengeng dan cemberut

Kau setia berbunga
tanpa harus dipupuk dan dirawat
tanpa obat anti serangga
atau pagar pelindung dari binatang liar.

Kau segera tumbuh lagi
setelah tubuhmu habis dimakan binatang.
Tersenyum manis kala daun-daunmu
mengenyangkan serangga-serangga kelaparan
Tertawa geli kala bungamu jadi santapan
kelinci liar bersama anak-anaknya yang lucu

Kau setia berbunga
tanpa butuh apa-apa
tanpa harus ini dan itu
tanpa syarat.
berbunga dengan apa adanya






Rahasia Puaskan Istri Anda

Tags

Abu Nawas (29) Amazing (27) Anak Kecil (33) Aneh Dan Unik (28) BB++ (57) CERITA LUCU (181) CERITA LUCU DEWASA (84) Cerita (47) Cerita lucu abu nawas (38) Cerita ngocol (76) Cewe Cowo (64) Dokter (66) English Joke (32) English Jokes (57) Five story (24) Gallery (20) Gambar (89) Gambar Plesetan (315) Gambar n Foto Lucu (52) Guru (102) HP (40) Heboh (105) Hot Spot (34) Humor Dewasa (117) Humor Indonesia (70) Humor Umum (112) Humor and Jokes (87) Iklan Kocak (46) Indonesian Jokes (70) Info (130) Istri (75) Keren (49) Kesehatan (28) Kisah Abu Nawas (66) Komik (299) Komik Mahasiswa (123) Komik dewasa (30) Kumpulan Cerita Humor Dewasa Lucu (118) Kumpulan SMS Humor Lucu (40) Lucu (389) Mahasiswa (37) Maho (61) Mengenal Diri (58) Murid (54) Ngeri (28) Ngocol Aja (113) Parah (48) Pasien (30) Pelayan (36) Pembeli (38) Pengetahuan (35) Penjual (53) Polisi (63) SMS (83) Sekolah (55) Seven story (35) Sex (35) Sms Cinta (88) Sms Jail (52) Sms Narsis (62) Sms Romantis (80) Sms iseng (286) Sms lucu (204) Sms untuk pacar (62) Sms untuk sahabat (70) Sms untuk teman (88) Suami (41) Teka Teki (36) Tips (66) Top Ten (43) Top sepuluh (53) Umum (75) Wanita (48) bego (146) cerita anak (29) cerita manajemen (20) cerita ngakak (122) cerita pendek (179) cerpen (65) dongeng sang kancil (28) goblog (151) gokil (341) hikayat abu nawas (28) humor (99) humor abu nawas (37) kocak (340) koplak (348) lirik lagu keren (29) ngakak (352) pluralisme dan kebenaran (33) psikologi (25) puisi (106) sms idul fitri (40) sms ucapan selamat tidur (86) video (74)
Rezeki dari SMS
 
Kumpulan Humor Terbaru | Copyright © 2011 Diseñado por: compartidisimo | Con la tecnología de: Blogger