Buscar

Cara Cepat Hamil & Tips Hamil
Rezeki dari SMS
Showing posts with label Humor Anak-anak. Show all posts
Showing posts with label Humor Anak-anak. Show all posts

Apr 30, 2014

Pekerjaan Pelayan Toko

Seorang anak kecil datang untuk membeli gula-gula satu ons. Pelayan mengambil tangga di belakang toko, naik ke rak paling atas, menurunkan stoples, menimbang permen, naik tangga, mengembalikan stoples, turun tangga dan mengembalikan tangga ke belakang toko.

Seorang anak kecil datang lagi untuk membeli gula-gula satu ons. Pelayan mengambil tangga di belakang toko, naik ke rak paling atas,menurunkan stoples, menimbang permen, naik tangga, mengembalikan stoples, turun tangga dan mengembalikannya ke belakang toko.

Kemudian datang anak kecil ketiga yang juga membeli gula-gula satu ons.

Selesai mengembalikan tangga, datang pula anak kecil yang keempat. Kini pelayan toko itu sudah kehabisan tenaga. Ketika masih berada di atas untuk mengembalikan stoples, anak kecil kelima datang.

"Kamu juga mau membeli gula-gula satu ons?" tanya pelayan toko dengan stoples masih di tangan.

"Tidak, Pak," jawab anak itu.

Pelayan toko kemudian menyelipkan stoples itu di rak paling atas,turun tangga dan mengembalikannya ke belakang toko.

"Nah, sekarang kamu mau beli apa?" tanya pelayan toko dengan sisa-sisa tenaganya.

"Gula-gula setengah ons." jawab anak kecil itu.

Absensi Kelas

Di kelas 1 sebuah Sekolah Dasar sedang ada absen kelas...

Guru: "Nana Yuliani!"

Nana: "Saya, Bu!"

Guru: "Denny Hutagalung!"

David: "Saya, Bu!"

Guru: "Tono Surtono M!"

Tono: "Saya, Bu!"

Guru: "Tono, tolong sini sebentar..."

Tono: "Kenapa, Bu Guru?"

Guru: "Ibu agak nggak suka sama nama kamu. Kalo udah Tono, jangan pake Surtono lagi. Jadinya aneh. Bilangin itu ke bapak kamu, ya!?"

Tono: "Iya, Bu!"

Guru: "Ngomong-ngomong, M-nya itu singkatan dari apa?"

Tono: "Martono, Bu!"




Nasib Seorang Guru

Seorang guru wanita sedang mengajar murid-muridnya di hari pertama masuk sekolah. Diatas papan tulis ia mencoba menggambar buah apel, lalu sambil membalikkan badannya ia bertanya kepada para murid: "Gambar apa ini ?" Tak ayal para murid secara serentak berseru:"Pantat!"

Mendengar jawaban tersebut, guru tersebut menangis sambil setengah berlari mencari kepala sekolah untuk mengadukan perilaku murid-muridnya. Melihat tangisan sang guru wanita tersebut, kepala sekolah tanpa menanyakan alasannya, langsung saja menerjang masuk ke ruang kelas, lalu dengan emosi ia memarahi semua murid: "Kalian sungguh berani-beraninya mempermainkan seorang guru! Apa yang kalian lakukan terhadapnya ?!"

Sesaat ruang kelas menjadi senyap, semua murid jadi bengong, sang kepala sekolah kemudian menoleh ke arah papn tulis, ia semakin marah ketika melihat apa yang tergambar di papan tulis: "Ini sudah keterlaluan, kalian bahkan berani menggambar pantat di papan tulis!"
Mendengar ini sang guru wanita langsung pingsan.

Apr 29, 2014

Waktunya Berangkat ke Sekolah

"Joko, bangun, nak, sudah siang....", Ibu membangunkan.

Dari dalam kamar yang terkunci, "nggak mau, Bu!", Joko menyahut.

"Kenapa, sudah waktunya kamu berangkat ke sekolah!"

"Aku nggak mau ke sekolah, Bu!"

"Kenapa, Nak?"

"Anak-anak selalu mengata-ngatai aku!", Joko merengek.

"Guru-guru juga suka menjelek-jelekkanku!"

"Tapi..."

"Pokoknya aku nggak mau ke sekolah!"

"Joko, kamu harus berangkat! Kamu khan sudah mulai tua!"

"Nggak mau...!"

"Ayo, Joko. Ingat kamu sudah 40 tahun !" "Lagipula, kamu adalah KEPALA SEKOLAH, Joko !"

Guru Mengajarkan Cara Mengisi Biodata

Seorang Ibu Guru Sekolah Dasar membagikan Daftar Isian murid-murid, mengenai data-data murid itu sendiri dan kedua orangtuanya.

Ada seorang murid yang selalu bertanya karena ingin “mengerjai” Gurunya.

Murid: “Bu, nama orangtua ditulis, ya?”

Guru: “Ya, ditulis.”

Tidak lama kemudian, murid tersebut bertanya lagi…

“Bu, alamat orangtua ditulis?”

Jawab Gurunya mulai kesal…

“Ya, ditulis!” katanya.

Belum tiga menit si murid bertanya lagi…

“Bu, jenis kelamin orangtua ditulis?”

Jawab Ibu Guru itu, yang kekesalannya telah sampai ke ubun-ubun…

“Nggak!! Digambar!!!”

Apr 22, 2014

Doa Seorang Anak

Seorang bocah sangat ingin melanjutkan sekolah,tetapi orang tuanya tidak mempunyai uang untuk membiayai sekolahnya. Lagipula ibunya yang sedang sakit membutuhkan biaya untuk membeli obat. Akhirnya dia memutuskan untuk menulis surat kepada Tuhan :

Kepada Yth
Tuhan
di Surga

Tuhan yang baik, saya mau melanjutkan sekolah, tapi orang tua saya tidak punya uang. Ibu saya juga sedang sakit, mau beli obat.

Tuhan saya butuh uang Rp 20.000 utk beli obat ibu,

Rp 20.000 untuk membayar uang sekolah,

Rp 10.000 untuk membayar uang seragam,


dan uang buku Rp 10.000.

Jadi semuanya Rp 60.000

Terima kasih Tuhan, saya tunggu kiriman uangnya.

Dari : Rio


Rio pun pergi ke kantor pos untuk mengirim suratnya.

Membaca tujuan surat tersebut, petugas kantor pos merasa iba melihat Rio, sehingga tidak tega mengembalikan suratnya.

Bingung mau di kemanain surat itu, akhirnya petugas pos itu menyerahkannya ke kantor polisi terdekat.

Membaca isi surat itu, Komandan polisi merasa iba dan tergerak hatinya utk menceritakan hal tsb kepada anak buahnya. Walhasil, para polisi pun mengumpulkan dana utk di berikan ke Rio, tetapi dana yang terkumpul hanya Rp 55.000,-

Sang Komandan pun memasukan uang yang terkumpul ke dalam amplop, menuliskan keterangan : " Dari Tuhan di Surga " dan menyerahkan ke anak buahnya utk dikembalikan ke Rio.

Menerima uang tsb, Rio merasa sangat senang permintaannya terkabul, walaupun yang di terima hanya Rp 55.000,-.

Rio pun bergegas mengambil kertas dan pensil, dan mulai menulis surat lagi :

TERIMA KASIH TUHAN, TAPI LAIN KALI KALO MAU KIRIM UANG, JANGAN LEWAT POLISI, KARENA KALO LEWAT POLISI DI POTONG RP 5.000,-

Beli Pembalut

Soni, 10 tahun, bersama adik lelakinya yang berumur lima tahun pergi ke sebuah toko dan membeli pembalut.

Ketika mengulurkan pembalut tersebut, pemilik toko berkata, "Pasti buat Mamamu ya ?"

"Bukan kok, bukan buat Mama," kata Soni.

"Kalau begitu pasti buat kakak perempuanmu," kata pemilik toko.

"Nggak. Bukan untuk kakak perempuanku," kata Soni.

"Kalau begitu untuk siapa pembalut ini?" tanya pemilik toko.

"Untuk adikku ini. Dia ingin bisa naik sepeda tapi aku nggak bisa ngajarin.Kata iklan, dengan memakai pembalut ini kita bisa berenang dan bersepeda."

Apr 21, 2014

Haus

Seorang anak laki² disuruh tidur oleh bapaknya karena waktu tidur malam sudah tiba...

Lima menit kemudian, dari dalam kamar terdengar suara: "Pa-ak..."

"Apa?"

"Saya haus. Tolong ambilkan air minum, ya?"

"Tidak. Sudah waktunya tidur. Lampu² sudah dimatikan."

Lima menit kemudian: "Pa-aaaak..."

"APA?" Bapaknya sudah mulai marah.

"Saya HAUS... Tolong ambilkan air minum, dong??"

"Sudah bapak bilang TIDAK! Kalau masih minta lagi, nanti bapak pukul pantatmu!!"

Lima menit kemudian: "Paaaa-aaaak..."

"APA??!!" Bapaknya menjadi marah sekali.

"Kalau bapak masuk kamar untuk memukul pantatku, tolong sekalian bawakan air minum, ya?"

Tolong Ingatkan Ibu

"Tante," keluh Anto yang baru berumur enam tahun.

"Saya lihat ibu sering salah memerintah anaknya. Tolonglah Tante ingatkan Ibu."

"Loh, ada apa Anto?" tanya tantenya.

"Bayangkan, tante. Selama ini Ibu selalu memaksa saya ke kamar tidur biarpun saya belum mengantuk. Dan dia selalu membangunkan saya waktu saya masih tidur."

Keturunan

Pulang sekolah, sambil berlari-lari Romi mendapati ibunya sambil bertanya:

"Bu, Pak Guru tadi bilang, sebenarnya kita ini keturunan monyet. Apa benar begitu, Bu?"

"Enggak tahu juga," sahut ibunya enggan. "Wong ... ibu belum mengenal semua keluarga ayahmu!"




Cita-cita

Seorang guru bermaksud melatih anak-anak didiknya di sekolah dasar untuk memupuk rasa percaya diri mereka. Guru tersebut meminta mereka untuk memperkenalkan diri sekaligus mengungkapkan cita-cita mereka.

Sinchan berdiri dan berkata, "Nama saya Sinchan Suprajapan. Kalau besar nanti saya ingin menjadi pilot, jadi saya bisa pergi ke Amerika, Eropa, Australia dan sebagainya"

"Bagus sekali Sinchan. Terimakasih. Siapa lagi?", tanya Bu Guru.



Seorang anak perempuan yang duduk di tengah berdiri dan berkata, "Nama saya Ranti Rekakloning. Kalau besar nanti, Ranti ingin jadi ibu rumah tangga dan punya anak yang manis"

"Bagus. Jadi ibu rumah tangga merupakan cita-cita yang mulia. Siapa lagi?".
Si Otong berdiri dan berkata, "Saya Otong Surowulan, nanti kalau sudah besar saya akan membantu Ranti mencapai cita-citanya....."



Kamar Kecil

Di sebuah kelas Taman Kanak-kanak :

Guru: Anak-anak, kalau kalian mau buang air kecil kemana?

Murid: Ke kamar kecil Bu Guru.......(Serempak)

Guru: Kalau mau buang air besar kemana?

Murid: Kamar besar Bu Guru......(Serempak juga)

Guru: Lho koq kamar besar, apa itu?



Murid nyeletuk: Bu Guru kalau buang air "besar" dikamar "kecil" mana cukup?

Guru: !@#$%^&^*()........

Cacing dan Whiski

Seorang ayah mencoba menerangkan kepada puteranya mengenai bahaya minuman yang mengandung alkohol.

Ia mengisi sebuah botol dengan air, dan botol yang satunya lagi dengan wiski. Kemudian, ke dalam masing-masing botol itu dimasukkannya cacing. Cacing yang berada di dalam botol yang berisi wiski langsung mengerut dan mati.



"Nah, anakku," kata si ayah. "Apa yang bisa kau peroleh dari kenyataan ini?"

"Ayah, ini berarti kalau kita minum alkohol, maka kita tidak akan cacingan."

Lupa

Selama beberapa tahun terakhir ini Pak Iwan membiarkan wajahnya ditumbuhi janggut, kumis dan jambang yang lebat.

Pada suatu hari, semua itu dicukurnya habis. Sepulangnya dari tukang pangkas, dia melihat puteranya sedang bermain di depan rumah. Dia ingin tahu, apakah putranya masih mengenalnya dalam keadaan klimis seperti itu. Karena itu, dia bertanya pada puteranya, dimana rumah Pak Iwan.



Dengan ketakutan, anaknya berlari masuk ke dalam rumah,
"Mama, mama!! Papa telah mencukur brewoknya, dan kini jadi lupa dimana rumah kita!"

1 Mei

Kiki pagi itu kelihatan gembira sekali berangkat ke sekolah.

Ketika ditanya ayahnya mengapa ia lain dari biasanya, Kiki menjelaskan:



"Sekalang tanggal satu Mei, Ayah.., Kiki tidak sulit lagi menyebut nama bulan kalau ditanya Ibu Gulu, tidak sepelti bulan Januali sampai Aplil kemalin....."

Kaca Mata

Seorang anak sedang mengalami pemeriksaan untuk menentukan lensa yang tepat bagi kacamatanya.

Tapi, dia begitu banyak bergerak dan tak bisa memusatkan pandangan pada gambar-gambar di depannya. Dokter menjadi kewalahan.

Akhirnya, untuk membuat anak itu bisa memandang ke satu titik, dia mengambil satu kantong kertas dan membuat dua lubang, lalu memasukkan kantong itu ke kepala si anak.



"Sekarang, katakan apa yang kau lihat."

Tapi, tiba-tiba si anak jadi menangis tersedu-sedu.

"Loh, mengapa?" tanya si dokter.

"Saya mau kacamata yang sama seperi punya abang saya," katanya.

Binatang Berbisa

Dalam pelajaran ilmu hewan, Pak Guru menjelaskan, "Ular adalah binatang yang berbisa, oleh karena itu ..."

Pak Guru berhenti menerangkan karena dilihatnya Anton bercanda dengan teman di depan mejanya.



"Anton!" bentak Pak Guru. "Coba berikan contoh lima binatang yang mempunyai bisa!"
"Kucing bisa, ayam bisa, bebek bisa, semut bisa, tikus juga bisa ..."

Adik Menangis

Nurdin yang berusia lima tahun itu segera lari menemui ibunya setelah adiknya menangis keras-keras.

"Ibu, adik menangis di depan pintu."

"Pasti kamu ganggu, ya?"

"Nggak kok. Nurdin nggak apa-apain."

"Lalu, kenapa adik bisa menangis?"



"Cuma kejatuhan cicak kecil di kepalanya."

"Ah, masa kejatuhan cicak kecil bisa bikin adik menangis?"

"Cicaknya langsung kupukul dengan gagang sapu, Bu.."

Membalas

Roni pulang dengan mata bengkak.

"Siapa yang begitu jahat telah mengerjaimu seperti itu?" tanya abangnya.

"Ari."



"Dan kau membalasnya?"

"Ya. Aku membalasnya duluan!"

Alamat Rumah

"Nak, apakah tahu rumah Pak RW?" tanya seorang bapak kepada seorang anak yang sedang asyik bermain.

"Dari sini belok kiri, mentok, belok kanan, Bapak cari rumah no. 35," jawab si anak.

"Apakah itu benar rumah Pak RW?" tanya si Bapak kurang yakin.



"Bukan, itu rumah saya. Nanti bapak tanyakan sama mama saya di rumah 'Dimana rumah Pak RW?'," sahutnya.

Rahasia Puaskan Istri Anda

Tags

Abu Nawas (29) Amazing (27) Anak Kecil (33) Aneh Dan Unik (28) BB++ (57) CERITA LUCU (181) CERITA LUCU DEWASA (84) Cerita (47) Cerita lucu abu nawas (38) Cerita ngocol (76) Cewe Cowo (64) Dokter (66) English Joke (32) English Jokes (57) Five story (24) Gallery (20) Gambar (89) Gambar Plesetan (315) Gambar n Foto Lucu (52) Guru (102) HP (40) Heboh (105) Hot Spot (34) Humor Dewasa (117) Humor Indonesia (70) Humor Umum (112) Humor and Jokes (87) Iklan Kocak (46) Indonesian Jokes (70) Info (130) Istri (75) Keren (49) Kesehatan (28) Kisah Abu Nawas (66) Komik (299) Komik Mahasiswa (123) Komik dewasa (30) Kumpulan Cerita Humor Dewasa Lucu (118) Kumpulan SMS Humor Lucu (40) Lucu (389) Mahasiswa (37) Maho (61) Mengenal Diri (58) Murid (54) Ngeri (28) Ngocol Aja (113) Parah (48) Pasien (30) Pelayan (36) Pembeli (38) Pengetahuan (35) Penjual (53) Polisi (63) SMS (83) Sekolah (55) Seven story (35) Sex (35) Sms Cinta (88) Sms Jail (52) Sms Narsis (62) Sms Romantis (80) Sms iseng (286) Sms lucu (204) Sms untuk pacar (62) Sms untuk sahabat (70) Sms untuk teman (88) Suami (41) Teka Teki (36) Tips (66) Top Ten (43) Top sepuluh (53) Umum (75) Wanita (48) bego (146) cerita anak (29) cerita manajemen (20) cerita ngakak (122) cerita pendek (179) cerpen (65) dongeng sang kancil (28) goblog (151) gokil (341) hikayat abu nawas (28) humor (99) humor abu nawas (37) kocak (340) koplak (348) lirik lagu keren (29) ngakak (352) pluralisme dan kebenaran (33) psikologi (25) puisi (106) sms idul fitri (40) sms ucapan selamat tidur (86) video (74)
Rezeki dari SMS
 
Kumpulan Humor Terbaru | Copyright © 2011 Diseñado por: compartidisimo | Con la tecnología de: Blogger