Ada kabar menarik dari Google Translate, yaitu nama program penterjemahan secara online milik Google yang beralamat di http://translate.google.com. Kini Bahasa Indonesia sudah tercakup ke dalam Google Translate. Kegunaan Google Translate adalah untuk menterjemahkan tulisan dari satu bahasa ke bahasa lain. Jadi mirip-mirip Transtool.
Dengan Google Translate, tulisan berbahasa Indonesia bisa diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, seperti Inggris, Jerman, Belanda, bahkan Bahasa Arab dan Bahasa Jepang. Kini telah tersedia 35 bahasa. Memang hasil terjemahan Bahasa Indonesia belum memuaskan, tetapi setidaknya sedikit membantu aktifitas kita dalam menterjemahkan dokumen ke dalam bahasa lain.
Di waktu-waktu mendatang kita bisa mengharapkan hasil penterjemahan akan semakin baik, karena Google Translate menyediakan fasilitas bagi pengguna untuk memberi saran pada mereka tentang terjemahan yang lebih tepat untuk setiap kalimat yang telah diterjemahkan. Dengan demikian dapat diharapkan kualitas terjemahan akan semakin baik di waktu yang akan datang.
Oct 10, 2008
Bahasa Indonesia masuk Google Translate
Jun 8, 2008
Dilema “Read More” di Blog
Fasilitas “read more” memang membantu penampilan blog menjadi lebih menarik. Pembaca-pun dapat melihat isi blog secara keseluruhan dengan lebih mudah. Bila ingin mengetahui isinya lebih lanjut si pembaca cukup meng-klik “read more” di posting-posting yang diinginkannya.
Halaman muka blog berfungsi seperti halaman muka situs-situs berita seperti detik.com, swa.co.id dan hidayatullah.com, yaitu menampilkan semacam resume dari isi situs secara keseluruhan.
Namun dibalik kemudahan bagi pembaca tersebut tersimpan juga masalah. Bila pembaca mempergunakan akses internet yang lambat dengan sendirinya dia akan berpikir dua kali untuk meng-klik read more dari setiap posting. Mungkin dia memilih membaca sekilas isi posting yang muncul di halaman depan, lalu pergi ke situs-situs lain. Dia hanya meng-klik bila isi posting benar-benar menarik buat dirinya.
Masalah tersebut akan semakin parah bila akses blog kita juga lambat. Bisa karena blog dari sononya sudah berat atau karena halaman muka blog yang penuh gambar-gambar flash dan aksesoris tambahan yang membuat blog lambat diakses. Akibatnya saat seorang pengunjung meng-klik “read more”, dia mendapati dirinya harus menunggu lama untuk membaca tulisan selengkapnya. Kelambatan loading blog tersebut bisa membuat pengunjung kapok, dan seterusnya enggan membaca kelanjutan tulisan di “read more”.
Lain halnya bila isi blog muncul secara keseluruhan di halaman awal. Pengunjung blog tidak perlu repot-repot meng-klik read more di setiap posting hanya untuk membaca isi tulisan lebih lanjut. Kelemahannya adalah halaman muka blog jadi memanjang sampai jauh ke bawah, terutama bila postingnya panjang-panjang. Dari segi tampilan juga tidak “seprofesional” blog yang dilengkapi readmore. Kelebihannya adalah pengunjung cukup sekali klik sudah bisa membaca banyak posting.
^_^
Fasilitas “read more” memang sangat membantu seorang blogger, namun harus dipergunakan dengan hati-hati. Terutama bila blog lambat diakses atau tulisan tidak begitu istimewa sehingga orang bisa mengira-ngira terusannya. Hanya saja untuk di blogspot, setelah read more diinstal, maka semua tulisan baik yang ada lanjutannya ataupun yang tidak ada lanjutannya akan selalu diikuti tulisan read more di bagian akhir posting.
Kesimpulannya:
Sesuaikan penggunaan read more dengan kebutuhan kita.
Link eksternal tulisan-tulisan tentang Blog untuk Pemula
1. Cara Mudah Membuat Blog
2. Cara Mudah Membuat "Read More" di Blogspot
3. Cara Mudah Membuat "Read More" di Wordpress
4. Tips Menulis di Media Massa
Link dari Tips Trik Komputer Kang Dadang
55• Lupa Password Administrator Windows
54• Memasang Read More Versi Baru di Blogger
53• Disable fungsi Klik kanan di Windows XP
52• Lupa Password Admin Joomla
51• Mengetahui Tampilan Blog / Website Anda di Resolusi Komputer yang Berbeda
50• Membuat Koneksi Wireless Antar Laptop
49• Cara Menentukan Default Web Browser
48• Membuat Partisi Harddisk di Windows Vista
47• Mengatasi error windows xp karena kesalahan shutdown
46• Menampilkan Data Excel di Postingan Blog
45• Download Video dari Facebook Tanpa Software
44• Menghilangkan Desktop Icon
43• Cara mengetahui tanggal pertama kali Blog atau Website dipublish
42• Windows Run Command
41• Menambahkan Folder Size di Windows Explorer
40• Membuat Shortcut Alamat Website
39• Hapus My Recent Documents History Secara Otomatis di Windows XP
38• Cara Mencari Blogger Satu Kota atau Satu Daerah
37• Membuat Aplikasi Supaya Tidak Berfungsi
36• Shortcut key Windows
35• Download video dari Youtube tanpa software tambahan
34• Preview File Dokumen Ms.Office
33• Disable Fungsi Port USB Disk
32• Membuat Autohide Shortcut di Desktop
31• Menampilkan lokasi pengiriman (sent from) secara Otomatis di Gmail
30• Menampilkan kembali Folder Options yang hilang di Windows xp
29• Menambahkan menu Copy to dan Move to pada klik kanan file di windows xp
28• Menyembunyikan data / dokumen di dalam file gambar
27• Menyembunyikan Drive Komputer
26• Variasi dan Manipulasi Foto secara Instan Menggunakan Jpgfun
25• Membuat Script Tukeran Link dengan menyertakan text area dan tombol select All
24• Menghilangkan Tanggal Postingan
23• Membuat Blog Title Bergerak dari kanan ke kiri
22• Membuat Kata atau Kalimat yang Berkedip - kedip pada postingan Blog
21• Membuka Majalah Populer Secara Gratis
20• GMail Drive, Alternatif Penyimpanan Data
19• Menghilangkan LINK Pada Postingan Gambar di Blogger
18• Proteksi Dokumen dengan Menyembunyikan Folder
17• Manipulasi Foto menggunakan PhotoFunia
16• Cara Mudah dan Cepat Menampilkan kode HTML di Postingan Blog
15• Menampilkan Random Text di Blog
14• Aplikasi Pengunci Tombol Keyboard
13• Menampilkan Random Image di Blog
12• Backup Driver Komputer
11• Cd Drive Tools, untuk buka tutup tray CD/DVD Rom dengan klik mouse
10• Cegah Autorun dengan Autorun Eater 2.3
9• Proteksi dokumen Ms.office dengan password
8• Bagaimana Menampilkan Video Kita di Youtube
7• FLV (Flash Video) Player
6• Download Video dari Youtube.com
5• Setting Dial-up Modem GSM dan CDMA
4• Membuat Irit Konsumsi Baterai Laptop
3• Menormalkan kembali atribut hidden folder dan file di dalam flash disk yang disembunyikan oleh virus
2• Menghentikan program yang tidak dikehendaki ( hidden process / virus ), memakai Securuty Task Manager
1• Membuat Disable Autorun Pada Windows XP
Jan 19, 2008
Google dan Kita (12) Simbiosis Google & Database Perusahaan III
Seperti yang diduganya, dua macam pembersihan itu memberi hasil yang sangat memuaskan. Mesin RO kembali normal seperti sediakala.
Belakangan terbukti hasil uji kerak di laboratorium menunjukkan bahwa penyusun kerak cartridge RO mayoritas berupa karbon dan sejumlah kecil kalsium. Jadi perkiraan berdasarkan database internal perusahaan tidak berbeda dengan data hasil pengujian. Database internal telah menghemat waktu Irpan.
^_^
Pengalaman Irpan adalah salah satu contoh bahwa kombinasi data yang diperoleh dari Google dengan database internal perusahaan akan menghasilkan sebuah informasi baru yang aplikatif – sesuai dengan yang dibutuhkan untuk memecahkan masalah. Simbiosis Google dengan database internal adalah sebuah tools yang sangat powerful -- termasuk bagi operator di lapangan dalam usaha menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi dalam pekerjaan sehari-hari (undil).
CATATAN:
Yang dimaksud Google disini adalah mesin pencari (search engine) yang ada di Internet seperti Yahoo, MSN dan Google. Karena Google adalah yang paling populer, paling sederhana, paling praktis dan menurut saya paling baik, maka saya memakainya sebagai kata ganti untuk mesin pencari.
Jan 17, 2008
Google dan Kita (11) Simbiosis Google & Database Perusahaan II
Hal itu telah dilakukan Irpan – tapi hasilnya akan memakan waktu. Bila hanya mengandalkan hasil pengujian tersebut Irpan tidak bisa melakukan apa-apa sebelum keluar hasil uji.
Untunglah ada database internal milik perusahaan air minum tempat Irpan bekerja yang merupakan holding company yang terdiri atas berbagai jenis perusahaan di kota-kota kecil di wilayah itu. Data base tersebut berisi pengalaman-pengalaman operasional semua anak perusahaan sejak 10 tahun silam kala database mulai dirintis. Berkat database internal, Irpan tak perlu menunggu.
Irpan mengakses database lewat internet dan mendapatkan informasi bahwa rata-rata mesin-mesin yang kontak dengan air di wilayah itu mengalami pengerakan yang disebabkan oleh keberadaan kalsium dan karbon.
Berbekal data tersebut, Irpan berani mengambil kesimpulan bahwa pengerakan di cartridge RO-nya pasti tidak akan jauh beda dengan mesin-mesin lain karena properti air di wilayah itu relatif sama.
Maka yang dilakukannya adalah membersihkan cartridge RO dengan menggunakan asam sitrat untuk menghilangkan karbon, dilanjutkan menggunakan asam nitrat untuk menghilangkan kalsium (Undil-08).
Jan 16, 2008
Google dan Kita (10) Simbiosis Google & Database Perusahaan
^_^
Mendapati flow mesin Reverse Osmosis (RO) mulai mengalami penurunan – Pakacil Irpan yang bekerja di satu cabang perusahaan air minum di sebuah kota kecil -- bermaksud melakukan pencucian kimia terhadap cartridge filter RO.
Keberadaan kerak yang mulai menyelimuti cartridge RO telah menyebabkan flow permeat yang dihasilkan menurun, tekanan feed water naik dan pompa feed water bekerja lebih keras.
Dengan dilakukan pembersihan kimiawi diharapkan kerak terlepas dan cartridge filter kembali bersih sehingga flow permeat kembali normal, tekanan feed water berkurang dan pompa bekerja normal.
Dengan bantuan Google dan manual alat – Irpan mendapatkan informasi jenis-jenis bahan kimia yang dapat digunakan untuk mencuci filter dan spesialisasinya. Misalnya asam sitrat untuk menghilangkan pengotor berupa karbon; asam nitrat untuk membersihkan kalsium; dan caustic soda untuk menyapu pengotor berupa silt, silika & biofilm.
Google juga memberi informasi plus minus setiap bahan kimia yang digunakan. Juga informasi kecocokan (kompatibilitas) dan ketahanan setiap jenis cartridge filter RO terhadap bahan kimia dan pH larutan pencuci. Di Google juga tersedia informasi bahan kimia instant yang telah didesain khusus untuk mengoptimalkan proses pembersihan cartridge RO. Irpan bisa memilih bahan kimia mana yang diinginkannya.
Masalahnya adalah Irpan tidak tahu jenis kerak apa yang menyelimuti cartridge. Google dan manual alat bisa memberitahu Irpan bagaimana cara membersihkan cartridge berdasar jenis pengotornya -- tetapi mereka tidak bisa memberitahu pengotor apa yang ada pada cartridge saat ini (undil-08)
Jan 5, 2008
Google dan Kita (9) Berakhirnya Era Informasi III
Untuk bisa mengolah informasi kita membutuhkan sekumpulan informasi menyeluruh atas sebuah permasalahan agar dapat menilainya dari berbagai sudut pandang. Untuk itu lagi-lagi kita dapat menggunakan Google untuk memilah informasi-informasi yang relevan.
Misalnya untuk mengembangkan produk baru, kita bukan saja harus browsing metode pembuatan produk yang paling efisien, tetapi juga perlu browsing untuk melacak calon pembeli, identifikasi produk-produk pesaing yang sudah beredar di pasar, ketersediaan bahan baku, harga bahan baku, tingkat efektifitas produk tersebut, informasi kemudahan medistribusikan produk, kemampuan user untuk menggunakan produk, hingga harga yang dapat diterima oleh user.
Dibutuhkan informasi yang menyeluruh sebelum dapat mengambil sebuah keputusan yang jitu.
Proses pengolahan informasi juga membutuhkan dukungan data base internal berupa data-data pengalaman operasional perusahaan -- agar dapat dipilih informasi dari Google yang paling nyambung dengan kebutuhan perusahaan.
Data base yang dimaksud adalah kumpulan pengalaman-pengalaman selama perusahaan beroperasi yang telah di dokumentasikan dengan rapi. Baik itu berupa pengalaman-pengalaman positif ataupun negatif.
Isi data base bisa berupa riwayat perubahan, riwayat penyimpangan, pengalaman menggunakan alat model tertentu, riwayat efektifitas sebuah produk, kejadian yang mengikuti perubahan metode produksi, riwayat kinerja sebuah mesin, kelebihan & kelemahan sebuah metode produksi hingga riwayat komplain produk oleh user.
Semua informasi yang terhimpun tadi adalah data pendukung yang sangat dibutuhkan untuk memilah-milah ribuan data yang telah didapatkan lewat Google.
Kombinasi informasi yang dihimpun dari pengalaman internal perusahaan dengan informasi yang didapat dari dunia maya akan menghasilkan sebuah informasi baru yang updated dan aplikatif karena telah disesuaikan dengan kondisi terkini perusahaan.
Pengembangan sebuah produk baru misalnya -- akan disesuaikan dengan daya dukung fasilitas & kemampuan personil perusahaan dan juga kondisi terkini para calon pembeli produk. Dengan cara itulah sebuah produk baru dapat diproduksi dengan efisien dan disambut baik oleh konsumen.
Singkatnya Google membantu kita mengumpulkan dan memilah informasi, kemudian kita-lah yang harus mengolahnya sesuai dengan kondisi internal perusahaan sehingga informasi tersebut dapat diterapkan secara optimal untuk memberi hasil yang maksimal (undil).
Sinopsis
Era perlombaan mengumpulkan informasi telah berakhir seiring meluasnya penggunaan internet yang menyebabkan setiap pekerja & setiap perusahaan memiliki akses informasi yang sama.
Saat ini yang menentukan keunggulan sebuah perusahaan bukan lagi kepemilikan infomasi, tetapi kemampuan memilah dan mengolah informasi.
Google memiliki peran kunci dalam memilah informasi dan menghemat waktu dalam menghimpun informasi. Tanpa Google sebuah perusahaan modern akan kehabisan waktu untuk mencari informasi dan tertinggal jauh dari para pesaingnya.
Proses pengolahan informasi membutuhkan informasi yang lengkap dan menyeluruh dari berbagai sudut pandang atas permasalahan yang hendak dipecahkan.
Proses pengolahan informasi juga membutuhkan dukungan data-data internal perusahaan berupa pengalaman-pengalaman operasional perusahaan yang terdokumentasi dengan baik.
Kombinasi informasi dari database internal perusahaan dengan informasi yang diperoleh dari dunia maya akan menghasilkan informasi baru yang updated dan aplikatif sesuai kondisi terkini perusahaan.
CATATAN:
Yang dimaksud Google disini adalah mesin pencari (search enginee) yang ada di Internet seperti Yahoo, MSN dan Google. Karena Google adalah yang paling populer, paling sederhana, paling praktis dan menurut saya paling baik, maka saya memakainya sebagai kata ganti untuk mesin pencari.
Browse [browz]
vti COMPUT ONLINE scan computer files: to scan and view files in a computer database or on the Internet, especially on the World Wide Web
[Early 16th century. Via obsolete French broust <>
Google dan Kita (8) Berakhirnya Era Informasi II
Seorang pekerja bukan lagi dituntut mampu mengumpulkan sebanyak-banyaknya informasi -– karena justru akan membingungkan. Tantangan masakini adalah memilah informasi. Mana yang harus dipakai dan mana yang sebaiknya dibuang.
Google berperan penting dalam memilah informasi sesuai kebutuhan pekerja. Dengan menggunakan fasilitas-fasilitas pencarian spesifik pada Google, seorang pekerja akan mendapatkan informasi spesifik sesuai kebutuhannya.
Google membantu kita memilah-milah informasi dari timbunan gunung raksasa informasi di dunia maya. Sebuah pekerjaan sangat besar yang sulit dibayangkan bila harus mengandalkan koleksi buku-buku cetak perpustakaan.
Begitu banyak waktu yang kita hemat di abad 21 ini -- dibanding waktu yang dihabiskan para pekerja di abad 20 -- yang harus membolak-balik halaman-halaman jurnal ilmiah untuk mencari informasi.
Bila jaman dahulu orang membelanjakan waktunya untuk membolak-balik daftar isi ratusan jurnal di perpustakaan untuk mencari sebuah artikel spesifik, kini seorang pekerja bisa mempersingkat waktunya.
Sebelum ke perpustakaan dia terlebih dahulu browsing di Google di sela-sela waktu kerjanya yang padat untuk memastikan lokasi-lokasi tulisan yang diinginkannya. Sehingga saat datang ke perpustakaan, dia telah mengetahui jurnal-jurnal mana saja yang memuat tulisan yang dia butuhkan
Kini koleksi buku-buku textbook dan jurnal-jurnal ilmiah perlahan-lahan bergeser menjadi koleksi sekunder. Koleksi utamanya adalah data-data yang tersimpan di Google. Baru jika kita butuh informasi yang lebih lengkap, kita membaca versi full text-nya di jurnal yang tersimpan di perpustakaan atau membelinya secara online lewat internet (undil)
CATATAN:
Yang dimaksud Google disini adalah mesin pencari (search enginee) yang ada di Internet seperti Yahoo, MSN dan Google. Karena Google adalah yang paling populer, paling sederhana, paling praktis dan menurut saya paling baik, maka saya memakainya sebagai kata ganti untuk mesin pencari.
Browse [browz]
vti COMPUT ONLINE scan computer files: to scan and view files in a computer database or on the Internet, especially on the World Wide Web
[Early 16th century. Via obsolete French broust <>
Dec 23, 2007
Google dan Kita (6) - Google Earth
Karamba...!!! :P Ini dia salah satu feature paling canggih dari Google!. Feature berwujud program online yang memetakan bumi berdasar gambar-gambar yang dikumpulkan dari pemetaan satelit, fotografi udara dan GIS 3D. Program yang dapat memberi gambaran pada kita tentang landskap suatu wilayah tertentu. Google Earth namanya!. Sebuah peta online yang menyajikan foto-foto udara atas kondisi permukaan sebuah daerah.
Dengan Google Earth kita dapat melihat-lihat kondisi sebuah kota dari udara. Kita bisa melihat-lihat dulu sebuah tempat sebelum berkunjung ke sana agar tidak blank sama sekali saat tiba di kota itu. Kita juga bisa menilai kualitas tatakota sebuah wilayah dari tataletak bangunan-bangunan, fasilitas umum dan jalan-jalan yang berada di wilayah itu. Konon untuk sebagian wilayah -- rambu-rambu jalan dan bayangan orang dapat terlihat jelas dengan Google Earth.
Untuk informasi lebih lanjut tentang Google Earth teman-teman bisa membuka Wikipedia : Google Earth atau langsung ke situs Google Earth .
Untuk Kota Bandung sekilas saya menemukan fenomena menarik. Pohon-pohon besar yang merupakan paru-paru kota terutama berada di sepanjang pinggir jalan raya. Jadi tulang punggung paru-paru Kota Bandung tepat berdampingan dengan sumber utama produsen gas karbon yaitu jalan raya!
Nov 25, 2007
Google dan Kita (5)
- Bila hendak mencari definisi sebuah kata misalnya remunerasi, tuliskan define remunerasi. Kita tidak akan membuang-buang waktu karena tergoda untuk menjelajah web-web yang tidak relevan.
- Bila ingin pencarian lebih akurat dan membatasi hasil pencarian, gunakan kalimat yang panjang agar hasil pencarian lebih fokus. Daripada menulis reverse osmosis tulislah common problem in reverse osmosis and prevention.
- Tombol I’m feeling lucky adalah untuk jalan pintas menuju situs yang paling relevan. Bila kita menuliskan universitas padjadjaran, maka kita akan langsung dituntun ke situs universitas padjadjaran dan tidak mampir ke situs-situs lain yang tidak relevan walaupun mengandung kata universitas padjadjaran.
- Gunakan tanda petik dengan bijaksana. Tanda petik berarti hanya kalimat yang persis sama yang akan di ambil oleh Google. Bila kita menulis “tetanus toxin detoxification” berarti Google hanya akan mencari website-website yang mengandung frase yang sama persis. Bila tanpa tanda petik, Google akan mencari website-website yang mengandung kata tetanus, toxin dan detoxification walaupun letaknya terpisah bukan pada satu frase kata.
- Bila kita ingin hasil yang “serius” tentang suatu hal kita bisa memilihnya tipe file berupa pdf. Misalnya kita ingin mencari file WHO TRS 800 (World Health Organization Technical Report Series 800), maka tuliskan filetype:pdf di belakang kata yang dicari. Tulis: WHO TRS 800 filetype:pdf.
- Bila kita hendak membandingkan alat, misalnya membandingkan pH meter dari berbagai vendor, kita bisa mengklik kata similar pages yang terdapat di bawah hasil pencarian.
... Advertise with Us - Business Solutions - Services & Tools - Jobs,
Press, & Help ©2004 Google - Searching 4,285,199,774 web pages.
www.google.com/ - 3k - Mar 26, 2004 - Cached - » Similar pages «
- Bila kita ingin membatasi pencarian pada satu situs saja, misalnya ingin mengetahui penerimaan mahasiswa baru di situs ITB saja, maka tulislah alamat situs di belakang kata yang dicari. Tulis penerimaan mahasiswa baru site:itb.ac.id.
- Ejaan mana yang lebih lazim digunakan resiko atau risiko? Kita bisa mengetesnya dengan mencari kata resiko dan kemudian kata risiko di Google. Ternyata didapatkan 31.500.000 hasil pencarian untuk kata risiko dan hanya 1.210.000 untuk resiko. Berarti kata risiko lebih lazim digunakan daripada kata resiko. Untuk yang lebih pasti kita bisa mencari ejaan yang dipakai oleh situs-situs ternama.
Hasil pencarian kata “resiko”
Web
Urutan 1 - 10 dari sekitar 1,210,000 hasil penelusuran untuk resiko. (0.06 detik)
Danamas.com - Resiko
Resiko Murni Bentuk resiko yang kalau terjadi akan menimbulkan kerugian (loss) atau tidak menimbulkan kerugian (no loss/break even). ...
www.danamas.com/asuransi/resiko.asp - 15k - Tembolok - Halaman sejenis
Hasil pencarian kata “risiko”.
Web
Urutan 1 - 10 dari sekitar 31,500,000 hasil penelusuran untuk risiko. (0.14 detik)
Manajemen risiko - Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas ...
Manajemen risiko adalah proses pengukuran atau penilaian risiko serta pengembangan strategi pengelolaannya. Strategi yang dapat diambil antara lain adalah ...
id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_risiko - 20k - Tembolok - Halaman sejenis
- Ketika kita telah meng-klik sebuah website hasil pencarian Google, ternyata tidak menemukan kata yang kita cari di website tersebut, kemungkinan website telah berubah atau website sedang down. Cobalah untuk meng-klik cached yang terdapat di sebelah kanan bawah hasil pencarian. Cached adalah backup Google terhadap isi sebuah situs untuk jaga-jaga pada saat situs tersebut sedang tidak aktif. Isi cached mungkin tidak updated karena isinya sesuai dengan waktu pada saat situs di backup.
... Advertise with Us - Business Solutions - Services & Tools - Jobs,
Press, & Help ©2004 Google - Searching 4,285,199,774 web pages.
www.google.com/ - 3k - Nov 26, 2004 - » Cached « - Similar pages
Catatan:
Yang dimaksud Google disini adalah mesin pencari (search enginee) yang ada di Internet seperti Yahoo, MSN dan Google. Karena Google adalah yang paling populer, paling sederhana, paling praktis dan menurut saya paling baik, maka saya memakainya sebagai kata ganti untuk mesin pencari.
Nov 24, 2007
Google dan Kita (4)
Saat Pangmariuh ingin mengetahui definisi toksin tetanus, dia mengetikkan kalimat: define tetanus toxin. Maka Google akan memberikan definisi toksin tetanus beserta sumber referensinya. Pada layar akan tertera kalimat seperti dibawah ini
Definisi di web untuk TETANUS TOXIN
Protein derived from Clostridium tetani that can block transmitter release owing to its ability to degrade synaptobrevin. ...
www.nature.com/nrn/journal/v2/n3/glossary/nrn0301_185a_glossary.html - Definisi dalam konteks
Bila Pangmariuh ingin mengetahui lebih lanjut dia bisa mengklik pada definisi tersebut atau meng-klik sumber-sumber lain yang tertera di bawahnya.
Google juga bisa membantu Kai Iyan, karyawan bagian logistik saat hendak mengetahui harga barang dalam rupiah dari harga aslinya yang dalam satuan dolar Amerika. Kai Iyan cukup menuliskan harga barang dan minta Google mengkonversinya menjadi rupiah. Misalnya harga barang adalah 2000 USD, maka Kai Iyan akan menuliskan : 2000 USD in rupiah. Dalam sekejap Google mengkonversinya menjadi nilai rupiah.
Anang Sagar sangat terbantu oleh Google saat hendak mengetahui beberapa hal tentang pekerjaan barunya di Divisi Marketing. Saat hendak mencari tahu tentang jumlah populasi di India, dia cukup bertanya pada Google. Anang Sagar cukup mengetikkan kalimat: population of india. Google dengan senang hati akan menyuguhkan data yang dibutuhkan oleh Anang Sagar. Google bisa juga menjawab pertanyaan dengan menambahkan tanda asterik * pada akhir pertanyaan. Misalnya ingin mengetahui penemu vaksin, cukup ketikkan vaccine was invented by*.
Anang Sagar yang sering sibuk mencari kalkulator karena lupa naruhnya atau dipinjam temannya -- akhirnya seringkali mengandalkan Google untuk menjadi kalkulator darurat. Tuliskan perhitungan di layar seperti halnya saat menggunakan excel dan Google akan segera menjawabnya. Misalnya 2000 * (234 +345) / (21/244) dan Google akan menjawabnya dengan tangkas (UNDIL)
Yang dimaksud Google disini adalah mesin pencari (search engine) yang ada di Internet seperti Yahoo, MSN dan Google. Karena Google adalah yang paling populer, paling sederhana, paling praktis dan menurut saya paling baik, maka saya memakainya sebagai kata ganti untuk mesin pencari.
Nov 19, 2007
Google dan Kita (3)
Setelah di cek ulang semua prosedur pencucian sesuai dengan prosedur mesin. Kadar bahan kimia dan pH larutan pencuci juga telah sesuai persyaratan filter. Berarti tidak terjadi kerusakan filter karena salah prosedur pencucian. Tapi mengapa conductivity RO malahan jadi naik? Pertanda efektifitas filter RO dalam menyaring kotoran mengalami penurunan.
Setelah filter dicuci – laju aliran menjadi lebih lancar dan tekanan filter berkurang – pertanda filter telah bersih dari kotoran. Tapi conductivity yang naik itu walaupun masih dalam batas persyaratan tetap merupakan teka-teki. Pakacil irpan pusing tujuh keliling mencari-cari biang keroknya.
Dilakukannya bermacam cara untuk membuat conductivity mesin RO kembali seperti sediakala. Empat minggu kerja keras siang malam tanpa libur sabtu minggu sembari tanya kesana kemari lalu dipraktekkan -- untuk mencari-cari pemecahan masalah tidak kunjung memberikan hasil. Sampai akhirnya semuanya dapat diselesaikan justru pada saat Pakacil Irpan duduk manis di depan Google.
Hanya dengan mengetikkan beberapa kata yang berkaitan dengan reverse osmosis, Pakacil Irpan menemukan jawabannya di Google. Search engine itu segera menyajikan ribuan informasi yang dibutuhkan Pakacil Irpan untuk memecahkan kasus pelik yang dihadapinya.
Ternyata-O-ternyata penyebab kenaikan conductivity RO adalah mikroba. Rupanya mikroba telah lama ngendon di filter, berkembang biak dan membentuk biofilm yang melapisi filter. Kemudian mereka beramai-ramai mulai memakan filter dan membuat lubang-lubang di dalam filter. Akibat adanya lubang-lubang tersebut, air konsentrat yang seharusnya dibuang, berpeluang lolos ke jalur permeat. Jika hal itu terjadi akan menyebabkan conductivity RO meningkat.
Sebelum dicuci, lubang-lubang pada cartridge tertutup oleh scaling (pengerakan) mineral seperti kalsium dan magnesium yang melapisi filter. Pencucian kimiawi menyebabkan kerak dan biofilm lepas, dan lubang-lubang menjadi terbuka sehingga air konsentrat dapat lolos ke jalur permeat yang membuat conductivity permeat meningkat.
Pemecahannya adalah dengan mengganti cartridge filter RO. Pencegahannya adalah dengan mengendalikan jumlah mikroba pada feedwater RO, menginstal program flushing otomatis untuk mencegah menempelnya mikroba ke permukaan filter dan melakukan pencucian berkala demi menangkal terjadinya pengerakan.
So, berminggu-minggu Pakacil Irpan gagal saat nyari sendiri solusi atas masalahnya -- ternyata dapat ditemukan dalam sekejap oleh Google. Andai dia datang ke library dan searching buku-buku mungkin juga akan memakan waktu lama. Lagipula nyari perpustakaan yang koleksi jurnalnya lengkap juga tidak gampang. Google telah membantu Pakacil Irpan menghemat waktu dalam menemukan jawaban atas masalah conductivity RO. Milyaran informasi yang ada di dunia maya dalam sekejap dapat diseleksi sesuai kebutuhan seorang Irpan (UNDIL).
Catatan:
Yang dimaksud Google disini adalah mesin pencari (search enginee) yang ada di Internet seperti Yahoo, MSN dan Google. Karena Google adalah yang paling populer, paling sederhana, paling praktis dan menurut saya paling baik, maka saya memakainya sebagai kata ganti untuk mesin pencari.
Nov 17, 2007
Google dan Kita (2)
Hanya dengan mengetikkan kata-kata itu Asao dapat mengambil kesimpulan kata mana yang lebih lazim digunakan. Bila sebuah kata hasil searching-nya paling banyak, berarti kata itulah yang paling lazim digunakan. Atau Asao bisa mengandalkan ejaan yang digunakan situs-situs terpercaya sebagai pedoman. Misalnya situs-situs yang dikelola oleh perusahaan-perusahaan besar atau media masa ternama.
Seorang karyawan Bagian Keuangan yang sedang membuat undangan meeting tak perlu pusing-pusing mencari pada kamus, kata apa yang lebih tepat remunerasi atau renumerasi. Cukup dengan mengetikkan kata itu pada Google lalu mencari ejaan apa yang digunakan oleh situs-situs perusahaan besar atau universitas. Walhasil Google tidak dapat terpisahkan dari pekerjaan sehari-hari untuk karyawan yang bekerja mengandalkan skilll dan knowledge.
Milyaran informasi yang tersimpan di Google telah membuat mesin itu menggantikan posisi-posisi para senior sebagai penasehat dalam tubuh perusahaan. Demokratisasi ilmu pengetahuan telah telah terjadi. Segala pengetahuan yang pada awalnya berasal dari mulut ke mulut dapat dikonfirmasi kebenarannya di Google. Adanya aturan-aturan baru pada sistem pengujian produk dapat dengan mudah dikonfirmasi ke Google. Demikian juga dengan rekomendasi seorang auditor -- dapat di cek validitasnya di Google. Aktifitas perusahaan yang berkaitan dengan teknologi tinggi nyaris sulit dipisahkan dari Google.
^_^
Setiap hari para pekerja menggunakan Google untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Google telah menggantikan informasi yang dimiliki senior, berperan sebagai konsultan, sebagai kamus dan ensikopedi raksasa, menggantikan fungsi arsip-arsip pengetahuan, berperan sebagai penasehat pembelian barang, panduan memilih barang-barang yang hendak dipesan perusahaan, memecahkan masalah-masalah yang dihadapi mesin-mesin produksi, membantu mengatasi permasalahan dalam proses produksi, membantu mencari informasi validasi proses hingga mengecek ejaan sebuah kata. Google juga menyediakan informasi tentang teknik mengatur waktu, teknik dokumentasi, metode pelatihan karyawan hingga tips-tips negosiasi.
Dengan semua fungsi itu Google membuat pekerjaan berjalan jauh lebih cepat dan lebih efisien dibanding pekerjaan serupa di masa lalu. Sehingga perusahaan-perusahaan yang menyediakan akses informasi ke dunia maya besar kemungkinan akan mengungguli perusahaan-perusahaan lainnya. Terutama pada perusahaan yang bergerak di industri yang mengandalkan para pekerja yang memiliki skill dan knowledge tinggi (UNDIL).
Nov 15, 2007
Google dan Kita (1)
^_^
Ketika sedang menyusun SOP sebuah mesin - Asao mendapati dirinya tidak mengetahui fungsi dan kegunaan sebuah komponen yang bernama steam trap. Asao tidak perlu berhenti bekerja sembari menunggu seniornya datang dari luar kota untuk bertanya kepadanya. Hanya dengan mengetikkan kata "steam trap" atau “define steam trap” pada Google, dalam sekejap Asao mendapat pengetahuan teoritis yang sama dengan yang dimiliki seniornya. Steam trap adalah alat untuk membuang kondensat dari jalur steam.
Ada berjubel informasi tersedia di internet tentang steam trap, termasuk jenis-jenis terbaru steam trap yang belum dikenal di perusahaannya. Google menyediakan informasi tertulis sama dengan makalah puluhan pelatihan yang pernah diikuti seniornya selama puluhan tahun bekerja.
Begitulah yang dilakukan Asao. Selama membuat SOP, spesifikasi, dan menyusun dokumen-dokumen lain -- Asao tak pernah lepas dari Google. Sedikit-sedikit dia masuk ke search enginee untuk mendapatkan informasi. Alhasil pekerjaan-pekerjaan yang di masa lalu harus dikerjakan berminggu-minggu dapat diselesaikan dalam beberapa hari berkat gudang informasi yang tersedia di Google. Dapat dikatakan Google adalah penasehat utama bagi Asao dan kawan-kawannya yang bekerja di perusahaan yang mengandalkan teknologi tinggi.
Kali lain saat harus mengikuti seminar tentang endotoksin, Asao kembali mengandalkan Google untuk mencari informasi. Hasilnya pengetahuan Asao tidak jauh berbeda dengan si pemberi materi seminar. Google telah “memaksa” para pemateri seminar untuk belajar keras mengupdate ilmunya atau pengetahuan mereka akan tertinggal oleh para peserta seminar. Karena pengetahuan tentang hampir segala macam hal telah tersaji dalam dunia maya. Akibatnya bila si pemateri seminar endotoksin hanya mengandalkan pengetahuan kuno semasa dia menyusun disertasi doktornya, siap-siap saja dia mendapati pengetahuannya sudah usang dan menjadi bahan tertawaan peserta seminar (UNDIL).
May 12, 2007
Google Ini Gambar Apa? - Kebutuhan Mesin Pencari Gambar
^_^
Ketika mendapat kiriman gambar dibawah ini, aku penasaran. Salah satu gambar dari rangkaian gambar keluaran National Geographic ini sangat menarik. Gambar deretan rumah-rumah antik dari batu yang bentuknya langsing, sempit dan lonjong -- membuatku ingin tahu bagaimana cara penghuninya tidur. Deretan rumah yang ukuran lebarnya tidak memungkinkan orang berbaring telah membuatku penasaran tentang kondisi kehidupan di dalamnya.

Karena setahuku -- Si Google tidak menyediakan layanan pencarian berdasar gambar – maka terpaksalah diriku mencari-cari satu dua kata yang terpampang dalam gambar. Untunglah kutemukan kata-kata Celtic Realm beserta Majalah National Geographic dan nama fotografer yang mengambil gambar. Dengan bekal kata-kata itulah aku menelusurinya di Google.
^_^
Pada akhirnya aku tidak berhasil menemukan gambar yang benar-benar mirip dengan gambar tersebut – walau aku juga mencarinya di Ensiklopedi Britannica dan Encarta. Tetapi secara kira-kira aku telah mengambil kesimpulan. Gambar rumah-rumah aneh berjendela kecil – kuanggap sebagai Dolmen (mudah-mudahan tidak salah). Rumah batu yang digunakan oleh orang-orang Celtic -- yang kebudayaannya mendominasi banyak wilayah Eropa Barat dan Tengah pada milenium pertama sebelum masehi -- untuk mengubur orang mati. Jadi rumah itu bukan diperuntukkan untuk manusia yang masih hidup, tapi semacam kuburan.
Belakangan terlintas dalam benakku -- andai Google bisa menyediakan layanan pencarian berdasar gambar, tentu akan jauh lebih mudah melacak si dolmen. Cukup dengan meng-upload gambar ke Google – seperti yang dilakukan pengguna situs flickr & blog saat ingin memajang gambar di web — kemudian Google akan melakukan pencarian gambar-gambar yang menyerupai gambar tersebut di dunia maya.
Kurang lebih proses pencarian akan berjalan seperti ini. Google menerjemahkan gambar ke dalam kode-kode tertentu dan kemudian mencari gambar-gambar yang ada di internet dengan kode-kode yang sama dengan gambar itu. Mungkin proses pencariannya akan lebih lama karena Google harus menerjemahkan gambar ke dalam kode-kode terlebih dahulu.
Sebenarnya gambar-gambar tertentu, seperti gambar berformat jpeg adalah serangkaian kode-kode yang diterjemahkan oleh software menjadi gambar. Jadi Google tidak perlu membuat kode-kode baru untuk gambar seperti itu. Untuk tahap awal Google bisa saja membatasi pencarian pada gambar dengan format yang sama. misalnya gambar jpeg hanya dapat dicari ke rimbaraya gambar berformat jpeg yang tersedia di internet.
Memang ada faktor kesulitan tentang kode itu. Sedikit perubahan pada gambar-- misalnya ukuran dan gelap-terang gambar akan membuat kode-kode berubah sehingga mempersulit pencarian. Namun Google bisa saja mengatasinya dengan mengembangkan software yang mampu mendeteksi perubahan-perubahan kecil pada gambar. Dengan sofware itu Google akan bisa mengenali gambar-gambar serupa -- yang kodenya berbeda karena telah mengalami sedikit perubahan.
Google juga harus mengembangkan software untuk men-select bagian tertentu dari sebuah gambar agar memudahkan pelacakan. Karena gambar-gambar tidak selalu berlatar belakang kosong, Bisa saja gambar sebuah benda yang ingin dicari berada ditengah-tengah benda lain. Misalnya gambar dolmen yang berada ditengah lapangan rumput. Google harus memastikan pencarian dilakukan terhadap dolmen, bukan terhadap rerumputan.
^_^
Manfaat searching dengan keyword berupa gambar adalah kita tidak perlu kebingungan lagi mencari tahu gambar-gambar yang tidak kita mengerti -- seperti gambar dolmen dari National Geographic. Manfaat bagi Google adalah perusahaan itu bisa punya lahan bisnis baru, yaitu sebagai mesin identifikasi. Bila dengan kamera digital kita mengambil gambar bunga, tanaman, burung, ikan, lemari, lukisan & awan, atau kita memiliki hasil foto sel-sel darah, bakteri, virus, bahkan gambar hasil foto ronsen – kita bisa mengandalkan Google untuk memberi informasi tentang gambar itu.
Tentu akan sangat menarik bila gambar hasil foto ronsen bila dilacak penjelasannya di Google. Karena hal itu akan mendorong demokratisasi dalam pelayanan medis sebagai dampak pengetahuan pasien yang bertambah. Pasien dengan mudah mendapat second opinion dari internet sebagai pembanding hasil diagnosa dokter atas foto ronsen. Diskusi dokter-pasien akan lebih hidup karena pasien telah mendapat “advis” dari Google.
Pengembangan lebih lanjut – yang mungkin akan merusak privasi orang — adalah seseorang bisa melacak foto dan sidik jari orang lain di Google. Tentunya untuk itu Google harus punya akses ke database foto dan sidik jari penduduk suatu negara. Seandainya itu terjadi, pencarian pencuri berdasar sidik jari tidak lagi dimonopoli oleh polisi. (Beyond Imagination - May 2007)
comment lewat email :
Technically computer sudah bisa membedakan gambar, misalnya gambar bayi telanjang dan orang dewasa telanjang, di bisa tau yang mana porno dan yang engga
Tapi sementara belum ada search engine yang menyediakan hal ini. Ide Bagus juga nih %&^. Kalau kita bisa buat, bisa kaya juga kayak yang punya google
Sep 17, 2006
Analogi Saat Ngoprek Kompie
Ketika komputernya tiba-tiba sering “hang” dan membisu alias hilang suara, Shinichi Kudo terpaksa mengangkutnya ke bengkel. Sebelumnya Shinichi telah mencoba menginstal ulang driver-driver bawaan si kompie karena dikiranya kerusakan ada pada software. Namun setelah berbagai jenis driver diinstal, diuninstal, instal lagi, uninstal lagi dan instal lagi begitu seterusnya penyakit si kompie malahan bertambah buruk --- terpaksalah Shinichi menyerahkan penyelesaian pada ahlinya. Apalagi setelah DVD-ROMnya ikut-ikutan mogok – nggak mau baca segala macam jenis disk. Komputer dikirim ke sebuah bengkel yang pernah merakit komputer untuk ShinichiBeberapa hari kemudian munculah hasil diagnosa Montir kompie lewat telpon. Menurut si Montir soundcard rusak -- menyebabkan komputer sering hang. Harus dipasang soundcard baru. Sementara DVD-ROM juga telah mati, jadi sama juga harus diganti yang baru. Untuk DVD-ROM, Shinichi memilih keluaran Pioneer yang menjadi juara di review tahunan Majalah Infokom. Namun untuk soundcard Shinichi tidak membeli “sang juara” karena harga dan spesifikasinya terlalu tinggi dibanding komponen lainnya. Dipilihnya soundcard yang setaraf dengan jeroan si kompie.
^_^
Setelah perbaikan komputer selesai, Shinichi menarik sebuah kesimpulan, yaitu komputer mogok karena ada salah satu komponen yang rusak dan menyebabkan hang. Cara perbaikannya sangat mudah. Cabut komponen lama dan ganti dengan yang baru. Tentunya setelah membuka tutup casingnya dan.melepas semua kabel komputer (karena Shinichi nggak tahu bagian mana yang nyetrum & yang nggak nyetrum).
^_^
Kesimpulan itu ternyata berhasil diterapkan ketika beberapa waktu lalu si kompie mengalami gangguan gambar dan juga sering mendadak mogok. Instal ulang driver gambar tidak membuatnya lebih baik. Akhirnya Shinichi menganalogikan dengan kerusakan yang lalu. Karena gangguan ada pada gambar --- pastilah kartu gambarnya yang rusak dan harus diganti yang baru. Setelah Shinichi membeli sebuah VGA-Card baru, dia memberanikan diri membongkar si kompie. Dicarinya card yang ada tulisan merek VGA-Card lama. Setelah ketemu langsung di cabut dari tempatnya, kemudian diganti VGA-Card yang baru. Sesaat kemudian dengan hati berdebar-debar Shinichi menyalakan komputer.
Pada saat kompie telah start terdengar bunyi bib-bib aneh. Si kompie pun nggak kunjung bisa masuk ke program Windows XP. Terpaksalah kompie kembali dimatikan dan casing dibuka lagi. Setelah satu jam lebih di amati, dikenceng-kencengin, dicoba berkali-kali restart, dicari-cari kesalahan pemasangan --- akhirnya Shinichi berhasil menemukan masalahnya. Ternyata sepele. Lokasi pemasangan colokan keyboard dengan colokan mouse tertukar. Yah, terang saja si kompie merasa terhina dan ngambek. Setelah posisi kedua colokan tersebut ditukar, kompie berhasil jalan lagi dengan mulus.
Whoa! Hari itu Shinichi menapaki sejarah baru di dunia komputer. Selama ini dirinya hanya berkutat di seputar software. Sebatas instal menginstal atau setting program-program yang mudah. Atau menambah “jumlah nyawa” pada games. Hardware adalah masalah tabu yang tidak pernah disentuhnya --- karena merasa dirinya tidak begitu berbakat di bidang tukang menukang. Apalagi bila teringat pada kegiatan eskul elektronika saat SMP, Shinichi gagal total membuat radio rakitannya berbunyi. Namun keberhasilan itu telah membawanya ke dunia baru. Laksana Columbus yang menemukan jalan ke Amerika.
^_^
Bekal Shinichi hanyalah “analogi”. Yang dia lakukan hanyalah menduga-duga kerusakan berdasar kerusakan yang pernah terjadi. Langsung main cabut dan ganti dengan komponen baru. Sebagai seorang analog yang sekedar tahu dari gejala-gejala fisik komputer --- tanpa dukungan alat-alat ukur listrik-- tentunya tidak realistis mengharapkan Shinichi mampu mengatasi masalah komputer yang kompleks. Amatiran spesialis masalah-masalah kecil mungkin istilah yang paling tepat buatnya.
Sejauh ini Shinichi telah beberapa kali berhasil mengatasi masalah hardware kompie-nya. Kasus terakhir yang berhasil ditangani adalah kompie yang tidak mau start walaupun telah di pencet tombol start & indikator power telah menyala. Shinichi mendiagnosa sebagai “kasus kematian power suplai”. Sebuah komponen penyuplai listrik yang dilengkapi kipas --- biasanya terletak di bagian belakang komputer.
Setelah membuka casing, dan menandai peruntukan kabel-kabel power suplai lama dengan spidol --- Shinichi mencabutnya. Kemudian digantinya dengan power suplai baru yang dibelinya di BEC sepulang kerja. Untunglah setelah susah payah mencocokkan penempatan kabel-kabelnya dengan meniru kabel power suplai lama yang telah ditandai --- si kompie bisa kembali start dengan normal. Sang Amatir-pun tersenyum puas melihat hasil kerjanya. makmur-14 bandung
Feb 4, 2006
Carlo dan Data Entry
Shinichi Kudo bertemu Carlo Tenggo pada sebuah pelatihan yang diselenggarakan perusahaan. Saat itu timbullah ide Shinichi (S) untuk bercanda dengan Carlo (C) nan lugu itu.
S: Halo Carlo apakabar? Annual Produk Review (APR) dah selesai semua?
C: Fine thanx. Entry datanya banyak banget jadi APR belum selesai.
S: Entry data?
C: Ya. Sekarang waktuku tuh habis untuk entry data. Kadang sampai lembur hari sabtu loh!
S: Wah hebat. Karyawan teladan dong!
C: Biasa aja kok. Teman-teman juga pada lembur.
S: Sebenarnya aku ingin usul supaya gajimu dipotong saja!
C: Haah! Dipotong? Bukannya seharusnya aku ditambah gaji. Aku kan bela-belain lembur hari sabtu untuk entry data!
S: Itulah alasan utamanya. Perusahaan nggak perlu bayar mahal untuk seorang petugas data entry.
C: Loh kok gitu?
S: Ya dong. Cukup bayar lulusan SMU. Lebih hemat.
C: Wah nggak bisa gitu dong. Aku kan juga analisis data!
S: Ya sih. Tapi waktu untuk analisis data paling cuma 20 persen dari jam kerja keseluruhan. Sisanya kamu gunakan untuk entry data. Jadi kamu hanya layak mendapat 20 persen gaji sarjana dan sisanya gaji sebagai pelaksana.
C: @#!!!!
Shinichi tertawa geli melihat Carlo yang ingin mencak-mencak tapi kehabisan kata-kata.
S: Ah aku bercanda aja kok.
C : Wah bercanda ya. Tapi sepertinya ada benarnya.....
S : Jangan dilihat dari sudut pandang jenis kerja. Kamu harus melihat dari sudut pandang lain.
C: Maksudmu?
S : Idealnya memang seperti itu. Kamu sebagai profesional harus mulai merangkak dari bawah. Harus terjun dari nol. Dengan entry data kamu jadi benar-benar menghayati raw data. Tahu persis teknis pengisian formulir data. Secara tidak langsung kamu juga akan belajar proses mendapatkan data tersebut.
C: Proses mendapatkan data?
S: Ya dong! Di raw data tergambar jelas data berasal dari pemantauan di lapangan atau dari hasil pengujian. Disitu dapat dilihat tahap-tahapnya. Carlo akan mendapat gambaran proses yang terjadi dan kira-kira apa saja yang mempengaruhi proses tersebut. Informasi itu akan berguna saat membuat APR kan?
C: Benar juga ya. Informasi itu sangat aku butuhkan untuk analisa data
(februari 2005, jln makmur bandung)












