Buscar

Cara Cepat Hamil & Tips Hamil
Rezeki dari SMS
Showing posts with label Cerita Panas. Show all posts
Showing posts with label Cerita Panas. Show all posts

Jul 2, 2012

5 Negara Dengan Isteri Selingkuh Terbanyak

Sebuah penelitian dilakukan oleh produsen alat kontrasepsi terkemuka di dunia Durex, pada Desember 2011 lalu. Penelitian ini bermaksud untuk mencari tahu seberapa banyak perselingkuhan yang terjadi di berbagai negara. Mereka kemudian menyurvey sebanyak 29.000 orang di 36 negara sebagai sampel populasinya. Setelah melakukan ribuan wawancara tersebut mereka menemukan sebanyak 40-55% isteri yang pernah selingkuh sebelum mereka berusia 40 tahun. Jika perselingkuhan yang dilakukan oleh para suami (50-65%) sudah biasa dilakukan sejak zaman dahulu, maka berikut uniknya.com meyajikan hasil survey yang dilakukan oleh Durex:

1. Nigeria
Sebesar 62 % para isteri di Nigeria disebut-sebut sebagai perempuan yang tidak setia. Ada beberapa berita besar yang menghiasi media massa Nigeria yang dipicu oleh adanya perselingkuhan. Berit bunuh dirinya seorang anggota tentara nasional Nigeria, Major Chitsiko, melakukan bunuh diri setelah mengetahui isterinya selingkuh. Ada lagi Erelu Tola Solomon, seorang sosialita perempuan terkenal di Kota Lagos dan Abuja, ia memutuskan untuk mengakhiri pernikahannya yang telah berusia 25 tahun setelah bercinta dengan seorang pengusaha dari Kota Lagos.



2. Thailand
Survey Durex mengatakan 59 % perempuan yang hidup di negara Thailand mengaku telah berselingkuh dari suaminya. Salah satu penyebab terjadinya perselingkuhan adalah adanya pergeseran nilai dan norma, karena negara Thailand telah lama bersinggungan dengan budaya barat yang dibawa oleh para orang asing,sehingga banyak suami yang mengijinkan dan tidak mempedulikan isterinya untuk berselingkuh.




3. Inggris
Sebuah artikel UNLV menyebutkan adanya perselingkuhan yang dilakukan di oleh mereka yang telah menikah. Terhitung sebanyak 42 % isteri di Inggris dikabarkan melakukan perselingkuhan, hal ini menjadikan Inggris sebagai negara di Eropa para isteri selingkuh terbanyak.




4. Malaysia
Salah satu negara di Asia Tenggara yang ekonominya maju pesat, Malaysia, teryata memiliki tingkat perselingkuhan yang cukup besar, baik yang dilakukan oleh para suami maupun isteri. Disebutkan sebesar 39 % isteri di malaysia telah mengkhianati janji suci perkawinan mereka. Dan survey Durex tersebut menyebutkan bahwa satu suami memiliki rata-rata tiga isteri ataupun simpanan.



5. Rusia
Bahkan di negara beruang merah yang terkenal dengan cuaca ekstrimnya, Rusia, disebutkan sebesar 33 % isteri telah melakukan perselingkuhan. Namun satu hal yang menarik di Rusia, perselingkuhan bukanlah hal yang serius dan pelakunya bisa disalahkan. Karena mereka berpikir yang mesti disalahkan adalah faktor pemicu perselingkuhan, bahkan di Rusia ada sebuah tradisi yang telah berusia 100 tahun lebih, yang memperbolehkan para isteri dan perempuan berselingkuh dari pasangan lelakinya.

source :http://forum.vivanews.com/aneh-dan-lucu/425486-parah-negara-dengan-isteri-selingkuh-terbanyak.html

Mar 19, 2012

14 Fakta Menarik Tentang Kim Dotcom (Pendiri Megaupload yang Telah Ditahan)

Kim Dotcom (Pendiri Megaupload), Pemuda yang baru saja ditahan karena masalah dengan situsnya MEGAUPLOAD, adalah seorang yang unik bahkan agak- agak gila, dan berikut ini adalah fakta tentang dirinya dan kehidupannya yang lumayan aneh :



1. Dia Menghasilkan 42 juta US$ dari Megaupload tahun 2010 untuk dirinya sendiri
Megaupload menghasilkan lebih dari 175 Juta US$ sejak 2005




2. Situs Megaupload.com dilaporkan memiliki 50 juta pengunjung tiap harimnya
Megaupload sebelum diberangus menjadi situs nomor 13 terbesar di dunia, yang mendapatkan pemasukandari iklan, dan keanggotaan premium


3. Tingginya 204 cm dan beratnya sekitar 140 kg

4. Dia keturunan bangsa NAZI



5. Dia selalu memakai pakian komplit saat berendam di bak air panas

6. Dia seorang ladies man:

7. Dia mempunyai Mansion seharga 30 Juta US$ di Auckland NEw Zealand


8. Dia juga memiliki Patung Jerapah Raksasa

9. Dia bukan vegetarian

10. Dia pernah mencoba untuk memakan Bruce Willis

11. Dia mempunyai banyak mobil, salah satu platnya bertuliskan " GUILTY" (Bersalah)
Dia juga punya Roll royce dengan plat nomor "GOD", mobil lainnya mempunyai plat nomor bertuliskan "MAFIA", "EVIL", dan "STONED"

13. Julukannya adalah Dr Evil

13. Dia berkendara di padang golf untuk latihan dengan mengendarai Mercedez-Benz

14. Dia suka posing seperti ini :



Mar 14, 2012

Polisi Patroli Janda Semi

Sebagai polisi Dirwan, 40 (bukan nama sebenarnya), biasa patroli lapangan. Tapi kalau sudah patroli ke Desa Sidorejo Kecamatan Sawahan, oknum polisi dari Polres Nganjuk ini betah banget. Usut punya usut, ternyata dia suka “ndekemi” Ny. Tatik, 35 (bukan nama sebenarnya), perempuan semi janda. Untung saja teman-temannya segera mengamankan, kalau tidak…
Kadang orang menganggap bodo pada lelaki yang menelantarkan istri cantik. Kenapa wanita yang begitu menggamit rasa merangsang pandang, tidak diurus sebagai mana mestinya? Orang lain saja kemecer (kepengin), kok yang memiliki malah disia-siakan saja. Padahal seharusnya, bini seperti itu tugasnya di rumah cuma mamah (makan) dan mlumah (melayani di ranjang).


Nah, Tatik adalah salah satu wanita cantik yang gak kopen (terlantar) di mata awam kaum lelaki. Ada suami, tapi bapaknya anak-anak malah memilih tinggal di Surabaya. Sedangkan Tatik tetap bertahan di rumahnya, Desa Sidorejo Kecamatan Sawahan. Gaji pun, kabarnya juga tak pernah dikirim. Untung saja si wanita ini punya penghasilan sendiri, sebagai pegawai TU SMP Negri Sawahan. Kalau tidak, kan menjadi terlantar kuwadrat, namanya.
Adalah Dirwan polisi yang bertugas di Polres Nganjuk. Agaknya dia lupa bahwa dirinya hamba wet yang perilakunya mesti lebih terukur. Tapi itulah kaum Adam, jika ketemu wanita cantik yang berpantat gede dan bertumit jambon (merah jambu), suka lupa diri dan mengesampingkan profesi. Atau barangkali Dirwan malah merasa, sebagai polisi mana berani rakyat menegur perilakunya. Tak takut pada orangnya, mesti takut pada “benda dingin” di pinggangnya.
Belakangan ini Dirwan rajin “patroli” di Desa Sidorejo Kecamatan Sawahan.  Adakah indikasi tindak kejahatankah di sana? Bukan! Dia sebenarnya sedang mengontrol dan mengawasi Ny. Tatik yang cukup cantik menggiurkan. Kata penduduk setempat, dalam sebulan Dirwan berkunjung ke rumah Tatik minimal 3 kali, atau 10 hari sekali. Jika sudah bertamu di rumah istri Satriyo, 40, tersebut, bisa berlama-lama, sampai berjam-jam. Bayangkan, datang sebelum magrib, nanti kembali sudah pukul 22.00 lebih.
Lalu ngapain saja oknum polisi ini ke situ. Warga pun kemudian mereka-reka, pastilah tindakan “hil-hil yang mustahal” antara dua makhluk berlainan jenis tersebut telah terjadi. Logikanya, mana mungkin kucing menolak disodori dendeng. Oleh karena itu Pak RT pernah menegur Tatik  untuk tak menerima tamu di luar kepatutan, apa lagi suami tak di rumah. Tapi semua itu tak digubris.
Mungkin Tatik beranggapan, macam dokter saja, terima kunjungan diatur, dari jam 17.00 – 20.00, hari minggu/libur tutup. Karena itulah dia tak pernah melarang Dirwan berkunjung kapan saja. Pokoknya terbuka 24 jam. “Gus Dur saja saat jadi presiden biasa terima tamu bedug subuh,” kata Tatik seakan mencari legitimasi.
Warga pun lama-lama jadi kesal. Beberapa hari lalu saat Dirwan kembali “patroli” hingga larut malam, warga menggerebeknya. Memang Pak RT tak menemukan adegan mesum antara keduanya. Tapi kunjungan di rumah wanita bersuami di luar kelaziman, sudah cukup alasan untuk diambil tindakan. Hampir saja Tatik – Dirwan mau diarak. Tapi begitu polisi Polsek Sawahan segera tiba, urunglah oknum polisi ini dipermalukan.
Warga pun maklum, mana mungkin jeruk makan jeruk!

source : http://www.poskotanews.com/2012/03/04/polisi-patroli-janda-semi/

Mar 11, 2012

5 Latihan untuk Seks Agar Lebih Menggairahkan

5 Latihan untuk Seks Agar Lebih Menggairahkan - Sebuah penelitian mengungkap, wanita yang berolahraga secara teratur lima hari dalam seminggu memiliki kemampuan di atas rata-rata saat berhubungan seksual.

Menurut Damon Roxas, Direktur pelatihan dan kebugaran Crunch, 88 persen persen wanita yang berolahraga memiliki kehidupan intim yang lebih baik daripada yang jarang berolahraga. Pasalnya, menggerakkan bagian otot yang tepat akan meningkatkan energi, membangun kekuatan inti, dan menjadikannya lebih fleksibel.


Ada beberapa gerakan yang bisa Anda lakukan sendiri dengan bantuan matras dan kursi. Majalah FITNESS mengungkap lima diantaranya.

1. Latihan Meningkatkan Energi

Tujuan: meningkatkan fleksibilitas pinggul, pinggang, paha dan betis serta mengencangkan perut.

Jenis latihan: climber dan reverse crunch

Climber:

-Lakukan posisi push-up, tarik lutut kanan ke arah dada, tahan beberapa detik dan kembali ke posisi semula. Ganti dengan kaki kiri untuk mengencangkan perut. Lanjutkan gerakan yang sama dengan kaki bergantian selama 30 detik.

Reverse Crunch:
-Berbaring telentang di matras dengan kaki memanjang, tangan di atas kepala, kaki diangkat 6 inci.

-Angkat pinggul, tarik lutut ke dada sambil menarik bagian tubuh lain ke arah lutut. Turunkan. Ulanhi 10-15 kali.

Latihan ini akan meningkatkan stamina, ungkap Laura Berman penulis The Passion Prescription: 10 Weeks to Your Best.

2. Latihan Kekuatan Inti

Jenis latihan: Corkscrew
Tujuan: perut, pinggang dan pinggul

Cara:

-Berbaringlah telentang di atas lantai, angkat kedua kaki bersama-sama di atas pinggul. Perlahan-lahan, angkat pinggul dari lantai sambil memutar tubuh bagian bawah ke kanan sambil menjaga bagian atas tubuh.

-Turunkan kaki, lalu ulangi gerakan dari sisi kiri. Lakukan 20 kali secara bergantian lalu turunkan kaki.

"Latihan ini akan membantu mengendalikan kerja otot panggul yang banyak digunakan saat berhubungan seks," urai Berman.

3. Latihan Fleksibilitas

Jenis latihan: Hip flexor/quad stretch

Sasaran: Pinggul dan paha

Cara:

-Mulai tekuk kedua kaki di lantai. Tekuk lutut kiri 90 derajat sejajar dengan bahu.

-Tahan dada dan bahu tetap tegak, dorong pinggul kanan ke depan. Pegang kaki kanan dengan tangan kanan lalu tarik ke arah bokong, tahan 30 detik. Lalu beralih ke sisi yang lain.

Latihan ini membantu Anda lebih fleksibel saat mencoba posisi seks yang menantang.

4. Latihan Menjamin Peroleh Big "O"

Jenis latihan : Fleksibilitas pinggul, panggul, bokong, dan paha belakang

Cara:
- Berbaring telentang di atas lantai, lutut ditekuk. Angkat bokong, pinggul dan paha membentuk garis diagonal dari lutut ke kepala. Jangan biarkan bokong menyentuh lantai. Ulangi sebanyak 15 hitungan.

- Selanjutnya, sembari menghembuskan napas, miringkan panggul ke depan, jaga agar punggung tetap di lantai. Tarik napas sambil menurunkan paha, panggul dan bokong. Ulangi sebanyak 15 kali hitungan.

Menurut Berman, latihan ini akan membuat otot lebih kuat sehingga memengaruhi kontraksi otot dan orgasme semakin baik.

5. Latihan demi Sensasi Menggairahkan

Jenis latihan: Single-leg dip/jumping jack
Tujuan: memperkuat bokong, paha bagian samping dan belakang

Cara:
-Berdirilah di depan kursi dengan kaki selebar pinggul. Langkahkan kaki kanan di atas kursi, kaki kiri menggantung. Tekuk lutut kanan 90 derajat, tahan selama 15 detik. Turunkan kaki dan lakukan pada kaki yang satu lagi.

-Lakukan jumping jack 10 kali. Ulangi urutan gerakan ini 5 kali, dan beristirahat selama satu menit.

"Latihan pada bagian bawah tubuh membantu agar darah mengalir ke semua tempat-tempat yang memberi Anda kepuasan sempurna," jelas Berman. (hp).

Source : http://kotakhitamdunia.blogspot.com/2012/02/5-latihan-untuk-seks-agar-lebih.html#ixzz1ori8Lqp1

Mar 7, 2012

15 Ciri Tanda Cewe Mudah Diselingkuhi

selingkuh 15 Ciri Tanda Cewe Mudah Diselingkuhi
Selama ini mungkin Anda merasa sebagai pacar yang normal, perhatian sudah Anda curahkan, kasih sayang tak pernah sedikitpun terlewatkan. Tetapi mengapa Anda masih diduakan ya? Well, mungkin Anda punya ciri-ciri berikut ini:
1. Anda terlalu mudah membiarkan orang baru masuk pada kehidupan pribadi Anda.
2. Anda merasa tidak percaya diri, minder, dan merasa tak bisa hidup sendiri.
3. Anda tahu bahwa hubungan Anda tak sehat, tetapi Anda membiarkannya saja.
4. Hampir semua hubungan masa lalu Anda bermasalah.
5. Anda terlalu mudah jatuh cinta dan terbuai oleh rayuan pria.
6. Anda senang mendengarkan pujian, dan lebih senang mendengarkan kata-kata ketimbang memperhatikan sikap seseorang.
7. Anda terlalu terbuka, dan tak segan menceritakan tentang keburukan mantan di masa lalu
8. Anda orang yang emosional dan gampang menangis
9. Anda menceritakan permasalahan Anda dengan menggebu-gebu, dan terkadang terlalu berlebihan saat menanggapi masalah.
10. Yang pertama kali Anda nilai dari seseorang adalah penampilannya.
11. Anda takut sendiri dan merasa kesepian.
12. Anda tergila-gila pada film-film drama percintaan yang mengundang air mata.
13. Anda cemburu buta.
14. Anda terlalu posesif dan takut kehilangan.
15. Anda meremehkan teman dan berpusat pada si dia saat berpacaran.

source : http://www.indonology.com/15-ciri-tanda-cewe-mudah-diselingkuhi.html

Feb 29, 2012

Rahasia Cara Kerja Gigolo Untuk Menggaet dan Menjadi Peliharaan Wanita Kaya dan Cantik

Polrestabes Surabaya mengungkap praktik bisnis seks yang melibatkan anak di bawah umur sebagai gigolo atau lelaki pekerja seks komersial (PSK). Di Surabaya, selain ada gigolo yang dikoordinasi germo, juga ada yang beroperasi mandiri.
Seperti dalam dunia kerja, di kalangan gigolo ada juga istilah naik pangkat. Setidaknya itulah yang dipahami Andi (27), seorang gigolo mandiri. Berawal sebagai gigolo panggilan atau freelance, kini Andi sudah ‘naik pangkat’ menjadi gigolo yang sudah dipelihara oleh seorang wanita yang jadi pelanggan setianya.
Beda gigolo freelance dan peliharaan adalah pada sifat penghasilannya. Gigolo peliharaan mendapatkan `gaji` rutin, sedangkan penghasilan gigolo freelance tidak menentu, tergantung naik-turun jumlah penggunanya.

Menurut Andi yang lulusan SMA, mengikat pelanggan bukanlah perkara mudah bagi gigolo. Karena jumlah tante-tante girang yang jadi konsumen tidak banyak di Surabaya, maka para gigolo harus pandai-pandai mempromosikan diri.
Andi berbeda dengan Muhlisin (27), gigolo yang merangkap germo yang telah ditangkap aparat Polrestabes Surabaya pada 26 November lalu. Karena mempekerjakan gigolo di bawah umur, Muhlisin dianggap melakukan perdagangan anak (human trafficking) dan diciduk.
Muhlisin tidak pilih-pilih sasaran, dan bahkan mengiklankan jasanya secara terbuka di surat kabar. Asalkan ada yang berminat terhadapnya dan harga sesuai, dia dan anak buahnya siap melayani, termasuk melayani para gay (lelaki yang tertarik pada sesama lelaki).
Gigolo seperti Muhlisin ini adalah gigolo jenis pencari makan. Ia tak banyak pilah-pilih pengguna, yang penting dapat duit, selesai. Unsur `cita rasa` (taste) menjadi nomor dua.
Biasanya Muhlisin menyepakati tarif di depan. “Tapi, kalau pelanggan merasa puas, biasanya bayarannya dilebihkan,” kata Muhlisin.
Andi, dalam hal ini, beruntung. Pekerjaan resminya sebagai staf bagian public relations (PR) di sebuah apartemen mewah di Surabaya membuat Andi mengenal banyak warga kelas atas di sini, serta cukup memahami gaya hidup mereka.
“Ternyata, banyak orang berduit yang hidupnya kesepian, tak hanya kaum pria tapi juga perempuan,” tutur Andi.
Entah bagaimana belajarnya, Andi mengaku bisa membedakan mana perempuan yang kesepian dan `miskin kasih sayang`, serta mana yang tidak.
Bertinggi badan sekitar 172 cm dan berat 66 kg, postur tubuh Andi memang terlihat cukup ideal. Dengan penguasaan teknik pemasaran dan komunikasi sebagai seorang PR, Andi akhirnya mampu memikat seorang wanita karir yang menjadi pejabat di sebuah bank swasta nasional besar.
Sebelum bertemu wanita berusia 35 tahun itu, Andi hanyalah gigolo freelance. Namun sejak 8 bulan lalu, Andi `naik pangkat` menjadi gigolo peliharaan wanita yang sudah memiliki suami dan anak itu.
“Dia wanita yang cantik dan saya suka. Dia tidak pelit untuk memenuhi apa yang saya minta,” aku Andi yang sebetulnya juga sudah beristri dan beranak satu.
Untuk ‘pangkat’ yang baru ini, Andi mendapatkan penghasilan rutin setidaknya Rp 3 juta per bulan. Nilai ini lebih besar dari penghasilannya selama sebulan sebagai karyawan PR.
`Gaji` rutin itu masih ditambah bonus setiap kali sang tante merasa senang dengan servis seksnya. Tak jarang, tante tersebut juga membelikannya barang. Pokoknya, soal duit, bagi gigolo peliharaan seperti Andi, hal itu sudah urusan kedua. Tinggal telepon sang tante, Andi sudah bisa mendapatkan uang dengan mudah darinya.
“Sebagai balasan, saya harus siap untuk diajak. Bisa di rumahnya, bisa juga di hotel berbintang,” ungkapnya. Dari tampilannya, Andi bisa dibilang seperti pria metroseksual. Aroma badannya wangi dan kulitnya bersih. Selain bersolek, Andi juga secara rutin mengikuti latihan fitness untuk menjaga bentuk tubuhnya yang sebetulnya sudah terbilang cukup ideal.
“Kalau tidak six pack (perut berotot sehingga membentuk bidang-bidang berjumlah enam, red) seperti ini, ya saya tidak laku Mas,” ujarnya sembari menyingkap bajunya, menunjukkan otot perut. Perawatan tubuh yang dilakukan Andi ini semakin mempertegas segmen wanita apa yang dibidiknya. Untuk sekali perawatan, Andi bisa berjam-jam di salon langganannya. Namun, Andi memiliki target untuk tidak menjadi peliharaan selama tahunan.
“Sembilan bulan jadi peliharaan sudah cukup. Ini agar tidak ada kejenuhan yang berujung pada keteledoran dalam menjaga kerahasiaan hubungan,” ucapnya.

source : http://www.tarungnews.com/fullpost/selebriti/1308194802/rahasia-cara-kerja-gigolo-untuk-menggaet-dan-menjadi-peliharaan-wanita-kaya-dan-cantik.html

Feb 15, 2012

Cerita dewasa

Peristiwa ini terjadi ketika David berumur 36 tahun. David adalah seorang ayah yang memiliki 3 orang anak, David bekerja di bidang medis, dan kini tinggal di Jakarta Selatan. Wajahnya lumayan tampan, sedangkan istri David berkulit hitam manis dengan tinggi tubuhnya sekitar 165 cm, rambut lurus dan halus. Kehidupan seks David selama ini sangat normal, bahkan David termasuk laki - laki yang memiliki selera berhubungan seks yang tinggi. Tidak hanya sekarang, bahkan sejak David berusia 17 tahun pada saat dirinya tumbuh dewasa.



Disuatu malam yang dingin, David sengaja menghabiskan waktu untuk bermesraan bersama istrinya, mereka berdua duduk bersama dengan posisi istri berada di pangkuan, David menyentuh rambutnya dan tangannya bergerak ke leher istrinya, istri melenguh, tangannya mencari dan mencoba meraih penis yang sudah tegang keluar celananya. Tangan kanan david kemudian bergerak turun dari leher ke arah pinggul, istrinya bergeser turun dari pangkuannya, menarik pahanya, otomatis dasternya terangkat. kamu tahu apa?, Ternyata istrinya tidak menggunakan CD.

Bahkan dengan istri, David harus mendapatkan kepuasan, tetapi sebagai laki - laki normal, David juga memiliki fantasi melakukan hubungan seks dengan wanita lain. David akan sangat bersemangat dengan seorang perempuan yang kurus, tinggi, ramping dan memiliki payudara yang tidak terlalu besar, Itulah gambaran perempuan yang menjadi idaman David. Menjelang Hari Valentine, David teringat kejadian 5 tahun yang lalu, dan David mencoba untuk menuangkan dalam sebuah tulisan:

Antara 1997 - 1998 aku diberi tugas belajar di Surabaya. Kota Surabaya sangat tidak asing bagiku karena di sanalah aku dilahirkan dan dibesarkan. Aku memutuskan untuk tinggal di asrama karena aku tidak ingin merepotkan kerabatku, toh juga hanya enam bulan?. Setelah sampai di asrama aku langsung berusaha menata pakaian - pakaianku ke almari dan buku - buku yang aku bawa terlihat masih sangat berantakan, sungguh aku memerlukan semangat pendorong untuk melakukan pekerjaan yang melelahkan ini. Akhirnya aku pun melakukan masturbasi. Dalam pikiranku, "Aku tidak bisa seperti ini terus.. aku memerlukan seseorang yang dapat memenuhi nafsu dan gairahku".

Keesokan harinya aku berusaha mencari teman - teman lamaku yang dulu ada di kota ini, satu - persatu mereka aku telepon. Singkatnya, ternyata aku telah kehilangan kontak dengan mereka, nomor - nomor ponsel mereka sudah tidak aktif. Hanya ada satu yang masih aktif, dia adalah Hani, usianya lebih tua dariku, Hani sudah menikah dan memiliki dua orang anak. Dulu kami pernah dekat, sering bersama saat belajar kelompok.

Hani keturunan chinese, cukup tinggi untuk seorang wanita, berkulit putih dan berdada rata. Awalnya kita berdua hanya melakukan telepon satu sama lain, berdiskusi, makan dan pergi bersama, sampai suatu hari ( pada pertengahan Februari ) dia menelponku sambil menangis tersedu - sedu dan dia mengatakan ingin bertemu denganku.

"Mas, bisa gak kita bertemu, aku ingin cerita".
" Bisa, baiklah kita bertemu di tempat biasa".
Dengan Lancer th 83'an aku pergi menemuinya, setelah bertemu Hani mengajakku pergi kerumahnya. "Ak tidak bisa melakukan ini, aku tidak ingin membuat suasana keruh bersama suamimu", ucapku kepada Hani. "Tidak apa - apa, ayo pergi bersamaku", ucap Hani. Dalam perjalanan kami berbicara macam - macam mulai ilmiah, politik, sampai hal - hal yang kotor.

"Mas, kapan kamu akan pergi ke Jakarta?" Dia bertanya ( jadwal aku untuk pulang ke rumah setiap bulan ).
"Minggu depan, emang knapa?" Tanyaku kembali.
"Tidak apa - apa sih, pengin nanya aja".
'Masak sih cuma pengin nanya saja, .... .... Pengin yang lain - lain kan, pengin nyoba?', jawabku.
'Hehehehe dasar ngeress aja yang ada dipikiran mas..

Setelah sampai ke tempat tujuan, di sebuah rumah yang tidak aku ketahui, Hani membuka pintu.
"Ini rumah siapa ????? Serambi kotor... penuh debu, kaya beberapa hari tidak disapu, kebangetan deh.' Tanyaku heran.
Ini rumah orang tuaku, kemarin abis dikontrakin, seminggu sekali aku kesini dan membersihkannya", jawabnya sambil masuk ke rumah gak terawat tersebut.

"Sebentar ya, aku mau masukin mobil dan segera kembali lagi..."
Dalam pikiranku, "Meskipun teras penuh debu kotor, namun rumah ini gak pengap... .... Cukup nyaman, furniturnya juga masih bagus,".
Hani mempersilahkanku duduk, sementara dia menyaapu teras depan rumah tersebut.
"Anggap aja rumah sendiri mas, gak usah sungkan... .. Aku mau bersih - bersih bentar,' katanya.

"Iya, ini rasanya udah kayak dirumah sendiri bersama istri sendiri," kataku sedikit menggodanya.
"Terserah deh, eh aku mau mandi dulu?" ucap Hani. Otakku dipenuhi pikiran ngeres, ngebayangin lekukan payudara Hani yang terlihat jelas dibalik baju transparan yang dikenakannya sehingga putingya terlihat sedikit menyembul.

Ngomong - ngomong ada apa memintaku datang ke tempat ini? Apakah kamu punya masalah yang serius, masalah apa itu?" Aku bertanya lebih lanjut tanpa basa - basi, ia pindah tempat duduk kesebelahku "Masalah keluarga mas...", Katanya.
"Apakah itu tentang seks?" Aku bercanda dengannya.
"Ah kamu tetep aja kaya dulu mas, sableng, dan tidak jauh dari yang gitu - gituan"... ... Tapi ada benernya sih ... .. Meskipun tidak secara langsung," jawabnya.

Kemudian Hani bercerita panjang lebar, intinya adalah rasa tidak puas, sikap otoriter suaminya dan selalu disalahkan ketika ada ketidaksepakatan dengan pada suatu masalah.
"Aku bener - bener sudah capek, Mas Sony suamiku selalu berpihak sama ibunya, ketika aku mencoba menjawab persoalan dengan mertua, justru mertuaku mengomel habis - habisan". Terisak ia mengakhiri kisahnya.
Ketika aku memegang tangannya, dia hanya terdiam, kemudian berkata lembut "Bolehkah aku bersandar di dada kamu mas?". Aku mengangguk dan cepat - cepat meraih dan membelai lembut rambut sebahunya. Aku mencium keningnya dengan lembut, Hani mendongak dan berbisik pelan "Mas, aku membutuhkan dukungan, kasih sayang dan belaian mesra."

Pada saat itu aku merasa hanyut dengan situasi yang diciptakannya, sehingga tanpa merasa canggung aku mencium matanya, kemudian hidungnya, Hani menngeliat sehingga bibir kami bertemu. Hani berdiri dan berkata pelan sambil memelukku, "pegang erat - erat, aku milikmu sekarang".
Dengan lembut aku mencium bibirnya lagi. Kami berpelukan seperti sepasang kekasih yang baru bertemu setelah berpisah lama dengan segunung kerinduan. Setelah itu kami berdua kembali duduk.

Dengan posisi Hani duduk di pangkuan, aku terus menyentuh rambutnya dan bergerak tanganku di lehernya, Hani melenguh, tangannya mencari dan mencoba meraih penis yang sudah tegang keluar celanaku. Tangan kananku kemudian bergerak dari leher ke arah pinggul, Hani bergeser turun dari pangkuanku, menarik pahanya, otomatis dasternya terangkat. Kamu tahu apa?, Ternyata Hani tidak menggunakan CD.

"Aku sudah enggak tahan mas, ... ... ... .. lakukan sekarang bisiknya. Segera aku menjilati merah muda mecky indah dengan sedikit rambut namun panjang - panjang, aku basahin dan sibakkan bulu - bulu halus dengan lidahku sambil sesekali menyentuh klitorisnya .
'Ahhh, mas ... ... ... ... ... .... ... ... ... .. Aku ingin, kamu masukan sekarang '... ... ... ... ... ... .... Tangannya berusaha membuka celanaku dan memegang penisku.
"Tapi aku gak nyaman di sini" Ucapku sambil memandangi ruang - ruang disekitar ruang tamu ini.
"Ya udah, yuk kita pindah ruangan di dalam", katanya berdiri dan mengunci ruang tamu tempat kami melakukan pemanasan tadi.

"Siapa takut ... ..., Dia tersenyum dan berjalan sambil membuka daster tipisnya, aku mengikuti dari belakang, tubuhnya begitu indah ... ... .. halus seperti marmer.

Kami masuk ke sebuah kamar tidur berukuran 5 x 6 meter dan cukup mewah. Yang lebih istimewa adalah adanya cermin besar ( mungkin ukurannya 3 x 2, 5 meter ) di depan tempat tidur. Hani memelukku di depan cermin dan dengan cekatan membuka kemeja, celana dan CD ku. Begitu indah dan erotis, gerakan - gerakan yang kami lakukan terlihat pada cermin itu.

Segera penisku mencuat keras seolah-olah sukacita karena melihat kebebasan. Aku memenuhi semua haus akan hasrat ini, kami menggosok dan saling berciuman. Setelah beberapa saat menyentuh dan disentuh, tubuh Hani yang indah menggeliat di tempat tidur sedang menunggu untuk di eksekusi. Aku melanjutkan kegiatanku yang ditangguhkan sebelumnya, berharap bahwa dia akan Mengerti apa yang aku inginkan. Dia seperti mendengar apa yang sedang aku pikirkan, Hani pun segera berbalik dan memposisikan diri pada posisi 69 .... dia langsung mengulum penisku yang sedang menegang kencang, tanpa rasa ragu dan takut Hani berperang melawan penis ukuran diameter 2,5 sampai 3,5 cm dan panjang 15 - 18 cm.

Ahhh ... Aku mendesah menikmati kuluman dan hisapan lembut bibir Hani... ... ... "Kamu benar - benar sangat pintar memuskan lelaki Han, aku memujinya, sementara dia masih tetap sibuk menghisap penisku.

Kemudian Hani membasahi meckynya sendiri dengan air liurnya, Hani terlihat sangat antusiasme.
Ohh, mas ... ... ... ... ... ... ... .. ayo ... ... .... ia bangkit dan jongkok di atas miniatur monasku ... ....
Dicapai dan diarahkan penisku ke lubang senggamanya, kemudian ia menggoyangnya naik dan turun dan menggigit dengan bibir meckynya. Aku memegang payudara mungil dan meremasnya dengan perlahan, kemudian setelah 3 menit, Hani ingin aku mendekap erat tubuhnya ... Hani tampaknya telah mencapai orgasme ketika ia menunggangiku ... ... ..

Aku membalikkan tubuh dengan posisi penis masih tertanam. Hani membantu membuka lebar - lebar gerbang surgawinya dengan diangkat kedua pahanya ke atas. Aku mundur kemudian penisku ke depan, dengan irama kocokan 5X dalam dan 1X ringan akhirnya berhasil ditembus lebih maksimal, "Mas .... , Mmmmhhh, Lebih ... ... ... .... Keras ... ...., Dia mengoceh gak karuan ... ... ....
"Ini sudah sampai aku berkata, '... .. Hani tertawa ... .. sehingga otot - otot vaginanya berdenyut berpartisipasi ritme tertawanya ... .... ,

Aku mendorong tubuh Hani ke ujung tempat tidur, dan menekan penisku semakin dalam. Hani berteriak histeris menikmati gaya permainanku, tangannya menarik - narik pinggulku seakan menikmati penisku yang sedang bergoyang mengganyang lubang kemaluannya ... ....
Aku mau sampai Han... ... .... dia tidak sempat mengatakan bahwa, aku jangan mengeluarkan sperma ke dalam rahimnya ... ... dan, AAaahhgghh ... ... aku kehilangan ingatanku, aku merasa melayang diatas awan untuk beberapa saat... ... Hani juga tampaknya telah mencapai orgasme untuk kedua kalinya.

Kami bercanda dan mengobrol di tempat tidur setelah pertempuran melelahkan sebelumnya dapat diselesaikan dengan penuh gairah.
"Kamu sudah kebangetan deh Han?".. "Maaf mas, aku tidak bisa menahan tertawa ketika kamu mengatakan aku sudah mau sampai"
"Hehehehe emangnya sudah sampai mana, sampai pasar?", katanya. Udah ah, yok mandi bareng - bareng, katanya sambil menciumku manja.

Setelah peristiwa itu, kami semakin sering bertemu dan ML di tempat - tempat dimanapun asal memungkinkan, sampai aku menyelesaikan tugas belajar yang aku jalani.

source : http://kampungperawan.blogspot.com/2011/07/cerita-dewasa-indonesia.html

Nov 9, 2011

Ini alasan wanita di jepang mau main Film Porno



Inilah Alasan Kenapa Wanita Jepang Banyak Yang Jadi Bintang Film Porno-Bintang film porno Jepang konon laris manis di Asia. Khususnya di Indonesia figur Miyabi masih menjadi no 1 bagi cowok-cowok yang mengidolakannya. Beberapa negara seperti Taiwan dan Singapura, mengungguli Sora Aoi sebagai idola dinegara tersebut.

Nah, pertanyaannya sekarang, kok wanita jepang mau yah jadi bintang film porno, padahal dengan kecantikan dan kemolekan tubuhnya, bukan tidak mungkin mereka bisa mendapatkan uang dan kepopuleran yang lebih bergengsi. Kalian mau tahu jawabannya? Nih saya bocorkan deh

Survey pemerintah jepang bahwa 34,6% pasangan jepang tidak melakukan seks selama 4 minggu Penelitian Kunio Kitamura jika di Jepang tidak ngeseks selama sebulan maka kemungkinan besar ngga akan ngeseks selama setahun.

Beberapa alasan pasangan di Jepang ngga ngeseks :

1. Kebanyakan pria pergi pagi pulang malam sedangkan akhir pekan mereka gunakan untuk tidur atau nongkrong ama kolega. – Mungkin ini yang membuat Cewek2 Jepang maen film porno, karena dirumah mereka gak dapat jatah.
2. Banyak pasangan yg tidak memaintain hubungan seks setelah berumah tangga (udah punya anak, rumah, dll).
3. Komunikasi yg buruk antar suami istri.
4. Dari 29 negara jepang berada di urutan bontot untuk urusan kepuasan sek.

source : forumviva

Nov 5, 2011

Ciri-ciri Payudara Cewek Sudah Dipegang Atau Belum

Peranan buah dada memang banyak, bukan sekedar menggoda nafsu lelaki saja, tapi buah dada sebagai bukti kalau gadis itu pernah disentuh atau tidak. Buah dada gadis yang belum pernah kena sentuh, senantiasa tegang. Tetapi kalau sudah kena sentuhan, buah dada itu tegangnya berkurang dan membesar sedikit dari pada ukuran asalnya, lebih kerap disentuh, lebih kendur. Perhatikan gadis disaat berjalan atau berlari, bergerak2 dan melambai jatuh (ke bawah) dan berbuai sekali berarti ketegangan sudah hilang. Kalau belum kena sentuhan, walaupun buah dada berbuai disaat berlari tetapi buaiannya tidak terlalu melambai2 berarti ketegangan masih ada.

Puting buah dada yang pernah kena sentuhan menjadi panjang dan terjojol (keluar) sedikit dari tempat persembunyiannya. Buah dada yang selalu kena remas akan menjadi lebih besar, dan jangan menuduh gadis yang berbuah dada besar berarti dadanya sering remas. Sebab, buah dada yang besar kena remas dan yang besar karna alami memang berbeda.

Buah dada yang kena remas menjadi besar tetapi tidak tegang. Sementara buah dada yang besar karna alami senantiasa tegang dan disaat berjalan tidak bergoyang, kalau yang kena remas bergoyang terbuai-buai seperti telinga gajah, berbuai kekiri, kekanan, keatas, kebawah terkadang melambung2 ketika gadis itu berjalan atau berlari.

Mengapa buah dada bila kena sentuhan bisa jatuh dan apa hubungan telapak tangan dengan otot buah dada? Di kala buah dada itu dipegang atau diremas2 gadis merasa gairah, disaat bergairah hormon2 akan mengisi ruang buah dada sehingga menjadi tegang. Setelah bergairah buah dada yang tegang lalu mengendur yang membuat ototnya mengendur pula. Buah dada yang kena hisap putingnya menjadi lebam, yang belum kena hisap putingnya berwarna merah jambu. Sekiranya gadis itu tidak perawan, buah dadanya jatuh terjuntai seperti buah pepaya yang terjuntai di pohon.

Pada buah dada memang mengandung seribu tanda tanya, termasuk mengetahui wanita yang sudah punya anak atau belum. Perhatikan putingnya kalau tegangnya menghala ke atas yaitu mendangak ke atas berarti wanita itu sudah pernah melahirkan, kalau putingnya senantiasa terjojol keluar dan mendangak ke atas berarti wanita itu sudah pernah melakukan hubungan badan, tetapi belum pernah beranak. Namun payudara sering kali dianggap sebagai simbol seks, sebagian besar wanita dan lelaki sangat menyukai buah dada disaat melakukan hubungan sexsual, karena mereka dapat mencapai organsme (kenikmatan) hanya karena rangsangan buah dada.

Seorang gadis jika telah dewasa, kecil kemungkinan ukuran payudaranya berubah, kecuali bila berat badannya bertambah. Pembengkakan payudara karena kehamilan, menyusui atau pengaruh pil kontrasepsi adalah bersifat kondisional. Postur tubuh yang baik akan membentuk payudara nampak lebih besar. Coba tanyakan, apakah ia senang payudaranya disentuh atau tidak? Sebagian besar wanita memiliki puting payudara yang sangat sensitif sebagian lainnya tidak, mereka mungkin ingin payudaranya disentuh atau mungkin tidak.

Tetapi umumnya wanita menyukai sentuhan lembut dan ciuman pada payudara dan juga pada puting payudara. Payudara dan putingnya akan mengeras apabila dirangsang. Begitulah tanda2 yang paling jelas bila ia terangsang, meskipun tidak semuanya demikian. Tanda2 lainnya adalah lubrikasi (pelendiran) pada liang vagina, kemerah-merahan di dada dan meningkatkan kecepatan denyut jantung dan pernafasan.

source : http://unik-aneh-langka.blogspot.com/

Oct 23, 2011

Awal Liarnya Istriku


“Lihat nih, bini aku sexy kan?” kataku bangga. Rendy melotot dan berdecak kagum, “Ck..ck…sexy sekali ya?”
“Yuli (nama istri Rendy) pernah direkam gini?” tanyaku tetap dengan nada bangga.
“Belum,” Rendy menggeleng, “Tapi mau ah…nanti malam aku mau ML sama dia, sekalian direkam diam-diam.”
“Sip! Nanti lihatin ke aku ya,” kataku bersemangat, “sekalian aku juga nanti malam mau ML sama istriku, sambil direkam juga.”
“Terus besok hasilnya tukaran ya, punya kamu lihatin ke aku, punya aku lihatin ke kamu,” usul Rendy yang langsung kusetujui.
Malamnya, aku benar-benar ML dengan Reny, istriku. Dia tidak tahu bahwa aku merekamnya di hpku yang sudah kuatur letaknya sebelum mengajaknya ML.
Besoknya, aku dan sahabatku menepati janji. Kuserahkan hpku untuk ditonton oleh Rendy, sementara aku menikmati hasil rekaman sahabatku itu. Kami sama-sama terangsang oleh tontonan yang sangat pribadi sifatnya itu. Bahkan Rendy sempat terlongong setelah mengembalikan hpku, seperti ada yang dipikirkan olehnya.
“Jan…kalau kita swinger gimana? Jujur, aku belum pernah merasakan swinger,” kata Rendy tiba-tiba.
Aku terkejut. Tak pernah kupikir sebelumnya akan melakukan seperti yang Rendy usulkan itu.
“Kamu jangan tersinggung, Jan,” Rendy menepuk bahuku, “Ini cuma usul…kalau kamu nggak keberatan, aku juga gak maksa. Yang jelas, kamu bisa nyobain Yuli, aku nyobain Reny. Adil kan?”
Aku terbengong-bengong. Terus terang, usul Rendy mengejutkan sekaligus membuatku bergairah. Kubayangkan istriku sedang disetubuhi oleh sahabatku itu, sementara aku menyetubuhi istrinya. Baru diobrolkan saja penisku sudah ngacung, apalagi kalau benar-benar dilaksanakan. Maka setelah berpikir agak lama, kujawab, “Usul edan tapi menggiurkan. Cuman…gimana cara meyakinkan istriku ya? Kalau dia gak mau kan susah. Istrimu sendiri gimana?”
“Soal istriku, serahkan padaku. Kamu urus Reny saja, atur supaya mau,” kata Rendy.
“Reny sangat konservatif, kamu juga tahu itu kan?”
“Reny yang konservatif apa kamu sendiri yang tidak mau swinger?” Rendy menepuk bahuku sambil menertawakanku.
“Aku mau…mau…tapi bagaimana cara meyakinkan Reny ya?”
“Begini aja,” kata Rendy di tengah kebingunganku, “kita jebak mereka ke dalam situasi yang mau tidak mau harus mereka terima.”
“Maksudmu?”
“Aku kan punya villa keluarga di Cipanas. Kita ajak mereka week end di sana.”
“Yayaya…jebakannya di sebelah mananya?”
“Kita bawa Martini atau Tequila…minum rame2, kita pada minum di sana. Setelah mereka rada kleyengan, kita matiin lampu sampai gelap sekali. Saat itu aku akan menelanjangi istriku, kamu juga telanjangi istrimu. Lalu kita bikin foreplay dengan istri kita masing-masing. Nah…lalu diem-diem kita tukar tempat. Kamu terkam istriku, aku terkam istrimu. Deal?”
“Hahahaaa! Deal! Deal!” seruku gembira dengan usul sahabatku, meski sebenarnya ada tandatanya di hatiku : Benarkah mentalku sudah siap untuk membiarkan istriku disetubuhi orang lain? Tapi…bukankah aku juga akan menggauli istri Rendy? Bukankah ini sangat adil bagi kami?
Lalu kami tentukan harinya. Hari yang akan sangat bersejarah itu.Setelah aku berpisah dengan Rendy, aku pulang dengan 1001 khayalan di benakku. Membayangkan istriku yang manis dan bertubuh mulus itu akan digeluti oleh Rendy, sementara aku akan menggeluti Yuli, istri Rendy. Aneh, baru membayangkannya saja aku jadi sangat terangsang. Apalagi pada waktu mengalaminya nanti.Reny sudah 4 tahun jadi istriku. Pada saat kisah ini terjadi Reny sudah berusia 26 tahun, sedangkan aku sendiri sudah hampir 30 tahun. Kami sudah dikaruniai seorang putra yang baru berumur 2 tahun. Ibu mertuaku sangat sayang pada Bernard, nama anakku, jauh melebihi ketelatenan babysitter yang bekerja di rumahku sejak anakku berusia setahun. Karena itu tiada masalah kalau aku dan Reny bepergian, karena di rumahku ada babysitter dan ibu mertuaku.Maka dengan wajah cerah Reny menyetujui ajakanku untuk berakhir pekan di Cipanas. “Rendy punya villa di sana, ya Mas?” tanyanya.”Iya,” aku mengangguk, “villa punya orang tuanya.””Rendy dan Yuli juga ikut nanti?””Ya iyalah. Kalau mereka gak ikut, ya gak enak dong kita pake villa orang tanpa pemiliknya. Kecuali kalau kita sewa villa orang lain.”Singkatnya, pada hari yang telah ditentukan, Rendy dan Yuli menyampar ke rumahku dengan Honda Citynya. Aku pun secepatnya memanaskan mesin Toyota Viosku.Tak lama kemudian, aku sudah menggerakkan mobilku, bersama Reny di sisiku, mengikuti mobil Rendy dan Yuli. Seperti yang sudah diatur semula, aku membekal Tequila, yang katanya bisa membuat wanita jadi horny. Untuk acara rahasiaku dan Rendy setelah berada di villa nanti.Reny tidak tahu bahwa ketika aku menyetir mobil menuju Cipanas, jantungku berdegup-degup terus, karena membayangkan apa yang akan terjadi beberapa jam lagi. Membayangkan sesuatu yang belum pernah kualami dan akan menimbulkan kesan mendalam dalam kehidupan dan hasrat birahiku.Sesampainya di depan villa, jantungku makin berdebar-debar. Tapi aku mencoba menekannya dengan menyapukan pandangan ke sekitar villa, yang memang indah pemandangannya. Diam-diam kuperhatikan Rendy. Ternyata sama denganku, senyumnya tampak canggung. Lalu kami masuk ke dalam villa.Reny dan Yuli bersih-bersih dulu di dalam villa, aku dan Rendy keluar lagi, lalu berjalan-jalan agak menjauh dari villa. Dan ngobrol dengan suara setengah berbisik:
“Kamu nafsu gak liat Yuli?” tanyanya.
“Kamu sendiri gimana? Nafsu gak liat Reny?” aku balik bertanya.
“Ya iyalah, makanya aku yang usul pertama, karena tergiur sekali waktu melihat dia bugil di hpmu itu.”
“Sama,” kataku sambil tersenyum canggung, “aku juga jadi nafsu melihat bentuk istrimu yang seksi…”
Darahku tersirap mendengar pujian itu. Tapi terasa makin membuatku penasaran, ingin segera tau apa yang akan terjadi nanti.
Kami berunding diam-diam, tentang apa yang akan kami lakukan nanti. Setelah matang rencananya, kami kembali ke villa. Di dalam villa, sudut pandangku mencuri-curi pandang terus ke arah Yuli, yang nanti akan kugauli. Kurasa Yuli dan Reny punya keistimewaaan masing-masing. Kulit Reny kuning mirip kulit wanita Jepang, sementara Yuli berkulit baubusuk. Reny tergolong berwajah cantik, sementara Yuli bisa kunilai hitam manis. Tubuh Yuli sedikit lebih tinggi daripada Reny, kutaksir sekitar 170cm gitu, sementara Reny 168cm.
Yang menarik dari hasil curi-curi pandang ini adalah, toket Yuli itu…aku yakin besar sekali…mungkin behanya berukuran 38 ke atas. Sedangkan toket Reny biasa-biasa saja, behanya pun cuma 34.
Menjelang senja, kami makan malam dulu di restoran yang paling dekat dengan villa keluarga Rendy. Pada saat itulah kulihat Reny dan Yuli seakan bersaing dalam berpakaian. Mereka seolah ingin tampil seseksi mungkin. Padahal aku tak menganjurkan apa-apa kepada istriku. Dan kulihat mata Rendy sering memperhatikan istriku. Sialan…sebentar lagi dia akan menikmati kemulusan dan kepadatan tubuh istriku. Tapi pikiran ini justru diam-diam membuat penisku hidup, mengeras dan mengeras terus. Terlebih-lebih setelah membayangkan bahwa untuk pertama kalinya aku akan menikmati kesintalan tubuh Yuli yang hitam manis itu.
Selesai makan, hari mulai malam. Kami pun kembali ke villa.
Seperti yang telah direncanakan, kami minum tequila di sofa ruang depan. Cukup banyak kami membekal minuman itu, karena aku membeli dua botol, ternyata Rendy pun membekal tiga botol. Untungnya Reny dan Yuli tidak menolak waktu ditawari minum, dengan alasan untuk mengusir hawa dingin.
Baru menghabiskan dua sloki, wajah Reny mulai merah. Sikapnya padaku mulai romantis. Yuli pun sama, ia mulai memeluk pinggang Rendy dengan sorot mata berharap.
Lalu kata Rendy, “Kita bikin pesta di dalam kamar yuk…sama-sama main…come on honey,” Rendy meraih lengan istrinya sambil melirik padaku, “ayo Jan…kamarnya cuma satu, kita pake rame2 yok.”
Kuraih juga lengan Reny yang tampak mulai agak teler. Lalu kami ikuti langkah Rendy ke dalam kamar yang agak besar, dengan dua bed berdampingan. Sesampainya di kamar, Rendy langsung menerkam dan menghimpit istrinya. Adegan itu tidak bisa lama-lama kulihat, karena setelah aku dan istriku naik ke atas bed yang masih kosong, Rendy memijat knop sakelar yang letaknya tak jauh dari bantalnya. Kamar itu langsung gelap gulita. Dan terdengar suara Rendy, “Biar kita sama-sama asyik dengan istri kita masing-masing, Jan.”
Aku cuma menjawab dengan ketawa kecil. Tapi dalam gelap aku mulai menanggalkan pakaianku sehelai demi sehelai, sampai telanjang bulat, lalu membisiki telinga istriku, “Ayo dong buka pakaianmu semua.”
Reny tidak buang-buang waktu. Ia tahu persis apa yang kuinginkan dalam saat-saat seperti itu. Dalam kegelapan kamar villa, Reny mulai menelanjangi dirinya. Sementara kudengar desah napas Yuli yang mulai tersengal-sengal, entah apa yang sudah terjadi di bed yang satu lagi itu. Mungkin Rendy sedang menjilati puting payudara atau vagina istrinya, entahlah…yang jelas aku pun mulai menggumuli istriku dalam kegelapan.
Terdengar suara Yuli, “Oooh…Bang Rendy…oooh….iya Bang…begituin….oooh…masukin aja Bang…aku gak tahan lagi nih…ooohhh…”

Terangsang oleh suara istri sahabatku itu, aku pun mulai menjilati puting payudara Reny. Tapi tak lama kemudian terasa tanganku dipegang oleh tangan kasar. Tangan Rendy. Aku mengerti maksudnya, bahwa aku harus segera pindah ke bed yang satunya lagi, sementara Rendy akan pindah ke bedku.
Inilah saat-saat yang paling mendebarkan. Aku bergerak ke arah bed di sebelah, lalu mulai menjamah tubuh Yuli. Mudah-mudahan saja Yuli tidak sadar bahwa sekarang bukan lagi suaminya yang akan menikmati kesintalan tubuhnya. Mudah-mudahan pula Reny tidak menyadari bahwa posisiku sudah diganti oleh Rendy.
Wow, aku mulai menikmati hangatnya pelukan Yuli. Tampaknya dia belum sadar bahwa posisi suaminya sudah diganti olehku.”Masukin aja Bang, sudah gak tahan nih…horny banget,” bisik Yuli yang sudah berada di bawah himpitanku. Bicara begitu, terasa tangan Yuli mulai memegang batang kemaluanku yang memang sudah keras. Apakah mau main langsung-langsungan saja? Kurasa untuk yang pertama kalinya memang harus begitu. Jangan banyak variasi dulu. Nanti kalau Yuli dan Reny sudah menyadari hal ini, barulah pakai foreplay sebanyak mungkin.
Maka tanpa banyak pikir-pikir lagi, kubiarkan Yuli meletakkan ujung penisku di ambang vaginanya. Kemudian kudorong sedikit demi sedikit, persis pada saat kudengar suara Reny, “Mas…cepetan dong masukin…duuuhh…kenapa jadi horny gini? Gara-gara minuman tadi kali ya…naaahhh…..iiih…kok punya Mas terasa jadi agak gede? Diapain?”
Gila…itu berarti penis Rendy sudah dimasukin ke dalam liang kemaluan istriku! Tapi…bukankah penisku juga sudah mulai melesak ke dalam liang senggama Yuli?
Bukan cuma melesak, tapi sudah mulai kuayun dengan mantapnya, karena liang senggama Yuli sudah banyak lendirnya (mungkin “hasil” rangsangan Rendy tadi).
Penisku sudah maju mundur dalam jepitan liang surgawi Yuli yang terasa begini legitnya, mungkin karena dia belum melahirkan anak. Liang vaginanya terasa sangat mencengkram dan hangat. Desah nafasnya pun makin nyata diiringi rintihan-rintihan nikmatnya, “Ooohh Bang…oooh…bang…oooh…kok enak sekali ini bang…..oooh…” sementara kedua lengannya mendekap pinggangku kuat-kuat. Ini membuatku makin bernafsu.
Lalu…seperti yang sudah direncanakan, diam-diam Rendy memijat sakelar lampu dan….tiba-tiba kamar itu jadi terang benderang. Ini sesuai dengan kesepakatan aku dan Rendy. Bahwa dalam keadaan sudah “telanjur” (penisku sudah main di dalam liang vagina Yuli dan penis Rendy sudah maju mundur di dalam liang vagina istriku), baik Yuli mau pun istriku takkan bisa menghindar lagi dari kenyataan yang sudah direncanakan oleh Rendy denganku itu.
Setelah kamar villa terang benderang, tentu saja Yuli dan istriku terkejut setelah menyadari dengan siapa mereka sedang bersetubuh.
“Bang Rendy?!” seru istriku di bed sebelah.
“Mas Janus?!” seru Yuli yang sedang kusetubuhi dengan gencarnya.
Lalu terdengar Rendy tertawa, “Hahahaaa….kita lanjutkan saja…sudah telanjur kan?”
“Jadi semuanya ini sudah direncanakan?” tanya Yuli yang tampak berusaha mengendalikan kekagetannya.
“Iya…ini adil kan?” bisikku sambil meremas buah dadanya yang benar-benar montok itu.
“Aaahhh…” cuma itu yang terlontar dari mulut Yuli, kemudian dia mendekap lagi pinggangku dan mulai menggoyang pinggulnya dengan gerakan yang trampil, seperti membentuk angka 8.
Kulirik Reny seperti bingung. Ia menoleh padaku, seakan bertanya kenapa jadi seperti ini? Lalu kutanggapi dengan senyum…dan celotehku, “Enjoy saja….”
Mungkin Reny geram melihatku sedang bersetubuh dengan Yuli, lalu ia “balas dendam” dengan mencengkram bahu Rendy dan mulai menggoyang pinggulnya. Gila…cemburu juga aku dibuatnya. Seingatku, tak pernah Reny menggoyang pinggulnya seedan itu waktu kusetubuhi. Tapi kecemburuanku ini berbuah nafsu dan gairah yang luar biasa. Enjotan penisku di dalam liang surgawi Yuli terasa nikmat luar biasa! Maka semakin edan pula kuhentak-hentak penisku, seperti meronta-ronta dalam jepitan memiaw Yuli…oh…ini nikmat sekali!
Suasana menjadi semakin erotis dan misterius. Yuli meladeni enjotan penisku dengan energik, pinggulnya meliuk-liuk laksana penari India. Tapi aku tak tahu apa yang bersemayam di benaknya. Ketika aku melirik ke samping, goyang pinggul Reny pun tak kalah edannya. Seolah ingin bersaing dengan dinamisnya goyang pinggul Yuli. Ada perasaan geram dan cemburu di hatiku melihat ulah istriku seperti itu. Tapi bukankah aku sendiri sedang menikmati kehangatan tubuh istri sahabatku?
Di tengah persenggamaan yang seru ini aku sempat berbisik terengah di telinga Yuli, “Gimana? Enak?”
“Enak sekali….aaah….” sahut Yuli dalam bisikan juga, mungkin takut terdengar oleh suaminya.
“Nanti lepasin di dalam apa di luar?” bisikku lagi.
“Terserah, aku kan belum punya anak…siapa tahu bisa punya darimu,” bisik Yuli pelan sekali, pasti takkan terdengar oleh suaminya yang semakin asyik menyetubuhi istriku.
Bisikan Yuli itu membuatku semakin bergairah mengayun batang kemaluanku. Tapi sekaligus membuatku tak bisa bertahan lagi, “Aku sudah mau keluar”, bisikku.
“Tahan dulu,” sahut Yuli, “aku juga sudah mau keluar Mas…barengin keluarnya ya…biar enak…”
Lalu kami seperti dua ekor binatang buas, saling cengkram, saling remas, saling jambak…dan akhirnya tak tertahankan lagi, bersemburanlah air mani dari batang kemaluanku, disambut dengan kedutan-kedutan liang kemaluan Yuli di puncak orgasmenya.
Kami menggelepar…menggeliat…berkejut-kejut…lalu sama-sama terkulai di puncak kepuasan.
Tapi kulihat Rendy masih asyik mengenjot batang kemaluannya di dalam liang kemaluan istriku. Bahkan di satu saat, mereka mengubah posisi. Reny di atas, Rendy di bawah. Oh…ini benar-benar membuatku cemburu. Karena kulihat istriku yang aktif mengayun pinggulnya, sementara Rendy merem melek sambil terlentang…
Kucabut batang kemaluanku dari dalam vagina Yuli yang sudah basah kuyup oleh spermaku dan lendir Yuli sendiri. Lalu aku duduk bersila sambil menonton persetubuhan Rendy dengan istriku. Aku terlongong menyaksikan betapa aktifnya Reny saat itu. Dengan sedikit berjongkok, ia mengayun pinggulnya sedemikian rupa, sehingga liang kemaluannya seolah membesot-besot batang kemaluan Rendy.
Yuli pun menonton persetubuhan antara suaminya dengan istriku itu. Dan tampaknya Yuli seperti kepanasan. Diam-diam ia menggenggam batang kemaluanku yang sudah mulai membesar, karena terangsang menyaksikan istriku sedang gila-gilanya bersetubuh dengan sahabatku. Tiba-tiba Yuli mendekatkan wajahnya ke pahaku yang sedang bersila ini, ah…tangannya memegang batang kemaluanku sambil menjilatinya. Sungguh semuanya ini mendebarkan dadaku…terlebih setelah Yuli menghisap-hisap penisku, di depan mata suaminya yang sedang menyetubuhi istriku!
Hanya dalam tmpo singkat penisku sudah mengeras kembali. Dengan sigap Yuli mendorong dadaku agar terlentang, lalu dengan berjongkok ia berusaha memasukkan penisku ke dalam liang surgawinya. Mungkin ia iri melihat suaminya sedang dipuasi oleh istriku dalam posisi terbalik begitu, lalu ia ingin melakukan hal yang sama. Blesss….penisku mulai membenam ke dalam liang memiaw Yuli…
Yuli mulai memainkan pinggulnya dengan energik sekali, naik turun dan bergoyang meliuk-liuk…ooh…penisku terasa dibesot-besot dan diremas-remas. Bukan main nikmatnya, membuat nafasku tertahan-tahan sambil mulai meremas-remas payudara montok yang bergelantungan di atas dadaku…dan di bed yang satu lagi, kulihat istriku lebih energik lagi, mengenjot pinggulnya sambil berciuman dengan Rendy. Ih…aku cemburu…tapi kecemburuanku ini jstru membangkitkan rangsangan dahsyat di jiwaku.
Sulit menggambarkan keadaan yang sebenarnya saat itu, karena aku juga sudah dipengaruhi alkohol, dari tequila yang kami minum tadi. Yang jelas, sepulangnya dari villa itu, Reny terus-terusan menyandarkan kepalanya di bahuku. Kujalankan mobilku dengan kecepatan sedang-sedang saja, karena ingin sambil berbincang dengan istriku.
“Bagaimana kesanmu, Lin?” tanyaku di satu saat.
“Gak tau ah…” Reny menggeleng, tapi kulihat ada senyum di bibirnya.
“Suka kan? Bilang aja terus terang. Semuanya ini kan demi kenikmatan kita bersama.”
“Mas sendiri, suka kan bisa menggauli Yuli?”
“Hmm…terus terang, aku lebih suka melihatmu sedang digauli oleh Rendy. Ada perasaan cemburu, tapi cemburu itulah yang membuatku jadi sangat terangsang.”
Reny terdiam. Lalu kataku, “Makanya satu saat nanti bisa aja kita undang Rendy tanpa istrinya.Atau bisa juga orang lain…biar aku bisa melihatmu digauli lelaki lain yang akan menimbulkan rangsangan hebat bagiku.”
Reny menatapku dengan ekspresi aneh. Lalu tanyanya, “Emang Mas gak tersiksa kalau aku digauli orang? Buatku, semuanya ini aneh…”
“Memang aneh,” sahutku sambil tersenyum, “tapi kamu suka kan?”
Dia tak menjawab. Matanya lurus memandang ke depan.
“Bilang aja terus terang, kamu suka kan? Seharusnya semua itu jadi pengalaman fantastis buat kita. Bener kan?”
“Iya sih…tapi aku takut akibatnya di kemudian hari…”
“Misalnya?”
“Ya…misalnya Rendy…sudah telanjur merasakan tubuhku. Bagaimana kalau nanti ketagihan?”
“Kasih aja. Asal di depan mataku, jangan sembunyi-sembunyi.”
Reny menatapku dengan sorot aneh, “Mas gak sakit hati melihatku digauli sama Rendy?”
“Gak,” aku menggeleng, “kan semuanya yang sudah terjadi tadi sudah kurundingkan dengan Rendy beberapa hari yang lalu.”
“Jadi semuanya itu benar-benar sudah direncanakan sama Bang Rendy?”
“Ya. Memang tadinya usul itu datang dari dia. Dan aku sangat tertarik pada usulnya itu. Bukan karena tertarik pada Yuli, tapi justru ingin menyaksikan kamu di gauli orang lain. Kebetulan aku tahu persis siapa Rendy. Dia bersih, tak pernah jajan dan sebagainya.”
“Terus…nantinya kita akan begitu lagi, maksudku…ngajak Rendy dan Yuli lagi?”
“Semuanya kuserahkan padamu. Karena dalam hal ini kamulah yang harus memutuskan. Dan gak usah di villa itu saja. Bisa juga kita pilih hotel di dalam kota. Dan gak usah di hari libur saja. Kapan saja kita mau, ya kita lakukan.”
“Ntar kalau aku ketagihan gimana?” tanya Reny malu-malu.
Rupanya kejadian di villa itu membuatnya terkesan dan ada kemungkinan ketagihan. Ini mendebarkan. Seandainya dia benar-benar ketagihan, apakah mentalku sudah siap? Ah, sudah kepalangan basah, aku mau jalan terus…karena aku merasakan beberapa hal positif di balik langkah “baru” ini!
Di hari-hari berikutnya, aneh…tiap kali aku membayangkan kejadian di villa itu, membayangkan istriku sedang disetubuhi oleh Rendy, nafsuku mendadak bangkit. Lalu kuajak istriku bersetubuh. Anehnya lagi, tiap kali aku bersetubuh dengan istriku, aku jadi powerfull dan energik sekali.
Pernah istriku berkata seusai bersetubuh denganku, “Sekarang Mas jadi garang banget…kenapa Mas? Pake obat ya?”
“Obatku datang dari jiwaku sendiri. Tiap kali membayangkan kamu lagi disetubuhi oleh Rendy, hasratku bangkit dengan hebatnya.”
“Masa sih? Apa bukan karena terbayang sintal dan seksinya tubuh Yuli?”
“Nggak,” aku menggeleng, “sungguh. Untuk membuktikannya, nanti kita ajak Rendy saja, tanpa kehadiran Yuli. Biar kamu percaya, titik syurnya justru waktu menyaksikan kamu digauli Rendy.”
“Nggak ah. Nggak enak sama Yuli dong. Rasanya kita seperti menghianati dia. Kan kita sudah sepakat untuk jalan berempat terus.”
“Aku gak butuh Yuli, aku butuh Rendy.”
Reny menatapku dengan sorot penuh selidik. Lalu tertunduk, seperti sedang berpikir. Lalu kataku, “Kalau ada orang selain Rendy, kamu mau?”
Reny menatapku lagi. “Takut ah…kalau orangnya punya penyakit kotor bisa menular nanti.”
“Orangnya kamu pilih sendiri deh,” kataku sambil memperhatikan reaksi istriku.
“Bener nih boleh milih sendiri?” tanyanya canggung.
“Bener.”
“Gak usah jauh-jauh Mas…kalau Roy gimana?”
Aku terkejut. Dia memilih adik kandungku!
Tapi apa salahnya?
“Hmm…pengen nyobain brondong ya?” kataku sambil mencolek pipi istriku.
“Bukan gitu, masalahnya biar rahasia kita gak nyebar ke luar Mas.”
Aku setuju. Roy adalah satu-satunya adik kandungku. Dia masih tergolong abg. Dia tinggal di kota lain dan kuliah di kota itu, baru semester pertama. Usianya memang jauh beda denganku. Saat istriku mengajukan namanya, usia Roy baru 18 tahun.
“Oke!” aku mengangguk sambil memijat no hp Roy.
Reny cuma bengong. Mungkin tak menyangka akan secepat itu.
“Hallo, Mas?” terdengar suara Roy di hpku.
“Gimana sehat Roy?”
“Sehat Mas. Besok libur 3 hari, nanti sore mau ke rumah Mas ya. Kangen sama Bernard. Sudah bisa jalan dia?”
“Sudah dong. Ya udah, nanti sore kutunggu ya.”
“Siap Boss!”
Aku tersenyum mendengar ucapan “siap boss” itu. Memang sejak aku yang membiayai kuliahnya, ia sering memanggilku boss.
“Nanti sore dia datang,” kataku sambil menepuk bahu istriku.
“Secepat itu?” istriku tercengang.
“Kebetulan aja, dia mulai besok libur 3 hari. Jadi mulai nanti malam mau nginep di sini.”
“Terus…aku harus gimana? Masa aku langsungajak Roy begituan?”
“Mmm…gimana ya? Mungkin juga Roy gak mau kalau ada aku….tapi gampang deh…kupasangin kamera cctv aja di kamar, terus aku monitor sambil ngumpet.”
“Terus?”
“Kamu rayu aja dia sampai mau. Bilangin aku gak ada, padahal aku ada di gudang sambil monitor di sana. Hmmm…kebayang nafsunya aku nanti waktu lihat kamu disetubuhi sama si Roy…!”
“Ah…Mas ada aja akalnya….”
Dan itulah yang kulakukan. Dengan sigap kupasang kamera cctv, dengan posisi menghadap ke tempat tidur. Monitornya kusimpan di gudang. Kuambil kursi untuk aku duduk di depan monitor.
Tidak sampai sejam, semuanya beres. Kameranya kusembunyikan di dalam lemari, lalu ada lubang kecil yang langsung mengarah ke tempat tidur. Soundnya kupasang terpisah, mikrofon kusimpan di balik lukisan, untuk memantaunya aku pakai headphone di gudang.
Ketika bunyi motor Roy terdengar memasuki pekarangan, aku sudah duduk di dalam gudang, menghadapi monitor. Lalu terdengar suara istriku menyambutnya. Pada saat yang sama, hpku yang disilent berkedip-kedip. Ada sms masuk. Aku agak kaget, karena sms itu datang dari Yuli, bunyinya: Mas Janus…aku kok jadi kangen gini sih? Kapan kita ketemuan tanpa mereka? Aku pengin nyantai Mas. Kebetulan Bang Rendy besok mau ke Medan. Mas datang ya ke rumahku besok malam. Jangan takut sama Bang Rendy. Aku sudah dapat izin kapan saja ketemu sama Mas Janus boleh. Izinnya cuma dengan Mas Janus, dengan orang lain tidak boleh.
Aku tersenyum sendiri membaca sms itu, lalu kubalas dengan sedikit gombal : Aku juga kangen sama Yuli…tapi besok aku harus lihat-lihat dulu apakah besok ada kegiatan atau tidak. Aku siap kok….waktu di villa terasa sekali Yuli itu…hmmm…pokoknya nikmat sekali…!
Yuli membalas lagi: Ah yang bener? Kirain aku saja yang merasakan seperti itu. Tapi janji ya, selama Bang Rendy di Medan, Mas harus datang ke rumahku.
Kujawab lagi: Iya sayang, aku pasti datang!
Waktu smsan itu mataku tetap tertuju ke monitor. Kamarku masih kosong. Mungkin Roy masih ngobrol dengan istriku di ruang depan.
Tak lama kemudian kulihat di monitor sudah ada “kehidupan”. Roy masuk ke dalam kamarku bersama istriku. Cepat kupasangkan headphone di telingaku. Dan terdengar suara mereka:
“Kamar mandi yang di belakang gak ada shower air panasnya, Roy. Makanya enak di kamar mandi yang ini.”
“Iya Mbak. Ohya, Mas Janus kapan pulangnya?”
“Gak tau. Tapi kayaknya sih tengah malam nanti, atau mungkin juga besok pagi langsung ke kantor, pulang ke sini besok sore.”
“Oh gitu…aku mau mandi dulu ya Mbak.”
“Iya. Perlu ditemenin nggak?”
Roy tampak kaget, menatap istriku yang mendadak bersikap centil. “Ah, Mbak Reny…ada-ada saja.”
“Lho…aku nggak main-main kok…”
“Bisa dibunuh aku nanti sama Mas Janus.”
“Nggak lah….nyante aja lagi…”
Roy tampak bingung sesaat, lalu masuk ke dalam kamar mandi yang bersatu dengan kamarku.
Pada saat yang sama, datang lagi sms dari Yuli: Bang Rendy sudah berangkat Mas. Ke rumahku dong sekarang…lagi horny…pengen sama Mas Janus…abisnya terkesan sih sama Mas…
Aku tercenung. Kok jadi bentrok gini waktunya ya? Apakah aku harus pergi diam-diam ke rumah Rendy? Lalu harus meninggalkan detik-detik yang mendebarkan dan siap kurekam itu?
Yuli memang sexy. Tapi saat ini aku lebih tertarik untuk melihat apa yang akan dilakukan oleh Reny dan adikku. Maka kubalas sms Yuli: Paling bisa nanti tengah malam atau besok pagi…lagi ada kerjaan yang belum bisa ditinggalin…gimana?
Yuli membalas smsku: Iya deh, kutunggu ya Mas…kalau pintu sdh pada dikunci, call aja dulu, biar kubukain…maunya sih nanti tengah malam juga gakpapa…kalau pagi kan kurang romantis…he e e
Aku tersenyum sendiri. Bakalan sibuk nih aku nanti.
Sejenak kulupakan dulu Yuli yang setengah memaksaku datang ke rumahnya, karena kulihat di monitor Roy sudah keluar dari kamar mandi dengan hanya melilitkan handuk di tubuhnya, sementara Reny sedang duduk di depan meja rias.
Lalu:
“Roy…tolong lepasin ritsleting ini dong,” pinta Reny sambil menunjuk ke bagian punggung gaunnya.
“Mmm…aku mau pake baju dulu Mbak…”
“Gak usahlah, pake bajunya nanti saja. Masa minta tolong sedikit saja pake ntar dulu?!”
“Iya, iya Mbak,” sahut Roy sambil menghampiri istriku. Aku yakin ini trik yang sedang dilancarkan oleh istriku, untuk langsung menjebak Roy.
Memang benar dugaanku…waktu Roy menarik ritsliting bagian punggung gaun istriku, kulihat istriku memegang tangan Roy sambil menatapnya: “Roy…”
“Ya Mbak…?” Roy tampak gugup ditatap seperti itu oleh istriku.
“Kamu pernah begituan sama cewek?”
“Ma…maksud Mbak?”
“Masa gak ngerti sih…” kulihat tangan istriku menyergap ke dalam handuk Roy, “Ininya pernah dimainkan sama cewek gak? Hihihihi…panjang gede penismu Roy…Mas Janus kalah sama kamu…sudah keras lagi…”
“Mbak…ohhh…mbak….” Roy tampak gelagapan.
Reny bangkit dari kursi di depan meja rias. Lalu melangkah ke pintu, menutup dan sekaligus menguncinya. Lalu balik lagi menghampiri Roy yang berdiri kebingungan, masih dengan handuk melilit di badannya.
Reny melingkarkan lengannya di leher Roy. Dan terdengar suaranya, “Sudah pernah bersetubuh dengan cewek belum?”
“Pernah…” sahut Roy hampir tak terdengar.
Reny tersenyum, “Bagus…berarti kamu sudah pengalaman…aku lagi horny Roy…kamu mau kan? Mumpung Mas Janus gak ada…”
Reny mengakhiri ajakannya dengan menarik handuk yang melilit di pinggang Roy. Ini membuat Roy langsung telanjang bulat. Dan kulihat batang kemaluannya sudah ngaceng dengan mantapnya. Aku iri juga melihat batang kemaluan Roy, yang ternyata lebih panjang dan lebih besar daripada punyaku. Baru sekali ini aku melihat bentuk batang kemaluan adikku setelah usianya hampir dewasa begitu.
“Mbak…” Roy tampak kebingungan, karena Reny sudah memegang zakarnya sambil mendorong dadanya sehingga terlentang di atas tempat tidurku.
Ini mulai menegangkan bagiku. Kesannya tidak seperti waktu swinger di villa tempo hari. Mungkin karena kali ini aku konsen ke satu arah, ke adegan istriku yang sedang merangsang adik kandungku!
“Iiih…punyamu kok panjang dan gede gini, Roy…sudah keras sekali lagi…Mas Janus kalah nih sama punya kamu…” Reny mulai menciumi penis adikku, membuatku semakin degdegan. Terlebih ketika ia mulai melepas beha dan celana dalamnya, yang membuat Roy melotot. Aku juga melotot tegang. Penisku sudah ereksi sejak tadi, serasa mau ngecrot saja. Tapi kucoba menenangkan diri dengan menyalakan rokok dan mengikuti adegan selanjutnya.
Setelah telanjang bulat, istriku menelentang di sisi Roy sambil bergumam, suaranya tidak begitu jelas. Roy mengangguk, lalu bergerak menindih dada istriku.
Kusangka Roy mau langsung memasukkan penisnya ke vagina istriku. Ternyata tidak. Dia mulai mengemut-emut puting payudara istriku. Tangan istriku mulai menggapai-gapai di punggung Roy…lalu kepala Roy menurun ke arah perut istriku…turun terus sampai berada di antara kedua pangkal paha istriku. Jantungku semakin dagdigdug, kutenangkan lagi dengan sebatang rokok. Oooh, kulihat istriku mulai menggeliat dan melenguh-lenguh…Roy semakin agresif menjilati kemaluan istriku….sampai akhirnya kudengar istriku merengek, “Sudah cukup Roy…sekarang… masukin aja Roy…masukin aja sayang…..aku ingin merasakan punyamu yang tinggi besar itu….”
Tapi Roy seperti keasyikan, terus2an menjilati kemaluan istriku. Sampai istriku merintih lagi, “Roy…aaaah…aku mau orga nih…Troooyyy…..aaaahhhh….”
Lalu kulihat istriku mengegelepar…mengelojot dan merintih lirih…”Troooy….ooohhh…aku keluar, sayaaang….”
Roy terdiam sesaat, lalu mulai naik ke atas dada istriku, sambil mengarahkan penisnya ke mulut memiaw istriku. Jelas sekali, penis Roy mulai membenam ke dalam liang kemaluan istriku yang sudah berlepotan air liur Roy, mungkin juga bercampur lendir vagina istriku sendiri.
“Oooh…Roy….sudah masuk, sayang…” istriku mendekap punggung Roy.
Gila, aku tak tahan melihat semuanya itu. Dan pada waktu kulihat Roy mulai mengayun batang kemaluannya, kuperiksa komputer yang sedang merekam adegan dari cctv, semuanya berjalan dengan baik. Lalu diam-diam aku keluar…
Beberapa saat kemudian aku sudah berada di dalam taksi (sengaja aku tidak memakai mobilku sendiri, keluar dari rumah pun diam-diam, supaya Roy tidak menyadari kehadiranku).
Setengah jam kemudian aku sudah berada di depan rumah Rendy.
Yuli menyambutku dengan hangat, “Parkir di mana mobilnya, Mas?”
“Pake taksi,” sahutku, “mobil sedang dipakai adikku.”
Semua ini di luar skenario yang sudah kutata dengan istriku. Masalahnya aku tidak mau ganggu adikku, sementara ajakan Yuli membuatku tertarik. Biarlah rangsangan yang kutonton dari dalam gudang tadi mau kusalurkan ke Yuli. Mudah-mudahan saja istriku tidak marah karena aku pergi secara diam-diam begini. Aku juga ingin menikmati tubuh Yuli tanpa kehadiran Rendy. Dan tampaknya Yuli pun sama seperti keinginanku, ingin bercinta tanpa kehadiran suaminya.
Aku sudah terangsang oleh adegan Roy dengan adikku tadi. Maka ketika Yuli menguncikan pintu depan, aku memeluknya dari belakang, “Mana pembantumu?”
“Pulang,” sahutnya, “dia kan cuma kerja sampai jam empat sore.”
“Jadi sekarang Yuli cuma sendirian?”
“Iya Mas…makanya aku ngajak Mas…biar ada yang nemenin…” Yuli yang sedang mengenakan kimono putih bermotif bunga Sakura, membalikkan tubuhnya dan mencium bibirku dengan hangat.
Tentu aku tak mau berdiam pasif…ketika dia meraihku ke sofa, tanganku mulai menyeRenyp ke belahan kimononya, langsung menyentuh payudara montoknya yang sejak tadi kuyakini tidak mengenakan beha, karena kedua putingnya tampak menonjol meski masih tertutup kimono. Terasa menghangat tubuh Yuli setelah aku berhasil memegang payudaranya…meremasnya dengan lembut…
Tak cuma itu…tanganku yg satu lagi mulai menyeRenyp ke balik celana dalam Yuli, mulai menyentuh jembutnya yang lebat…mulai menyeRenyp ke celah surgawinya yang mulai membasah dan hangat. Napas Yuli mulai tertahan-tahan.
Apa yang sedang terjadi di antara istriku dengan Roy, terlintas-lintas terus dalam terawanganku. Pasti mereka sedang gila-gilanya memadu kenikmatan. Membuat darahku tersirap-sirap….lalu membuatku mulai ganas menggeluti tubuh Yuli sebagai kompensasi…sampai akhirnya Yuli mengajakku pindah ke kamarnya. Aku setuju.
Di dalam kamarnya, Yuli menanggalkan kimononya dengan senyum mengundang. Sehingga tinggal celana dalam yang melekat di tubuh tinggi montoknya itu. Dalam keadaan seerotis itu, dia meraih kedua pergelangan tanganku, dengan senyum manis di bibirnya. Aku Tak mau buang-buang waktu lagi. Kutanggalkan celana jeans dan shirtku, lalu merapat ke tubuh Yuli dalam keadaan sama-sama tinggal bercelana dalam saja…
Hawa hangat tersiar dari tubuh Yuli ketika aku mulai menggumulinya. Sempat juga kudengar bisikannya, “Makasih Mas…Mas datang tepat pada saat aku butuh Mas…”
Aku tidak menanggapinya dengan kata-kata melainkan dengan tindakan. Aku bukan orang hipokrit. Aku juga sangat membutuhkan variasi dalam kehidupan seksualku, supaya perjalanan hidupku tidak terasa hambar….
Ketika tanganku mulai menyeRenyp lagi ke balik CD Yuli, aku pun membiarkan tangan Yuli menyeRenyp ke balik Cdku. Dan ketika tanganku mulai mengelus kemaluan Yuli, aku pun rasakan Yuli mulai menggenggam dan meremas batang kemaluanku dengan hangat dan lembut.
“Sudah keras banget Mas,” bisiknya.
“Iya…sejak smsan tadi, punyaku ngaceng terus…” sahutku bercampur dusta. Karena sebenarnya aku sedang membayangkan istriku sedang enak2nya disetubuhi oleh Roy, adikku yang masih sangat muda itu…
Lalu tanpa basa basi lagi kutempelkan moncong tongkolku di mulut memiaw Yuli yang sudah membasah itu…secara reflex Yuli merenggangkan kedua kakinya…dan kudorong batang kemaluanku sampai masuk sedikit…terdengar desisan mulut Yuli sambil melotot…kukocok2 sedikit zakarku, sampai akhirnya membenam sekujurnya di dalam liang surgawi Yuli….
Pagi itu aku tidak masuk kerja, karena kantorku sedang direnovasi, jadi aku bisa istirahat seminggu. Reny sedang mengantarkan anakku yang sudah dimasukkan ke playgroup. Tanganku tertusuk ujung obeng waktu ngotak ngatik sound system di mobilku tadi, lalu kucari-cari betadine di sana sini, tidak ketemu. Di mana ya? Perasaan Masih ada betadine di kamarku ini. Lalu kucari di meja rias istriku. Kutarik juga lacinya, karena biasanya Reny menaruh benda-benda kecil di situ. Tapi pandanganku malah tertumbuk ke sebuah buku tebal. Buku apa ini?
Ternyata buku itu penuh dengan tulisan istriku. Semacam buku harian. Iseng-iseng kubaca. Isinya mendebarkan. Rupanya setiap kejadian penting dicatatnya di buku ini. Dan yang paling mendebarkan adalah rangkaian kalimat berikut ini:
—————————————————————————————— ———————–
AKU mencintai Mas Janus dengan sepenuh hati. Tapi mengapa semuanya ini harus terjadi? Bisakah aku disalahkan, sedangkan semua yang telah kualami adalah “hasil karya” suamiku sendiri?
Aku harus jujur mengakuinya bahwa aku telah menikmati semuanya, meski dengan perasaan bersalah. Tadinya kuanggap semuanya itu gila. Tapi ternyata ada greget yang luar biasa, yang menimbulkan nikmat dan sensasi luar biasa.
Aku masih ingat benar waktu terjadinya petualangan di villa Rendy itu, aku kaget sekali setelah menyadari bahwa yang sedang menyetubuhiku adalah Rendy, bukan suamiku. Aku juga kaget ketika melihat suamiku sedang menyetubuhi Yuli. Oh my God! Apa yang sedang terjadi ini? Tapi lalu kusadari bahwa semuanya itu direncanakan oleh mereka, oleh Rendy dan suamiku. Sedangkan batang kemaluan Rendy sudah telanjur berada di dalam liang kemaluanku, aku sudah telanjur merasakan nikmatnya ent*tan Rendy yang memang lebih panjang dan lebih besar daripada punya suamiku. Akhirnya aku memejamkan mata dan mulai menikmatinya dengan perasaan melayang-layang.
Tetapi kreativitas sex Mas Janus tak berhenti sebatas itu saja. Pada suatu hari dia mengungkapkan rencana baru, yaitu niatnya untuk menjebak orang lain untuk menggauliku dan ia sendiri akan mengintipnya. Menurutnya hal itu akan membangkitkan nafsunya yang luar biasa. Lalu kuusulkan orang lain itu Roy, adik Mas Janus sendiri. Ternyata usulku disetujui, meski dengan sedikit sindiran bahwa aku seneng brondong.
Rencana itu jelas mendebarkan. Meski buat orang lain mungkin merupakan hal yang aneh dan tak masuk di akal. Tapi aku sendiri merasakan hal yang sama, ketika melihat suamiku sedang menyetubuhi Yuli, perasaanku dibakar cemburu, tapi lalu kulampiaskan kecemburuanku dengan meladeni Rendy seedan mungkin. Dan rasanya luar biasa. Belum pernah kurasakan hubungan sex senikmat itu.
Lalu terjadilah sesuatu yang merupakan wujud dari rencana suamiku sendiri. Bahwa Roy masuk ke dalam perangkapku.
Apakah Roy lebih dominan memberikan kepuasan padaku? Tentu saja. Dia Masih bujangan. Zakarnya terasa keras sekali waktu membenam ke dalam liang kemaluanku. Dan gesekan-gesekannya terasa begitu mantap…lebih mantap daripada suamiku.
Tapi apakah dengan peristiwa-peristiwa edan itu cintaku pada Mas Janus mulai pudar? Tidak! Aku malah semakin mencintainya, karena dia telah menciptakan sesuatu yang membuat kepuasan luar biasa padaku.
Malam itu Roy sampai tiga kali ejakulasi, karena baru sebentar istirahat dari ejakulasi pertama, zakarnya kembali menegang. Dan persetubuhan yang ketiga kalinya adalah hasil rangsanganku, membuat dia bersemangat menyetubuhiku untuk ketiga kalinya.
Aku tahu bahwa semua yang kulakukan dengan Roy disorot oleh kamera cctv dan dimonitor oleh suamiku. Dan semuanya itu memang kehendak suamiku sendiri. Tapi setelah Roy keluar dari kamarku, setelah aku selesai membersihkan vegyku di kamar mandi, Mas Janus tak muncul juga. Lebih dari sejam aku menunggu, dia tak muncul-muncul. Apakah dia ketiduran di kamar monitoring itu?
Aku jadi serba salah. Mau mengetuk pintu gudang, takut dia lagi asyik melakukan sesuatu. Yah, akhirnya aku rebahan dengan tubuh lemas, karena tenagaku seperti dikuras waktu meladeni Roy tadi.
Menjelang subuh, ketika aku sudah tidur nyenyak, terdengar pintu kamar dibuka, suamiku masuk.
Karena masih terkuasai alam tidur, aku bertanya lemah, “Kok baru masuk? Tadi ngapain aja?”
Suamiku mencium pipiku sambil berbisik, “Jangan marah ya…tadi aku ke rumah Rendy.”
“Terus?” tanyaku sambil menggesek mataku.
“Janji dulu, kamu gak marah ya.”
“Iya janji. Ngapain ke rumah Rendy?”
“Mmm…Yuli ngajak…karena Rendy lagi ke Medan…”
“Pantesan…” cetusku sambil mencubit lengan suamiku, “Asyik dong…”
Suamiku cuma nyengir, lalu katanya, “Kamu juga kan asyik sama si Roy tadi…”
“Jadi Mas gak nonton aku sama Roy tadi?”
“Nonton sebentar, terus pergi diam-diam. Tapi semuanya kan direkam. Nanti bisa kutonton rekamannya.”
“Ih…nanti kalau Rendy juga ngajak aku diam-diam gimana?”
“Mau balas dendam? Hahaha…gakpapa. Yang penting laporan sama aku. Kan aku juga laporan bahwa tadi aku sama Yuli.”
“Ih…kita kok jadi begini Mas?”
“Kamu nyesel? Jangan nyesel dong, tenang aja lagi.”
Subuh itu suamiku tidak melakukan apa-apa padaku. Mungkin dia sudah kecapean menyetubuhi Yuli. Tapi aku sendiri juga masih lemas karena habis melayani adik iparku yang masih sangat tangguh itu.
SETELAH suamiku berangkat kerja, seperti biasa aku mandi di bawah semburan shower air hangat. Rasanya ingin membersihkan tubuh sebersih mungkin. Entah kenapa. Selesai mandi aku berias dulu di depan cermin rias, kemudiankeluar dari kamarku dengan hanya mengenakan kimono.
Kulihat pintu kamar tamu masih tertutup. Kamar itu dipakai oleh Roy. Sudah sesiang ini dia belum bangun? Kucoba memutar handle pintu kamar itu, ternyata tidak dikunci. Diam-diam aku masuk ke dalam. Sambil menutupkan kembali pintu dari dalam, kulihat Roy masih nyenyak tidur tanpa selimut. Dia hanya mengenakan celana dalam dan kaus t-shirt sambil memeluk bantal guling. Selimut tergeletak di sampingnya. Apakah dia tidak kedinginan?
Dengan hati-hati aku merayap ke sisinya. Aneh, hasrat birahiku berkobar lagi. Padahal tadi malam aku sudah dipuasi oleh adik iparku ini. Lalu kalau pagi ini terjadi lagi seperti yang tadi malam, apakah Mas Janus takkan marah? Ah, bukankah suamiku mengizinkanku untuk melakukannya, asalkan nanti laporan padanya?!
Entahlah kenapa aku jadi begini bergairah, begini binalnya untuk mendapatkan kepuasan seksual di pagi ini. Tapi Roy masih tidur pulas, sampai tidak menyadari bahwa tanganku sudah menyeRenyp ke dalam CDnya, sudah menggenggam batang kemaluannya yang masih sangat lemas. Dan kuremas-remas dengan lembut sesuatu yang tadi malam sangat memuaskanku itu. Aku mulai gemas, kusembulkan zakar Roy dari celah CDnya, lalu tanpa ragu lagi kudekatkan wajahku ke zakar yang masih terkulai lesu itu. Gap…mulai kukulum dan kumainkan ujung lidahku untuk mengelus puncak batang kemaluan Roy.
Dengan penuh semangat kuselomoti batang kemaluan Roy yang perlahan-lahan mulai membesar dan memanjang….terdengar suara nafas Roy, pertanda mulai bangun…batang kemaluannya pun mulai bangun, mengeras dengan gagahnya!
Lalu terdengar suara Roy mendesah, “Oo…oooh…mbak…oooh…ini enak sekali….oooh….”
Tanpa pikir panjang lagi kulepaskan kimonoku, langsung telanjang bulat karena tak mengenakan pakaian dalam…hmm..semuanya sudah dipersiapkan! Lalu kutarik CD Roy, sehingga zakarnya yang sudah berdiri dengan gagah itu tak tertutup apa-apa lagi. Kemudian kudorong dadanya supaya terlentang. Lalu aku merangkak ke atas tubuhnya sambil mengarahkan batang kemaluannya supaya ngepas menekan liang kemaluanku yang sudah membasah dengan lendir libido ini.
Lalu kuturunkan pinggulku, sehingga perlahan tapi pasti zakar Roy membenam ke dalam liang veggyku. Oh, gila, rasanya aku horny banget pagi ini.
Aku menelungkup setelah menanggalkan t-shirt Roy. Lalu mulai aktif, menaik turunkan
pinggulku dengan goyangan yang sudah terlatih. Dengan sendirinya batang kemaluan Roy dibesot-besot oleh dinding liang kenikmatanku.
Roy terengah-engah sambil memeluk pinggangku erat-erat. Membuatku makin bersemangat untuk menggenjot pinggulku, oh, rasanya enak sekali pergeseran antara dinding liang kenikmatanku dengan batang penis Roy yang gagah perkasa itu.
SAMPAI Roy meninggalkan rumahku, rahasia itu tetap kujaga. Roy tidak kuberitahu bahwa semuanya itu “hasil karya” abangnya sendiri. Aku tetap ingin menjaga image suamiku dan aku sendiri, agar jangan dicap pasangan psikopat. Memang semuanya seolah hanya bisa dilakukan oleh sepasang suami-istri yang psikopat. Tapi aku sudah mulai menikmatinya, sudah mulai memahami jalan pikiran suamiku, bahwa semuanya ini mendatangkan kenikmatan yang luar biasa, sekaligus menghilangkan kejenuhan.
Hari demi hari berlalu. Apa yang kucemaskan tidak terjadi. Aku dan Mas Janus enjoy-enjoy saja menempuh rumah tangga, tanpa badai yang berarti. Bahkan anehnya sikap Mas Janus makin ramah dan lembut padaku. Jadi tiada alasan bagiku untuk mempertentangkan pendiriannya. Bahkan dengan jujur harus kuakui bahwa aku enjoy dengan semuanya ini. Dan setuju dengan kata-katanya, “Daripada selingkuh di belakang, mending selingkuh terang-terangan begini. Yang penting semuanya harus under control. Jangan jadi liar.”
Memang semua yang telah terjadi dengan Roy kulaporkan kepada suamiku, sebagai tanda masih under control. Dan suamiku malah tersenyum, tiada ekspresi kemarahan sedikit pun. Bahkan semakin hangat dia memperlakukanku sebagai istri syah dan ibu dari anaknya.
Lalu semuanya berjalan seperti biasa. Tanpa gejolak yang berarti dalam rumah tanggaku. Sampai pada suatu malam…ketika aku pulang arisan ibu-ibu di lingkunganku, kulihat Mas Janus tersenyum-senyum sambil memelukku. Dan berbisik ke telingaku, “Aku lagi bergairah sekali sekarang ini sayang.”
Biasanya kalau mau bersetubuh dengan Mas Janus, aku suka ke kamar mandi dulu untuk membersihkan kemaluanku. Tapi malam itu Mas Janus tak memberiku kesempatan. Langsung menelanjangiku di dalam kamar dan menerkamku di atas tempat tidur.
Aneh memang, ketika batang kemaluan Mas Janus membenam ke dalam liang ku, aku merasakan gairahnya begitu hebat. Terlebih setelah batang kemaluannya mulai mengenjot liang veggyku, oh, kenapa Mas Janus jadi ganas begini? Apakah dia habis makan obat perangsang atau bagaimana?
Aku pun mulai menikmatinya dengan sepenuh gairah kewanitaanku. Kugoyang pantatku dengan gerakan meliuk-liuk, membuat nafas Mas Janus semakin mendengus-dengus. Aku pun terpejam-pejam dalam arus kenikmatan.
Tetapi…ada yang aneh…ya…ini aneh. Bahwa ketika Mas Janus sedang mengenjotku sambil menelungkup di atas tubuhku, terasa ada yang mengelus-elus betis dan pahaku.
Aku mencoba memperhatikannya dengan seksama. Apa yang sedang terjadi ini?
Dan alangkah kagetnya aku, setelah menyadari bahwa ternyata memang ada tangan lain yang sedang mengelus pahaku. Tangan itu adalah tangan Bang Rendy! Ya, Bang Rendy sudah berada di atas tempat tidurku dalam keadaan tak berbusana! Bagaimana ini bisa terjadi? Apakah ini semuanya sudah mereka atur sebelumnya?
“Ba..Bang Be…Rendy?!” seruku tertahan.
Rendy cuma tersenyum dan tetap mengelus-elus pahaku. Bahkan lalu ia memegang bahu suamiku sambil berkata dengan senyum, “You istirahat dulu dong…biar aku yang menggantikanmu…”
Aku tak tahu lagi apa yang harus kulakukan, terlebih ketika kulihat suamiku malah mengangguk sambil tersenyum dan menarik batang kemaluannya sampai terlepas dari liang kemaluanku. Dan Rendy merayap ke atas tubuhku sambil mengarahkan batang kemaluannya ke mulut ku.
Kupegang pergelangan tangan suamiku yang duduk di sebelahku sambil menatapnya, “Mas…”
“Santai aja sayang,” sahut suamiku sambil mengelus pipiku, “Enjoy aja.”
Belakangan aku tahu bahwa ketika aku sedang arisan, Rendy datang dan sengaja disembunyikan di kamar mandi yang bersatu dengan kamarku. Ah…semuanya memang sudah direncanakan.
Perasaanku jadi bercampur aduk ketika lubang ku mulai dicoblos oleh batang kemaluan Rendy. Salah tingkah, karena suamiku menyaksikan semuanya ini. Maka sambil menggenggam tangan suamiku erat-erat, kupejamkan mataku…sambil merasakan nikmatnya zakar Rendy yang mulai maju-mundur di dalam jepitan liang kewanitaanku.
Orang bilang rumput di pekarangan tetangga selalu tampak lebih hijau daripada di pekarangan sendiri. Kini aku merasakannya. Bahwa ayunasn Rendy terasa sekali membanjiri bathinku dengan kenikmatan. Karena Rendy tak hanya menggenjot nya di dalam ku, tapi juga mengulum-ngulum puting payudaraku, sesekali mengisapnya kuat-kuat. Sementara tangannya pun tidak diam. Terkadang mengelus anusku, menimbulkan geli-geli nikmat yang membuatku sering menahan nafas. Aku pun mulai merengkuh leher Rendy dan memeluknya erat-erat, tanpa berani memandang ke arah suamiku.
Ketika kubuka mataku, kulihat suamiku sedang melangkah ke kamar mandi, mungkin mau pipis. Saat itulah aku merasa bebas untuk menggoyang pinggulku seedan mungkin, karena enjotan Rendy emang terasa sekali enaknya. Dan ketika ia mencium bibirku, sengaja kupagut dan kulumat bibirnya dengan penuh gairah. Biarlah, bukan aku yang merencanakan semuanya ini.
Kelihatannya kelincahanku dalam meliuk-liukkan pinggul justru membuat suamiku senang. Ia malah berkomentar setelah keluar lagi dari kamar mandi, “Nah begitu dong, jangan bikin malu aku….biar Rendy tau istriku ini jago goyang…hihihihi…”
Aku masih belum mengerti kenapa suamiku bisa seperti itu. Yang jelas, kulihat dia enjoy-enjoy aja melihatku sedang disetubuhi oleh sahabatnya, enjoy-enjoy saja melihat pinggulku bergoyang-goyang edan.
Rendy pun sama enjoynya. Tanpa peduli kehadiran suamiku, Rendy terkadang mendesakkan batang kemaluannya dalam sekali, sampai menyentuh ujung liang ku. Ini membuatku merengek nikmat, dengan mata merem melek.
Ketika aku mau merasakan titik puncak orgasmeku, tak terkendalikan lagi aku merintih-rintih histeris, “Ooohhh…Bang Rendy….oooh…aku mau orga Bang….ooooh….”
Tanpa peduli lagi bahwa suamiku sedang menyaksikan semuanya ini.
Susah melukiskan semuanya itu, karena aku sendiri dalam keadaan edan-eling di puncak orgasme. Yang aku ingat, Rendy melanjutkan enjotan nya meski ku sudah becek. Dan pada suatu saat ia menekankan batang kemaluannya kuat-kuat sambil mendengus, ooooooo…oohhhh…..lalu terasa liang kemaluanku disemprot-semprot cairan hangat, pada saat yang sama Rendy mendekapku kuat-kuat, lalu perlahan-lahan terasa batang kemaluannya melemas dan mengecil.
Aku pun memejamkan mata dalam letih dan puas. Tapi beberapa detik kemudian suamiku menggantikan peran Rendy, memasukkan lagi zakarnya yang Masih keras ke dalam liang kemaluanku yang sudah kebanjiran air mani Rendy. Aku tak kuasa menolak ataupun memberikan saran. Aku hanya terdiam, lalu berusaha memuaskan nafsu suamiku dengan goyangan pinggul sebisa mungkin. Padahal sekujur tubuhku masih terasa ngilu-ngilu.
Malam itu memang malam edan. Setelah suamiku ejakulasi, Rendy maju lagi. Dia minta agar aku mengubah posisiku jadi di atas. Lalu terjadilah persetubuhan yang kedua dengan sahabat suamiku itu.
Tentu saja ronde kedua ini (kedua untuk Rendy, ketiga untukku) jauh lebih lama daripada ronde pertama tadi. Aku sendiri sudah tak tahu lagi berapa kali mengalami orgasme saat itu. Yang aku tahu, setelah lebih dari sejam kami bersetubuh, Rendy mencabut nya dari ku, kemudian menyemburkan sperma hangatnya di dalam mulutku.
Setelah Rendy terkapar, aku bergegas menuju kamar mandi, untuk berkumur-kumur dan membersihkan kemaluanku. Lalu kembali ke kamar, tadinya ingin beristirahat. Tapi rupanya persetubuhanku yang kedua dengan Rendy tadi menyebabkan libido suamiku berkobar lagi!
Terpaksalah kuladeni lagi suamiku, karena merasa kasihan kalau nafsunya tidak kupuasi. Tapi, oh my God….selesai suamiku menyetubuhiku, Rendy ingin meku lagi untuk yang ketiga kalinya!
Mungkin di situlah letak keistimewaan main threesome seperti yang pernah diungkapkan oleh suamiku. Aku sudah membuktikannya. Suamiku biasanya hanya menyetubuhiku 2 atau 3 hari sekali. Tapi malam itu, ia mampu menyetubuhiku 3 kali! Berati aku mengalami hubungan sex 6 kali di malam edan itu!
ESOKNYA, sepulang dari kantornya, suamiku menghampiriku yang sedang rebahan di kamar. “Bagaimana kesannya tadi malam, sayang?”
“Lemes….tubuhku serasa dilolosi….” sahutku sambil tersenyum canggung.
Suamiku memelukku dan berbisik, “Tapi kamu puas kan?”
“Lebih dari puas,” sahutku sambil mencubit lengan suamiku, “Mas sendiri sampai bisa tiga kali ya.”
Suamiku mengangguk, “Itulah kelebihan threesome.”
“Emang Mas gak cemburu waktu Rendy sedang menyetubuhiku?” tanyaku dengan pandangan penuh selidik.
“Tentu aja cemburu,” sahut suamiku dengan senyum, “Tapi di balik rasa cemburu, nafsuku jadi berkobar dengan hebatnya ketika melihatmu sedang disetubuhi oleh Rendy. Padahal belakangan ini aku tak pernah lagi menidurimu lebih dari sekali dalam semalam kan? Tapi tadi malam….”
“…Sampai tiga kali!” tukasku.
Suamiku mengangguk sambil tersenyum menggoda.
“Tapi…pada satu saat, mungkin Rendy akan ngajak Mas untuk mengeroyok Yuli juga kan?”
Suamiku tercenung sesaat. Lalu katanya, “Mungkin saja. Tapi aku pasti minta izin dulu padamu. Gakpapa kan?”
Meski berat terpaksa kujawab, “Gakpapa…biar adil….tapi Mas…ada masalah lain yang selama ini jadi pikiranku…”
“Soal apa?”
“Si Roy itu…bagaimana kalau dia ketagihan?”
“Ajak aja ke sini. Biar aku bisa nonton diam-diam.”
“Dia gak mau Mas. Takut sama Mas. Kan aku belum bilang kalau semua yang telah terjadi itu keinginan Mas sendiri.”
“Memang sebaiknya jangan bilang dulu. Nanti disangkanya aku sudah gila. Padahal aku cuma ingin kreatif aja.”
“Jujur aja, tadi pagi dia nelepon. Dia bilang ketagihan….”
“Tentu aja ketagihan. Cowok mana yang tidak ketagihan setelah merasakan enaknya mu. Hehehe….”
“Mm…kalau…kalau…ah gak deh…”
“Lho, ngomong kok gak diterusin?!”
“Takut Mas marah.”
“Gak. Aku janji gak marah. Ada apa?”
“Kalau dia ngajak ketemuan di satu tempat gimana? Kabulkan jangan?”
“Dia kost di luar kota, dekat kampusnya. Di rumah kost itu banyak orang. Gak mungkin bisa ketemuan di sana.”
“Kalau…kalau…kalau di hotel?”
“Boleh aja. Yang penting kamu harus laporan sama aku nanti.”
“Bener nih Mas?”
“Bener,” suamiku mengangguk, sebaiknya sih di sini. Kan bisa kuatur, misalnya pura-pura aku gak di rumah.”
“Lalu diam-diam Mas ketemuan sama Yuli lagi?”
“Nggak sayang. Intinya bukan itu. Aku merelakanmu digauli orang lain bukan karena ingin selingkuh dengan wanita lain. Yang penting bagiku, bisa menyaksikan waktu kamu digauli orang lain itu. Hal itu akan membuatku cemburu, lalu bangkit nafsuku…seperti tadi malam itu…”
“Yang tadi malam itu swinger juga Mas?”
“Bukan, yang tadi malam namanya threesome MMF. Kalau swinger ya waktu di Puncak itu.”
“MMF? Maksudnya?”
“MMF itu male-male-female. Kalau FFM female-female-male.”
“Berarti bisa juga perempuannya dua orang, lelakinya seorang?”
“Iya. Tapi pada dasarnya fisik wanita lebih siap untuk menghadapi pria lebih dari seorang. Lelaki kan harus ereksi. Kalau menghadapi wanita lebih dari seorang, pasti dia tak bisa memuaskan wanita-wanita itu. Hanya buat gaya-gayaan doang. Kalau wanita kan bisa melayani pria walaupun sambil tidur. Pria tidak bisa begitu. Penisnya harus ereksi dulu sebelum melakukan kontak seksual.”
“Berarti wanita lebih tangguh daripada lelaki dong Mas.”
“Iyalah, aku harus jujur mengakui hal itu.” suamiku mengangguk, “Perempuan kan tinggal telanjang dan telentang, mau diantri sama sepuluh lelaki juga bisa. Tapi lelaki? Kalau sudah ejakulasi ya terkulai, letih lesu…dikasih bidadari juga belum tentu mampu bangkit lagi…hehehe…”
Aku cuma tersenyum mendengar ucapan suamiku itu. Semacam pengakuan lelaki. Bahwa sebenarnya perempuan ditakdirkan lebih tangguh daripada pria secara fisik. Lelaki kalau dikasih 10 orang cewek dalam semalam, pasti takkan ternikmati semua. Tapi wanita? Diantri sama 10 orang lelaki juga bisa. Tapi poliandri tetap merupakan hal yang janggal di dunia ini, sementara poligami banyak terjadi di mana-mana.
“Kapan mau swinger lagi?” tanya suamiku tiba-tiba.
“Sama Rendy dan Yuli?” aku balik bertanya.
“Nggak harus dengan mereka. Masih banyak alternatif.”
“Hah? Gak salah tuh?” aku melotot, “Rencana apa lagi yang sudah tersimpan di hati Mas?”
“Masih kupikirkan,” sahut suamiku datar, “Soalnya kita harus yakin teman swinger kita bersih, jangan sampai menularkan penyakit.”
Aku tidak berani menanggapi. Lalu kata suamiku, “Kalau dengan Rendy dan Yuli terus, kita bisa jenuh juga.”
“Ih…emang Mas punya rencana sama siapa lagi?”
“Sudah ada dua pasang yang mau swinger sama kita. Tapi aku harus memikirkannya dulu.”
“Tapi Mas…apa hubungan kita nanti gak rusak?” tanyaku sangsi.
“Nggak sayang,” Mas Janus memelukku lembut, “Yang penting jangan terlalu sering. Obat juga kalau over dosis bisa berdampak negatif.”
Aku cuma mendengarkan. Da kata Mas Janus lagi, “Sekali kita swinger, kesannya akan melekat dalam waktu tertentu. Bisa sebulan, bisa dua bulan dan seterusnya. Tergantung dari kesan yang kita dapatkan pada waktu swinger itu.”
Aku tetap tak mau menanggapi, takut salah ngomong.
Kata suamiku lagi, “Sebenarnya sekarang ada beberapa perkumpulan swinger, tersebar di kota-kota besar. Tentu saja aktivitas mereka gak terlalu terbuka. Semuanya dilakukan secara rapi. Seolah-olah kumpulan arisan keluarga biasa.”
“Masa sih?” aku tercengang, “terus bagaimana cara aktivitas mereka?”
“Biasanya mereka bergerak tidak terlalu banyak, supaya tidak menraik perhatian. Misalnya satu hari mereka berkumpul di sebuah villa besar di luar kota. Mungkin yang hadir hanya enam atau tujuh pasang. Lalu di villa itu mereka tukar pasangan, bisa dengan cara mengundi atau atas kesepakatan semua pihak.”
“Ih…kalau yang begitu jangan mau Mas. Lama-lama bisa over dosis seperti kata Mas tadi.”
Suamiku hanya tersenyum datar. Entah apa yang sedang berada di alam pikirannya.
Kami sama-sama terdiam, hanyut dalam terawangan masing-masing.
Hari berganti hari tiada peristiwa yang penting, sampai pada suatu hari, terjadilah peristiwa yang tak kuduga sebelumnya. Berawal dari kontak telepon dengan adik iparku:
“HALLO…Lagi ngapain Roy?”
“Lagi nyantai aja. Apa kabar Mbak?”
“Baek. Kamu bener-bener kangen sama aku?”
“Kangen sekali. Gimana ya…mm..aku ketagihan Mbak…tapi takut ketahuan sama Mas Janus.”
“Ah, nggak apa-apa kok. Aku jamin abangmu nggak apa-apa.”
“Nggak apa-apa gimana?”
“Nanti deh aku cerita. Tapi kalau kamu mau dan ingin bebas, kan bisa ketemuan di hotel.”
“Ih, takut Mbak. Sekarang sering ada razia di hotel-hotel. Kalau sampai kena razia bisa heboh nanti. Mmm…kalau Mbak mau, aku ada usul…”
“Apaan tuh?”
“Aku punya temen, Sony namanya. Lengkapnya sih Sonyer, tapi biasa dipanggil Sony aja.”
“Terus?”
“Rumahnya kosong, cuma dia sendiri di rumah itu. Orang tuanya di Amerika.”
“Terus?”
“Ya kita ketemuannya di rumah dia aja. Gimana?”
“Lho, kalau dia tau gimana?”
“Gakpapa Mbak. Orangnya fair kok.”
“Terus?”
“Jujur, aku sudah bilang kapan-kapan mau numpang pake salah satu kamar di rumah dia. Ya tadinya sih kalau Mbak gak keberatan, mau kuajak ketemuan di rumah dia itu Mbak.”
“Kalau dia tau kan malu, sayang.”
“Di dalam kamar tertutup, masa dia tau apa yang kita lakukan?”
Aku tercenung sesaat. Lalu terdengar lagi suara Roy di hpku, “Kita ketemuan aja dulu di sana. Nanti Mbak pertimbangkan di sana. Kalau Mbak gak sreg ya cari alternatif lain.”
“Tapi kamu jangan bilang aku ini istri abangmu. Gak enak.”
“Beres Mbak. Terus kapan kita ketemuan di sana?”
“Terserah kamu. Tapi harus di jam kerja.”
“Mmm…Senin pagi aja ya.”
“Senin lusa? Oke aku setuju. Soalnya tiap hari Senin abangmu suka pulang telat, kadang-kadang sampai malam. Rumah temanmu itu di mana?”
Roy menyebutkan suatu alamat rumah.
Kataku. “Kita langsung ketemuan di sana aja ya Roy. Jangan keliatan bareng perginya.”
“Baik, jam sembilan aku sudah stand by di rumah Sony. Mbak mau pake apa ke sananya?”
“Ya pake taksi aja.”
“Sip deh! Sampai ketemu di sana nanti ya Mbak.”
“Oke. Take care Roy.”
Setelah hubungan telepon terputus aku tercenung. Memang harus kuakui, Roy membuatku kangen terus. Maklum dia masih begitu muda, 19 tahun juga belum. Tentu sangat beda dengan suamiku yang sudah 30 tahun. Aku sudah membayangkan betapa nikmatnya dalam gasakan dan keperkasaan Roy nanti.
Rasanya lama sekali menunggu hari Senin tiba. Dua hari yang kunantikan serasa menunggu dua bulan lamanya. Aku resah sekali rasanya. Tapi kusembunyikan keresahanku ini, jangan sampai diketahui oleh suamiku.
Senin yang dinantikan tiba juga. Jam 7 suamiku sudah berangkat kerja. Setelah bunyi mesin mobilnya hilang dari pendengaran, bergegas aku menuju kamar mandi. Membersihkan tubuhku sebersih-bersihnya. Tak cukup dengan itu. Selesai mandi kusemprot-semprotkan parfum ke setiap sela yang mungkin tersentuh oleh Roy nanti. Aku ingin menimbulkan kesan seindah mungkin di batin adik iparku itu.
Kukenakan celana jeans dengan t-shirt biru tua yang agak ketat. Tak lama kemudian aku sudah berada di dalam taksi yang sedang menuju alamat rumah teman Roy yang bernama Sony itu.
Rumah yang kutuju itu beberapa kilometer di luar kota. Aku agak tertegun melihat kemegahan rumah dengan pekarangan yang sangat luas itu. Pasti orang tua Sony bukan orang kebanyakan. Mungkin seorang pejabat tinggi atau pelaku bisnis papan atas. Hal itu membuatku ragu. Tapi begitu taksi berhenti di depan pintu pagar rumah megah itu, Roy datang menjemputku. Dengan sopan ia membukakan pintu taksi waktu aku mau turun.
“Temenmu mana?” tanyaku dengan perasaan tak menentu waktu berjalan menuju pintu depan rumah megah itu.
“Lagi keluar dulu,” sahut Roy sambil menggenggam pergelangan tanganku, “Santai aja Mbak. Di sini aku merasa seperti di rumah sendiri.”
“Kita langsung aja ke kamar yang sudah disediakan di atas yok,” ajak Roy sambil menunjuk ke tangga yang menuju lantai dua. Aku menurut saja, meski terasa sikapku serba canggung.
Di dalam salah satu kamar lantai atas, aku mulai merasa tenang. Terlebih setelah Roy menutupkan pintunya.
Pandanganku tertumbuk ke sebuah foto besar berbingkai silver. Foto seorang anak muda di atas sebuah motor Harley Davidson. Tampan sekali anak muda itu. Aku menduganya seorang artis yang belum kuketahui namanya. Tapi Roy menunjuk foto itu sambil menerangkan, “Itulah Sony. Ganteng ya Mbak.”
Aku cuma mengangguk cuek, padahal hatiku berkata, “Ganteng dan sexy sekali temanmu itu….”
Kamar itu ada kamar mandinya. Maka bisikku, “Aku mau pipis dulu ya.”
Roy mengangguk sambil tersenyum. Aku pun masuk ke dalam kamar mandi itu. Bukan cuma mau pipis, tapi sekalian ingin mencuci ku sebersih mungkin. Karena aku yakin ku akan dijilati oleh Roy nanti, jangan sampai ada bau yang kurang sedap, meski sudah disemprot parfum di rumah tadi.
Celana jeans dan BH kugantungkan di kamar mandi. Keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan CD dan t-shirt. Rupanya Roy juga sudah melepaskan celana jeansnya, sama seperti aku, tinggal mengenakan t-shirt dan CD.
Senyum Roy tampak menggoda waktu aku menghampirinya. Lalu memelukku dengan hangat. Dan menciumi pipi serta leherku, lalu melumat bibirku dengan hangat dan membangkitkan gairahku.
Supaya Roy lebih leluasa menikmati kemulusan tubuhku, kulepaskan t-shirtku, sehingga payudaraku yang masih terawat kencang ini tak tertutup apa-apa lagi. Roy pun menanggalkan t-shirtnya. Lalu memelukku dengan hangat dan meraihku ke atas tempat tidur. Aku pun mulai menggelinjang nikmat ketika Roy mulai menjilati puting payudaraku. Tak hanya itu, lidahnya mulai menjilati pusar perutku dan turun terus, sampai akhirnya kemaluanku mulai dijilatinya dengan penuh semangat. Aku pun mulai menggeliat-geliat dalam arus kenikmatan, sambil merengek lirih,“Roy…oooh…ini enak sekali sayang…kamu be…belajar dari siapa sih…kok pintar amat kamu main emut begini…?”
“Belajar dari film bokep,” sahut Roy sambil menghentikan jilatannya sesaat, lalu menyedot-nyedot kelentitku membuatku mendesah-desah lagi dalam nikmat.
“Udah Roy…masukin aja….cepet…aku pengen melepas kangenku sama t*t*tmu yang gagah itu…” pintaku sambil menarik bahu Roy agar naik ke atas tubuhku.
Roy mengikuti ajakanku. Ia mulai mengarahkan batang kemaluannya ke mulut ku. Aku pun membantunya, merenggangkan pahaku sambil memegang batang kemaluan Roy dan menekankan puncaknya pas di mulut veggyku. Lalu aku mengedipkan mata, sebagai tanda agar ia mulai mendorong…dan…aaah…batang kemaluan Roy mulai melesak dengan mantapnya ke dalam liang kemaluanku!
Tapi setelah mulai menggeser-geserkan zakarnya maju mundur dalam liang kenikmatanku, ia berkata terengah, “Mbak jangan marah ya…sebenarnya Sony ada di rumah ini. Dia ingin nonton kita Mbak…”
“Apa?” aku kaget, tatapanku tertuju ke foto besar yang terpampang di dinding itu. Foto anak muda yang tampan itu, “terus kalau dia ngiler nanti gimana? Kamu kok ada-ada aja.”
Nada ucapanku seperti protes. Tapi diam-diam aku teringat pada peristiwa main bertiga dengan Rendy. Apakah pagi ini akan terjadi kisah yang mirip itu?
“Dia orang sopan Mbak. Dia hanya ingin nonton. Tapi…kalau dia gak tahan dan ingin ikutan, mainin aja nya sama tangan Mbak…itu juga kalau Mbak gak keberatan. Pokoknya aku jamin tidak akan ada pemaksaan, Mbak.” Roy mulai mengenjot nya dengan gerakan syur, yang membuatku mulai terpejam-pejam.
“Nggak tau ah…” sahutku pura-pura tidak suka. Tapi diam-diam khayalanku mulai melambung…membayangkan sesuatu yang luar biasa indahnya.
“Dia menunggu izin Mbak untuk masuk ke kamar ini. Izinkan jangan?” tanya Roy sambil menghentikan gerakannya sejenak.
“Terserah kamu aja lah,” sahutku dingin. Padahal diam-diam aku ingin melihat apakah Sony itu setampan wajah di foto itu?
Tanpa menghentikan genjotan nya, Roy berseru, “Sony! Come on…!”
Aku rada degdegan juga ketika kudengar pintu dibuka. Soalnya aku dalam keadaan begini, keadaan telanjang bulat dan sedang disetubuhi oleh adik iparku.
Lalu tampak seorang anak muda tinggi semampai dengan wajah, Oh my God…! Tampan sekali cow

source

Rahasia Puaskan Istri Anda

Tags

Abu Nawas (29) Amazing (27) Anak Kecil (33) Aneh Dan Unik (28) BB++ (57) CERITA LUCU (181) CERITA LUCU DEWASA (84) Cerita (47) Cerita lucu abu nawas (38) Cerita ngocol (76) Cewe Cowo (64) Dokter (66) English Joke (32) English Jokes (57) Five story (24) Gallery (20) Gambar (89) Gambar Plesetan (315) Gambar n Foto Lucu (52) Guru (102) HP (40) Heboh (105) Hot Spot (34) Humor Dewasa (117) Humor Indonesia (70) Humor Umum (112) Humor and Jokes (87) Iklan Kocak (46) Indonesian Jokes (70) Info (130) Istri (75) Keren (49) Kesehatan (28) Kisah Abu Nawas (66) Komik (299) Komik Mahasiswa (123) Komik dewasa (30) Kumpulan Cerita Humor Dewasa Lucu (118) Kumpulan SMS Humor Lucu (40) Lucu (389) Mahasiswa (37) Maho (61) Mengenal Diri (58) Murid (54) Ngeri (28) Ngocol Aja (113) Parah (48) Pasien (30) Pelayan (36) Pembeli (38) Pengetahuan (35) Penjual (53) Polisi (63) SMS (83) Sekolah (55) Seven story (35) Sex (35) Sms Cinta (88) Sms Jail (52) Sms Narsis (62) Sms Romantis (80) Sms iseng (286) Sms lucu (204) Sms untuk pacar (62) Sms untuk sahabat (70) Sms untuk teman (88) Suami (41) Teka Teki (36) Tips (66) Top Ten (43) Top sepuluh (53) Umum (75) Wanita (48) bego (146) cerita anak (29) cerita manajemen (20) cerita ngakak (122) cerita pendek (179) cerpen (65) dongeng sang kancil (28) goblog (151) gokil (341) hikayat abu nawas (28) humor (99) humor abu nawas (37) kocak (340) koplak (348) lirik lagu keren (29) ngakak (352) pluralisme dan kebenaran (33) psikologi (25) puisi (106) sms idul fitri (40) sms ucapan selamat tidur (86) video (74)
Rezeki dari SMS
 
Kumpulan Humor Terbaru | Copyright © 2011 Diseñado por: compartidisimo | Con la tecnología de: Blogger