Jul 9, 2012
Jul 7, 2012
Cerita Lucu Humor: Tragedi Kunci Mobil Sama
Habis pembagian bonus akhir tahun dari perusahaan, Ima beli mobil jenis MPV seri terbaru yang menurut dia moncongnya mirip-mirip Camry kerennya. Alkisah suatu hari saat istirahat, Ima keluar kantor untuk beli beberapa barang di salah satu swalayan. Kebetulan saat dia parkir di dekatnya telah terparkir pula mobil lain yang sama persis seri dan warnanya. Maka berjejerlah dua mobil warna abu-abu itu di tempat parkir.
Ima:
Mang, gimana siy Quality Control perusahaan Mamang? Naha kunci urang bisa untuk buka pintu mobil batur?
Dealer:
Ah, masa Teh. Seharusnya kunci mobil Teteh tidak bisa dipergunakan untuk buka mobil lainnya loh!
Ima:
Ini buktina!. Ayeuna urang aya di lebeut mobil batur! Gimana bisa terjadi secara saya bukan tukang sulap?
Dealer:
Teh Ima, tunggu sebentar yah. Kami akan mengirimkan teknisi ke lokasi untuk mengecek kunci mobil Teteh!
Ima:
Cepetan yah Mang!. Cyto nih! Kalo satu kunci bisa untuk buka banyak mobil kan berabe! Mobil saya jadi tidak aman lagi dung! Bisa tertukar atau dicuri orang! Mang jangan pake lama yah! Keburu yang punya mobil pergi dari swalayan ini!
Dealer:
Baik Teh, barusan teknisi kami sudah meluncur ke lokasi.
Sejenak kemudian muncullah pemilik mobil asli di depan Ima. Dia nampak terkejut melihat ada orang lain di dalam mobilnya. Buru-buru Ima menjelaskan apa yang telah terjadi. Dia bermaksud mengajak orang itu untuk bersama-sama komplain pada orang dari dealer yang akan datang ke tempat itu.
Ima:
Ceritanya gitu Pak!. Kunci kita sama, jadi saya salah masuk mobil situ. Nanti kita sama-sama komplain keras pada dealer mobil ini yah Pak!
Orang itu malahan tertawa ngakak lalu berkata:
Heuheuheu......Teh Teeeeh!. Teteh bisa masuk mobil ini karena emang tidak saya kunci. Anak saya ada di jok belakang lagi baca komik! Tuh tuh anaknya sekarang berdiri...
Dari jok belakang tiba-tiba nongol anak kecil yang ketawa nyengir dan menyapa:
"Halo Tante cantiiik, Sorry yah tadi aku lagi asyik baca komik jadi gak liat Tante masuk mobil"
Ima:
*Gubrak*
tags: cerita lucu, humor, cerita pendek lucu, bandung citizen journalism, joke of the week,
Jan 8, 2012
More Sophisticated Story of Si Kancil Mencuri Timun
Sang Kancil akan menanam rerumputan tahan kekeringan di seputar telaga di tengah Hutan Utopia agar kelak jadi makanan cadangan buat para penghuni hutan selama musim kemarau.
Sudah dua minggu dia menempuh perjalanan jauh tatkala tiba di sebuah kebun tanaman ketimun yang nampak memiliki batang-batang yang kurus, daun-daun yang sebagian menguning dan buah-buah kecil yang bergelantungan.
^_^
Orangnya tinggi jangkung, berkulit putih bersih, bermata belo warna kecoklatan, berambut kemerahan yang dicukur cepak, dan berkumis warna merah yang jarang-jarang tumbuhnya. Walaupun demikian orang-orang menjulukinya Orang Berkumis dari Gunung. Orang ini sangat giat mencari pengikut baru. Sepekan sekali dia membayar tukang teriak di pasar-pasar untuk meneriakkan ajaran-ajarannya tentang kebebasan tanpa batas. Dia juga mengundang anak-anak muda untuk berkunjung ke perpustakaan miliknya dan berdiskusi tentang kebebasan.
^_^
Sebuah perpustakaan besar dia bangun dan berisi ribuan buku tentang berbagai cabang ilmu pengetahuan untuk keperluan itu. Di sana terdapat buku-buku tentang kebebasan tanpa batas yang menjadi bekal para pengikutnya dalam usaha mencari pengikut baru dari kalangan penduduk desa. Orang Berkumis berambisi limabelas tahun yang akan datang, Perpustakaan Gunung Putih akan mampu sejajar dengan kebesaran Perpustakaan Madrasah Tinggi milik Sunan Bonang di Tuban yang tersohor sebagai pusat perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban di Nusantara. Dia juga mempekerjakan beberapa juru tulis untuk mencatat kehidupan sehari-hari di Gunung Putih dan desa-desa sekitarnya sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan strategi mencari pengikut di wilayah ini.
^_^
Sang Kancil bertekad akan mencari jalan guna menghentikan meluasnya ajaran sesat yang disebarkan Orang Berkumis. Dia tahu persis orang-orang bebas itu akan menghalalkan segala cara untuk membuat masjid-masjid sepi dan orang lebih suka pergi ke tempat hiburan daripada ke pengajian. Dia tak ingin negeri ini hancur karena berkuasanya segelintir pemuja kebebasan yang ingin melepaskan diri dari segala macam aturan. Dia akan mengerahkan otaknya untuk melihat titik lemah benteng batu itu.
"Apa jadinya anak-anak kita bila jadi pengikut mereka lalu meninggalkan budaya, etika dan agama? Bagaimana jika keturunan kita menjadi pengikut ajaran kebebasan, pengisap ganja, maksiat, dan memuja hawa nafsu. Akan hancurlah masa depan negeri kita! Apa kalian tidak malu pada anak cucu kita kelak ketika mereka mendengar kita menjual masa depan mereka dengan harga sangat murah? Apa kalian tidak malu pada Tuhan yang memberi kita kekuatan dan akal untuk melawan para pemuja kebebasan?” teriak Pak Tani berapi-api yang membuat sekelompok petani tua dan muda yang menolak ikut serta dalam pertempuran menunduk malu.
^_^
Untunglah di dekat rumah Pak Tani ada seorang ahli desain bernama Nyi Ida Nurnaeni. Seperti halnya Ki Wagenugraha yang menimba ilmu dari madrasah-madrasah di seluruh penjuru dunia, Si Nyi Ida Nurnaeni ini telah lama berkelana keliling dunia untuk menimba ketrampilan membuat desain beraneka ragam barang yang rumit-rumit.
Tak kurang dari kota-kota besar di dunia seperti Jepara, Tuban, Bergota, Malaka, Gowa, Alepo, Paris bahkan Constantinopel pernah dikunjunginya. Berkat keluasan ilmunya petunjuk-petunjuk Sang Kancil tentang cara membuat Gantole dengan mudah dipahaminya. Nyi Ida Nurnaeni juga dengan cepat dapat melatih para petani untuk membantunya menyelesaikan Gantole-gantole itu.
^_^
Mereka nampak mengitari gunung itu satu kali sebelum tiba-tiba menukik turun ke sebelah dalam benteng yang mengitari Gunung Putih. Ratusan petani itu terjun langsung ke markas Orang Berkumis dari Gunung Putih yang telah berbulan-bulan membendung air mereka.
Benteng itu sangat tinggi dan kokoh sehingga tidak akan dengan mudah ditembus oleh pasukan kavaleri terbaik sekalipun. Si Orang berkumis tak segan mengajarkan strategi perang kepada pengikutnya. Dia rajin menuliskan taktik-taktik perang yang dikuasainya dan menjadi buku yang wajib dibaca oleh para pasukan di Gunung Putih agar mereka terampil dalam menjaga benteng pertahanan.
^_^
Dec 31, 2011
Seni Penolakan Haibara kala Mempersiapkan Family Gathering
Haibara yakin seyakin-yakinnya bahwa sembilan puluh persen pekerjaan panitia family gathering ini ada di seksi acara. Jadi Shinichi memberi “gunung gajah” untuk dipikul Haibara. Kerjanya pasti berat banget, berjibun-jibun serta akan memakan habis waktunya. Gimana nggak berat kalo harus membuat acara yang menarik buat 4000 orang!.
Bahkan bos-nya sendiri pun harus ditolak jika minta anaknya bisa tampil di family gathering. Itu semua karena cita-cita Shinichi untuk membuat integrated family gathering. Entah dari mana dia mendapat istilah itu. Yang pasti Haibara yakin itu bukan ide asli Shinichi, secara anak itu bukanlah ahli tentang acara-acara seperti ini.
^_^
Jul 8, 2011
Sisi Positif Aristokrasi Menurut Romo Wage
Apr 23, 2011
The Terrible Effects of Multitasking
A few days ago, I got another interesting article on mutitasking from motherjones.com The article concerning habits of doing many tasks at one time. Kevin Drum, the writer, explain over multitasking habits of people in these days, e.g., some people contantly checking messages while they socializing with someone else.
Clifford Nass, a psychologist from Stanford shown that multitaskers are bad at neither multitasking nor every individual one of the tasks. So, they not just bad at multitasking.
Nass also indicated that the multitaskers think they are brilliant at multitasking. When he talk to them about the terrible effects of multitaskers, they claimed they are different with the student involved in the study. The student believed they could handle and manage all these tasks together.
Demonstration of the less efficient of multitaskers not just from Nass works. The facts that people who do two things at once will be less efficient -- has been demontrated many times. For example, people will remember less of the news when they are distracted by the little text feed at the bottom of news show. Moreover they will be less remember both news and text.
According to Wage, in these days, we are in a culture that addicted to multitasking activities. A large number of tasks sometimes be addressed by doing more tasks at one time. But in facts, the frequent switching between one task to another is tiring and consuming much energy and time. Multitasking also decreasing the productivity of employees and possible to hurt the companies in a fairlly large value. So, Wage recommend us to minimizing the sources of distraction, decreasing interference at work and more focus to completed one job at one time.
Nass suggested to reduce the multitasking habits, be focus, be organized and not waste energy on switching. If we can’t stop multitasking actiities, Nass suggest us to at least take frequent breaks where we fully engaged in single task and exercising our analytic abilities (Undil 2011).
Source:
1. Kevin Drum, 2011, Its Not Just Rude, It’s Ruining Your Brain,motherjones
2. Wage Indrya Nugraha, 2011,Fokus dan Produktivitas, fractal.wordpress.com
Foto diambil dari: /http://www.wallcoo.net/paint/Picasso/Picasso_Fine_Art_desktop_ml0004.html
Apr 12, 2011
Bikin Biopori Rame-rame di Acara HUT Serikat Pekerja
Inget tahun kemarin jadi panitia HUT himpunan karyawan #HUTSerikatPekerja
Pengen buat acara yang beda, lain daripada yang lain, bukan yang biasa-biasa saja. Juga tak ingin acara HUT jadi pengulangan acara tahun sebelumnya #HUTSerikatPekerja
Saat mencari-cari materi acara yang Okey untuk hari H perayaan -- terlintas pembuatan biopori rame-rame #HUTSerikatPekerja
Biopori adalah lubang di permukaan tanah dengan diameter 10 cm dan kedalaman satu meter #HUTSerikatPekerja
Biopori diisi sampah organik seperti daun-daunan dan sisa makanan. Sampah itu akan jadi makanan organisme tanah yang membuat lubang-lubang kecil di dinding lubang #HUTSerikatPekerja
Lubang-lubang kecil tersebut dinamakan biopori, dan berperan membantu mempercepat proses penyerapan air hujan ke tanah karena penyerapan bukan hanya vertikal tapi juga horizontal melalui biopori #HUTSerikatPekerja
Biopori bermanfaat mencegah banjir dan membantu memperbanyak cadangan air tanah karena air hujan tidak langsung terbuang ke sungai #HUTSerikatPekerja
Awalnya acara ini terlihat begitu mustahil terwujud #HUTSerikatPekerja
Harga bor biopori @ Rp. 175.000, biaya membeli bor biopori cukup besar karena jumlah karyawan banyak #HUTSerikatPekerja
Udah gitu ada teman yang mengatakan bakalan kesulitan menggerakkan orang untuk mau membuat biopori rame-rame #HUTSerikatPekerja
Sempat pesimis untuk dapat terwujud, tapi untunglah dapet dukungan dari pengurus serikat pekerja #HUTSerikatPekerja
Butuh tekad besar dan kepercayaan diri yang kuat untuk mewujudkannya #HUTSerikatPekerja
Mission impossible pun dimulai. #HUTSerikatPekerja
Pertama nyoba cari info untuk sewa bor biopori dalam jumlah besar > 100 buah #HUTSerikatPekerja
Ternyata IPB, si pencetus biopori hanya punya sedikit saja (klo gak salah 20 biji) yang biasa untuk praktikum #HUTSerikatPekerja
Jadi mau gak mau harus beli baru. Sempat ragu karena biayanya belasan juta rupiah. #HUTSerikatPekerja
Lalu muncul ide untuk menjual bor biopori setelah usai acara. Ide yang brilian dari seorang teman. Bor bekas tersebut dijual @ Rp.100.000 #HUTSerikatPekerja
Jadilah beli bor biopori ke IPB, walaupun masih pesimis nantinya dapat terjual habis #HUTSerikatPekerja
Sebelum acara kami gembar-gembor dulu via email ke karyawan #HUTSerikatPekerja
Juga buat acara presentasi biopori langsung oleh Pak Kamir, si penemu biopori dari IPB. #HUTSerikatPekerja
Acara tersebut nebeng acara pertemuan rutin yang diadakan kantor. #HUTSerikatPekerja
Jadilah teman-teman di kantor mulai tertarik dan penasaran dengan biopori #HUTSerikatPekerja
Sebelum hari H telah ada peminat yang hendak memesan biopori. Jadi tambah optimis bor biopori akan banyak yang terjual. #HUTSerikatPekerja
Pembuatan biopori diputuskan akan dilakukan serentak di lapangan depan. #HUTSerikatPekerja
Beberapa hari sebelum acara sengaja pasang bendera segitiga warna-warni di calon lubang biopori. Pengen “pamer” dan menarik perhatian karyawan bahwa kita mau buat acara biopori. #HUTSerikatPekerja
Lapangan depan jadi indah dengan hiasan ratusan bendera kecil warna-warni. Bikin orang bertanya-tanya ada apakah gerangan dengan bendera kecil-kecil?. #HUTSerikatPekerja
Lumayan untuk promosi acara pembuatan biopori yang akan dilakukan beberapa hari kemudian. #HUTSerikatPekerja
Tidak seperti dugaan teman yang beranggapan akan sulit mengerakkan orang, pada saat acara ternyata karyawan pada antusias buat biopori #HUTSerikatPekerja
Direksi dan tamu dari serikat pekerja lain juga ikutan buat biopori. #HUTSerikatPekerja
Konsultan asing yang kebetulan sedang ada di kantor antusias ikutan buat lubang #HUTSerikatPekerja
Juga tamu dari pemerintahan Kota Bandung, klo gak salah yang hadir adalah wakil walikota. #HUTSerikatPekerja
Beritanya sempat masuk media massa, kayaknya topik biopori cukup menarik diberitakan. #HUTSerikatPekerja
Lebih senang lagi bor biopori akhirnya ludes terjual, panitia gak perlu minta tambahan dana ke himpunan karyawan. #HUTSerikatPekerja
Beberapa waktu kemudian Bagian Umum yang mengurusi halaman kantor memesan pelindung lubang biopori, sepertinya mereka akan memperbanyak lubang biopori di banyak titik. #HUTSerikatPekerja
Senang bisa ikut partisipasi memperkenalkan biopori sebagai sarana penyimpan air tanah kepada karyawan dan masyarakat umum lewat media massa yang meliput acara. #HUTSerikatPekerja
Jan 2, 2011
Uang Receh
Bila kita punya kebutuhan uang receh secara rutin, maka banyaknya uang receh yang kita terima tidak begitu bermasalah. Namun bila kita jarang butuh uang receh, maka ada potensi uang kita akan menumpuk dalam bentuk recehan. Tanpa kita sadari uang kita akan akan mengendap dalam bentuk recehan (Undil -Nopember 2010).
Nov 17, 2010
Berapakah Satuan Waktu Terkecil?
Dalam kesibukan waktu sehari-hari seseorang berbeda-beda dalam mendefinisikan satuan waktu terkecil. Seorang dengan beban kerja normal akan melihat waktu dalam satuan setengah jam. Waktu setengah jam bukan untuk mengerjakan pekerjaan terpenting tidak akan mengganggu produktifitasnya. Seorang dengan beban kerja yang lebih padat akan mendapati setengah jam salah memilih prioritas telah menyebabkan pekerjaan pentingya tertunda dan berdampak buruk baginya. Setiap menit adalah tetes-tetes waktu yang sangat berharga baginya. Terlewatnya waktu setengah jam bisa berarti pekerjaan yang harusnya bisa siap saat dibutuhkan menjadi tertunda.
Seseorang yang bertransisi dari beban kerja normal ke beban kerja yang lebih padat akan mendapati dirinya menjadi bottle neck bagi pekerjaan orang lain saat dirinya belum berhasil menyesuaikan diri. Beberapa menit waktu menunggu rapat seharusnya diisi untuk memeriksa dokumen yang telah dibuat staf atau membalas email-email yang masuk daripada sekedar duduk menunggu sambil mengantuk. Buku-buku tentang aturan terbaru bisa dibaca setengah jam sebelum tidur atau pagi hari menjelang jam kerja karena jika tidak demikian maka bahan-bahan bacaan wajib itu akan selamanya menjadi bahan tanpa pernah kita baca sama sekali (undil -2010).
Nov 7, 2010
A Thing which Makes Maruko Feel Safe in Her Job
In terms of skill on cooking nor selling, Maruko believes that she was not inferior to Misunari. It has been demonstrated during their activities on campus. Bazaars or exhibitions which handled by Maruko usually more successful compared to Mitsunari. The other proof is kolak pisang which sold by Maruko on Boulevard of UGM during the fasting month also more in demand than the one that sold by Mitsunari and his friends. The number of population of Bandung which is far above Jogja where Mitsunari run his business will be an an additional factor that support her business.
Thanks to Mitsunari who have demonstrated a backup job for her. Maruko was no longer afraid about the future of her job. She realize that the consequences of leaving the job was not scary as she thought.
Previously, Maruko frequently feel worried while the company's condition worsened. The decrease in sales or the failure of a new product contantly makes Maruko feel nervous about her future. She was afraid those things will result in downsizing employees. Now the worry is starting to subside. However Maruko also realizes that her life in case of resign from the job may not be as smooth as the fate Mitsunari (undil -2010)
Nov 2, 2010
Small Change
Obviously with such conditions then a small change is necessity for me. The small change are no longer troublesome for me. My mobility from the Clinical Microbiology Department of Cikini to the Medical Faculty of Salemba, IHVCB (Institute of Human Virology and Cancer Biology) or the Eijkman (Eijkman Institute for Molecular Biology), all located at Salemba is facilitated by the existence of small change which useful for bajaj's fare payment.
















