Buscar

Cara Cepat Hamil & Tips Hamil
Rezeki dari SMS
Showing posts with label bandung citizen journalism. Show all posts
Showing posts with label bandung citizen journalism. Show all posts

Jul 9, 2012

Bila Ingin S-2 Sambil Kerja



 


Not Just Good but Must Be The Best

Jangan meNgeluh

Jangan Protes



Jul 7, 2012

Cerita Lucu Humor: Tragedi Kunci Mobil Sama

Habis pembagian bonus akhir tahun dari perusahaan, Ima beli mobil jenis MPV seri terbaru yang menurut dia moncongnya mirip-mirip Camry kerennya. Alkisah suatu hari saat istirahat, Ima keluar kantor untuk beli beberapa barang di salah satu swalayan. Kebetulan saat dia parkir di dekatnya telah terparkir pula mobil lain yang sama persis seri dan warnanya. Maka berjejerlah dua mobil warna abu-abu itu di tempat parkir. 


Lima menit kemudian Ima telah selesai belanja dan kembali ke mobilnya. Dikeluarkannya kunci mobil dan masuklah dia ke dalam mobil. Sesaat setelah berada dalam mobil, sadarlah dia bahwa dirinya telah salah masuk mobil. Aksesoriesnya beda banget! Wangi parfumnya juga beda. Pastilah ini mobil  orang  lain, sedang mobil milik  Ima sendiri ada di sebelah. Buru-buru Ima mengeluarkan handphone dan  meluncurlah serangkaian protes pada marketing dari dealer yang menjual mobil itu.

Ima:
Mang, gimana siy Quality Control perusahaan Mamang? Naha kunci urang bisa untuk buka pintu mobil batur?

Dealer:
Ah, masa Teh. Seharusnya kunci mobil Teteh tidak bisa dipergunakan untuk buka mobil lainnya loh!

Ima:
Ini buktina!. Ayeuna urang aya di lebeut mobil batur! Gimana bisa terjadi secara saya bukan tukang sulap?

Dealer:
Teh Ima, tunggu sebentar yah. Kami akan mengirimkan teknisi ke lokasi untuk mengecek kunci mobil Teteh!

Ima:
Cepetan yah Mang!. Cyto nih!  Kalo satu kunci bisa untuk buka banyak mobil kan berabe! Mobil saya jadi tidak aman lagi dung! Bisa tertukar atau dicuri orang! Mang jangan pake lama yah!  Keburu yang punya mobil pergi dari swalayan ini!

Dealer:
Baik Teh, barusan teknisi kami sudah meluncur ke lokasi.

Sejenak kemudian muncullah pemilik mobil asli di depan Ima. Dia nampak terkejut melihat ada orang lain di dalam mobilnya. Buru-buru Ima menjelaskan apa yang telah terjadi. Dia bermaksud mengajak orang itu untuk bersama-sama komplain pada orang dari dealer yang akan datang ke tempat itu.

Ima:
Ceritanya gitu Pak!. Kunci kita sama, jadi saya salah masuk mobil situ. Nanti kita sama-sama komplain keras pada dealer mobil ini yah Pak!

Orang itu malahan tertawa ngakak lalu berkata:
Heuheuheu......Teh Teeeeh!.  Teteh bisa masuk mobil ini karena emang tidak saya kunci. Anak saya ada di jok belakang lagi baca komik!  Tuh tuh anaknya sekarang berdiri...

Dari jok belakang tiba-tiba nongol anak kecil yang ketawa nyengir dan menyapa:
"Halo Tante cantiiik, Sorry yah tadi aku lagi asyik baca komik jadi gak liat Tante masuk mobil"

Ima:
*Gubrak*

tags: cerita lucu, humor, cerita pendek lucu, bandung citizen journalism, joke of the week, 

Jan 8, 2012

More Sophisticated Story of Si Kancil Mencuri Timun

Sang Kancil dalam perjalanan dari Hutan Utopia menuju Gunung Sepikul mengikuti petunjuk buku Ki Wagenugraha, seorang ahli ilmu hayati paling mumpuni di saentero Pulau Jawa. Dalam Kitab Bab Suket-suketan karya Ki Wagenugraha tertera bahwa di Gunung Sepikul terdapat beberapa jenis rerumputan yang tahan kekeringan karena memiliki umbi akar yang berfungsi menyimpan cadangan air. 

Sang Kancil akan menanam rerumputan tahan kekeringan di seputar telaga di tengah Hutan Utopia agar kelak jadi makanan cadangan buat para penghuni hutan selama musim kemarau. 

Sudah dua minggu dia menempuh perjalanan jauh tatkala tiba di sebuah kebun tanaman ketimun yang nampak memiliki batang-batang yang kurus, daun-daun yang sebagian menguning  dan buah-buah kecil yang bergelantungan.

Baru saja Sang Kancil duduk, tiba-tiba bertiup angin kencang yang menerbangkan topi orang-orangan – boneka kayu yang dipasang ditengah kebun ketimun.  Sang Kancil segera berlari mengejar topi itu dan bermaksud memasangnya kembali ke tubuh orang-orangan. Sialnya saat tangannya menyentuh dada orang-orangan, tangannya menempel  pada tubuh si boneka kayu dan tidak bisa dilepaskan.  Semakin keras dia berusaha melepaskan, semakin banyak bagian tubuh Sang Kancil yang melekat pada orang-orangan. 


Pak Tani yang menemukan Sang Kancil terjebak pada tubuh orang-orangan langsung menyangka dirinya berhasil  menangkap pencuri yang selama ini mengganggu kebunnya. Maka ditetapkanlah hukuman pada Sang Kancil untuk bekerja membersihkan ladang Pak Tani selama 6 bulan terus menerus sebelum dia boleh pergi melanjutkan perjalanan ke Gunung Sepikul. Selama menjalani masa hukuman Sang Kancil akan dirantai kakinya dan dijaga oleh Anjing Gembala.

Tentu saja Sang Kancil sangat keberatan dengan hukuman itu. Ketimun yang ada di kebun Pak Tani masih terlalu kecil untuk dimakan, dan dirinya tidak bakalan doyan memakan timun mentah itu. Lagipula tidak ada bukti bekas gigitan atau sisa-sisa timun yang dimakan di kebun itu. Jadi tuduhan Pak Tani tanpa bukti.   

Namun kata-katanya tidak didengar sama sekali oleh Pak Tani yang yakin Sang Kancil telah sering beroperasi menjarah ketimun. Terpaksalah Sang Kancil rela menjalani hukuman sambil memikirkan cara secepatnya pergi ke Gunung Sepikul  agar penduduk Hutan Utopia tidak kekurangan rumput di musim kering yang akan datang.

Untunglah di sela-sela waktu menjalani hukuman di ladang Pak Tani, Sang Kancil sempat ngobrol-ngobrol dengan Anjing Gembala yang bertugas menjaganya supaya tidak kabur. Dari Si Anjing Gembala, Sang Kancil tahu bahwa para petani di desa akhir-akhir ini kekurangan air karena sumber air yang mengalir dari Gunung Putih telah dikuasai sekelompok orang bersenjata yang dipimpin seseorang yang dijuluki Orang Berkumis dari Gunung. 

^_^

Orangnya tinggi jangkung, berkulit putih bersih, bermata belo warna kecoklatan, berambut kemerahan yang dicukur cepak, dan berkumis warna merah yang jarang-jarang tumbuhnya. Walaupun demikian orang-orang menjulukinya Orang Berkumis dari Gunung. Orang ini sangat giat mencari pengikut baru. Sepekan sekali dia membayar tukang teriak di pasar-pasar untuk meneriakkan ajaran-ajarannya tentang kebebasan tanpa batas. Dia juga mengundang anak-anak muda untuk berkunjung ke perpustakaan miliknya dan berdiskusi tentang kebebasan.

Setealh merasa cukup kuat, kelompok orang yang menguasai Gunung Putih itu membendung sumber air yang memancar dari puncak gunung dan hanya membuka penuh aliran air ke dataran yang berada di sisi selatan Gunung yang tanahnya lebih rendah daripada sisi utara gunung.  

Aliran air ke arah utara masih ada tetapi tinggal setengahnya. Akibatnya tanah pertanian di desa-desa di sisi utara gunung tidak mendapatkan air yang cukup.  Pertumbuhan tanaman menjadi kurang bagus,hasil panen pun menurun. Secara umum baik padi maupun palawija hanya memberi hasil panen dua pertiga saja dari sebelumnya.  Pendeknya penduduk di sisi utara gunung dirugikan oleh pembendungan itu.
 
Belasan kali para petani mengirim utusan untuk meminta bendungan dibuka, tetapi selalu ditolak. Akhirnya para petani membentuk pasukan bersenjata dan berusaha merebut kembali  gunung itu -- namun selalu gagal. Sebenarnya jumlah kelompok yang dipimpin Orang Berkumis dari Gunung itu tidak banyak. Kekuatan mereka hanya belasan orang pasukan pemanah saja ditambah beberapa puluh pekerja tambang yang tak pandai memainkan pedang. Namun di sekeliling gunung itu terdapat dinding batu yang tidak bisa ditembus oleh para petani.  

Walaupun jumlahnya ratusan orang, pasukan petani selalu dipukul mundur karena hujan anak panah yang menimpa mereka saat berusaha mendekati benteng batu. Lagipula ketinggian benteng batu tersebut menyulitkan para petani untuk memanjatnya. Setelah mencoba berkali-kali dan gagal mengusir gerombolan dari gunung itu maka para petani menjadi jera dan mendiamkan mereka.

Pembendungan air oleh para penghuni gunung konon dilakukan untuk keperluan tambang. Mereka menggali tanah untuk mendapatkan tembaga dan emas dari gunung. Mereka memerlukan air dalam jumlah banyak untuk mencuci biji-biji tembaga dan emas yang masih bercampur dengan tanah.  Entah apa yang dipikirkan para penghuni gunung  yang mengabaikan nasib para petani di utara. Mungkin mereka menganggap berkurangnya sepertiga hasil panen adalah tidak seberapa dibanding manfaat yang bisa mereka raih dari menambang emas dari gunung.

^_^

Konon mereka adalah sekelompok orang yang memuja kebebasan. Mereka ingin merdeka dari pengaruh penguasa-penguasa yang ada di wilayah ini, seperti House of Pajangan yang berkuasa di sebelah barat dan House of Badegan di sebelah timur. Mereka ingin bebas menentukan hidup mereka sendiri tanpa campur tangan orang lain, tanpa etika, tanpa tatakrama, tanpa budaya maupun agama yang membatasi kebebasan mereka. Namun pada kenyataannya apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan ditentukan oleh Sang Pemimpin, yaitu Si Orang Berkumis dari Gunung.

Orang Berkumis adalah bekas pedagang kaya yang telah puluhan tahun melanglang benua Asia, Eropa dan Afrika yang membuatnya memiliki pengalaman yang sangat luas. Kini dia memutuskan tinggal di Gunung Putih setelah terpesona oleh gunung yang dari kejauhan nampak berwarna putih kebiru-biruan. Dari pengalaman saat berbisnis dengan para ahli pertambangan di Kesultanan Gowa India, dia tahu bahwa warna kebiruan itu berasal dari tembaga. Dia yakin di gunung itu tersimpan tembaga dan bahkan emas yang akan membiayai ambisinya membentuk koloni yang terdiri atas orang-orang penganut kebebasan tanpa batas.

Maka dipergunakanlah seluruh kekayaannya untuk membiayai cita-cita itu. Dibentuklah pasukan kecil yang terdiri atas para pemanah ulung. Dibangunnya benteng batu di sekeliling gunung. Setelah semuanya siap, barulah dia berani membendung sumber mata air untuk mengolah hasil tambang dari Gunung Putih. Beberapakali serbuan dari para petani dengan mudah dipatahkan oleh tembakan dari busur-busur panjang milik pasukan pemanah yang berlindung di atas benteng batu yang menjulang tinggi. Benteng batu itu terlalu kokoh para petani.

Sebenarnya Si Orang Berkumis enggan menggunakan kekerasan fisik untuk mencapai tujuannya. Dia lebih mengandalkan cara-cara dengan memberi penjelasan panjang lebar tentang manfaat kebebasan tanpa batas pada masyarakat awam.

Sebuah perpustakaan besar dia bangun dan berisi ribuan buku tentang berbagai cabang ilmu pengetahuan untuk keperluan itu. Di sana terdapat buku-buku tentang kebebasan tanpa batas yang menjadi bekal para pengikutnya dalam usaha mencari pengikut baru dari kalangan penduduk desa. Orang Berkumis berambisi limabelas tahun yang akan datang, Perpustakaan Gunung Putih akan mampu sejajar dengan kebesaran Perpustakaan Madrasah Tinggi milik Sunan Bonang di Tuban yang tersohor sebagai pusat perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban di Nusantara. Dia juga mempekerjakan beberapa juru tulis untuk mencatat kehidupan sehari-hari di Gunung Putih dan desa-desa sekitarnya sebagai bahan pertimbangan dalam  menentukan strategi mencari pengikut di wilayah ini. 

Si Orang Berkumis hanya sesekali mengirim orang-orangnya untuk mengancam para pemimpin petani yang terang-terangan menentang kehadiran mereka di Gunung Putih. Mereka dilatih untuk melakukan ancaman dengan diam-diam dan halus serta menghindari korban terluka. Umumnya dengan cara menaruh pisau belati di bantal orang yang diancam atau menaruh bungkusan berisi racun di dekat piring nasi mereka. Perbuatan itu adalah simbol bahwa Orang Berkumis mampu menikam atau meracun orang yang menentangnya kalau dia mau.  Tujuannya hanya untuk menakut-nakuti para petani sehingga tidak ada lagi yang berani bergerak menentang mereka.

Di sisi lain mereka memiliki para tabib yang hebat. Bila ada orang desa yang sakit dan tidak bisa sembuh oleh para tabib yang ada di desa, maka mereka akan mengutus orang untuk datang ke Gunung itu. Lalu Si Orang Berkumis akan mengutus tabib kepercayaannya untuk datang ke desa dan mengobati  si sakit hingga sembuh. Semua itu dilakukan tanpa bayaran.

Si Orang Berkumis juga suka memerintahkan anak buahnya mengirim sekarung beras pada orang-orang tua renta yang sudah tidak punya keluarga lagi. Juga pada anak-anak yatim yang hidup dalam kekurangan.  Dia juga tak segan-segan mengirimkan uang untuk keperluan anak-anak kecil yang ingin membeli mainan tetapi tidak punya uang.  Akibat dari kebaikan hati mereka itu sebagian penduduk tidak menganggap mereka orang jahat, terutama penduduk yang berada di sebelah selatan gunung yang tidak terganggu aliran airnya. Beberapa pemuda bahkan mulai terbujuk menjadi pekerja tambang di Gunung Putih.

^_^

Setelah mendengar kisah tentang Orang Berkumis dari Gunung, Sang Kancil minta diantar oleh Anjing Gembala untuk melihat-lihat sekitar Gunung Putih.  Dia tahu persis bahwa para penghuni gunung sengaja berbuat baik karena mereka ingin mendapatkan pengikut baru sebanyak-banyaknya untuk membangun negeri para pemuja kebebasan. Mereka juga sangat membutuhkan pasokan makanan dan pakaian dari desa-desa sekitarnya. Jika mereka berlaku kasar maka semua penduduk akan membenci dan memboikot mereka sehingga mereka bakalan kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

Sang Kancil bertekad akan mencari jalan guna menghentikan meluasnya ajaran sesat yang disebarkan Orang Berkumis. Dia tahu persis orang-orang bebas itu akan menghalalkan segala cara untuk membuat masjid-masjid sepi dan orang lebih suka pergi ke tempat hiburan daripada ke pengajian. Dia tak ingin negeri ini hancur karena berkuasanya segelintir pemuja kebebasan yang ingin melepaskan diri dari segala macam aturan.  Dia akan mengerahkan otaknya untuk melihat titik lemah benteng batu itu.

Setelah mengamat-amati sebentar gunung itu dan melihat benteng batu yang mengelilingnya Sang Kancil tersenyum dan tahu apa yang harus dilakukan para petani. Maka dia minta Anjing Gembala menemui Pak Tani untuk menyampaikan tawarannya. Sang Kancil akan membantu para petani merebut Gunung Putih, dan sebagai imbalannya dia minta dirinya dibebaskan.

Untunglah Pak Tani yang telah frustasi melihat sebagian pemuda telah terpengaruh ajaran si Orang berkumis dan mulai sering terlihat mabuk-mabukan di tempat umum -- dengan antusias menerima tawaran Sang Kancil. Dia setuju membebaskan Sang Kancil dari hukuman bila berhasil menolong para petani menaklukkan Orang Berkumis. Maka setelah mendengar uraian strategi  Sang Kancil semakin percayalah Pak Tani akan keberhasilan strategi yang ditawarkan tersebut. Sebuah strategi yang tidak terlalu rumit untuk dilakukan tetapi tidak pernah terpikirkan oleh para petani.

Maka dikumpulkannya para petani lainnya dan dikatakan bahwa dirinya akan membentuk pasukan seperti dulu lagi. Tapi ternyata tidak mudah. Kegagalan berulangkali yang menimpa mereka dan ancaman yang disebarkan Orang Berkumis dari Gunung Putih telah membuat Pak Tani kesulitan mengumpulkan orang-orang untuk melakukan perlawanan. Apalagi diantara pasukan yang terdahulu terdapat beberapa orang yang telah ditolong oleh si Orang Berkumis dari Gunung. Bahkan beberapa anak muda telah terbujuk meninggalkan sawahnya dan beralih menjadi pekerja tambang di Gunung Putih.

“Masa hanya karena beberapa keping uang emas kalian membiarkan hak kalian diambil oleh mereka? Semurah itukah harga diri kalian? Mereka orang-orang asing yang mengambil air kita, lalu mengancam kita dan membujuk kita dengan sedikit uang! Apakah kita membiarkan mereka mendiktekan pada kita perilaku mana yang dianggap baik dan perilaku mana yang salah sesuai kepentingan mereka! kata Pak Tani.

"Apa jadinya anak-anak kita bila jadi pengikut mereka lalu meninggalkan budaya, etika dan agama? Bagaimana jika keturunan kita menjadi pengikut ajaran kebebasan, pengisap ganja, maksiat, dan memuja hawa nafsu. Akan hancurlah masa depan negeri kita! Apa kalian tidak malu pada anak cucu kita kelak ketika mereka mendengar kita menjual masa depan mereka dengan harga sangat murah? Apa kalian tidak malu pada Tuhan yang memberi kita kekuatan dan akal untuk melawan para pemuja kebebasan?” teriak Pak Tani berapi-api yang membuat sekelompok petani tua dan muda yang menolak ikut serta dalam pertempuran menunduk malu.

^_^

Butuh waktu sebulan untuk mengumpulkan beberapa ratus orang. Hanya setengah dari jumlah petani yang berangkat untuk melakukan perlawanan beberapa waktu yang lalu. Namun Pak Tani tidak putus asa. Dia merasa dengan beberapa ratus orang ini,  kekuatan pasukannya telah berkali-kali lipat dari pasukan Orang Berkumis dari Gunung. Jadi dia yakin bila pasukannya berhasil menembus benteng maka pertempuran di dalam benteng batu akan dimenangkan oleh para petani. Dengan keyakinan itulah dia mulai mempersiapkan pasukannya dengan mempergunakan strategi Sang Kancil.

Setelah terkumpul orang-orang yang akan membebaskan Gunung Putih tibalah saatnya untuk mempersiapkan semua peralatan yang dibutuhkan. Mereka mempersiapkan secara diam-diam karena khawatir rencana itu bocor ke telinga Orang Berkumis dari yang telah memiliki simpatisan dimana-mana. Oleh karena itu mereka membuat persiapan di gudang bawah tanah di bawah lumbung padi Pak Tani. Para petani secara bergiliran datang ke gudang itu dan membuat persiapan di sana.

Sang Kancil sengaja mengatur jadwal kerja para petani itu secara bergiliran karena khawatir akan menarik perhatian orang banyak. Biar mereka dikira kumpul-kumpul saja sesama petani yang sedang membicarakan hama dan pemupukan tanaman. Orang-orang yang tidak bersedia bergabung dalam pasukan tidak pernah diberitahu rencana itu, sehingga mereka menyangka Pak Tani gagal membentuk pasukan baru. Berita itulah yang sampai ke telinga Orang Berkumis sehingga dia hanya sesekali mengirim orang untuk mengamat-amati rumah Pak Tani.

Setelah semua perlengkapan siap, penyerangan tidak segera dapat dilakukan. Strategi Sang Kancil  hanya dapat diterapkan saat malam gelap gulita tak ada sinar rembulan ataupun bintang-bintang. Jika ada cahaya kemungkinan penyerangan akan gagal lagi karena ketahuan oleh musuh.

Para petani  dengan sabar menunggu sampai saat itu datang. Setelah sepuluh hari menunggu akhirnya malam itu tiba. Bulan muda sedang kecil-kecilnya, sementara mendung menggantung di langit menutup cahaya bintang-bintang. Malam gelap gulita menyelimuti Gunung Putih. Malam yang sempurna untuk menjalankan strategi pembebasan Sang Kancil.

Pada malam yang sunyi itu nampak sekelompok petani bersama Sang Kancil mendaki Bukit Biru yang terletak di sebelah utara Gunung Putih. Mereka menenteng Gantole-gantole besar yang terbuat dari kain dan rangka bambu. Rupanya para petani itu hendak menerobos  Gunung Putih dari udara. Mereka akan menaiki Gantole yang akan membawa mereka terbang bersama angin yang bertiup kencang.

Sudah sebulan ini para petani giat membuat gantole dari rangka bambu dan kain-kain yang mereka kumpulkan di gudang bawah tanah milik Pak Tani. Kain-kain dari mulai dari kain sarung, gorden  sampai jarik milik ibu-ibu petani disumbangkan untuk membuat Gantole. Mereka sadar betul bahwa mereka harus berkorban agar dapat hidup dengan bebas dari ancaman orang-orang Gunung Putih. Selama mereka masih menguasai Gunung Putih, maka keinginan untuk leluasa mendapatkan sumber air dan anak-anak mereka terbebas dari pengaruh ajaran sesat tidak akan tercapai. Kesadaran itulah yang menjadikan pembuatan Gantole-gantole cepat terselesaikan.

Untunglah di dekat rumah Pak Tani ada seorang ahli desain bernama Nyi Ida Nurnaeni. Seperti halnya Ki Wagenugraha yang menimba ilmu dari madrasah-madrasah di seluruh penjuru dunia, Si Nyi Ida Nurnaeni ini telah lama berkelana keliling dunia untuk menimba ketrampilan membuat desain beraneka ragam barang yang rumit-rumit.

Tak kurang dari kota-kota besar di dunia seperti Jepara, Tuban, Bergota, Malaka, Gowa, Alepo, Paris bahkan Constantinopel pernah dikunjunginya. Berkat keluasan ilmunya petunjuk-petunjuk Sang Kancil tentang cara membuat Gantole dengan mudah dipahaminya. Nyi Ida Nurnaeni juga dengan cepat dapat melatih para petani untuk membantunya menyelesaikan Gantole-gantole itu. 

^_^

Awalnya  nampaklah satu buah Gantole terbang dari atas Bukit Biru. Setelah nampak gantole itu terbang mulus mengelilingi bukit, segera diikuti oleh puluhan Gantole lain yang menyusul membelah langit malam yang kelam. Hingga tengah malam telah ratusan Gantole melayang mengitari Bukit Biru. Tak berapa lama kemudian Gantole-gantole itu bergerak menuju Gunung Putih.

Mereka nampak mengitari gunung itu satu kali sebelum tiba-tiba menukik turun ke sebelah dalam benteng  yang mengitari Gunung Putih. Ratusan petani itu terjun langsung ke markas Orang Berkumis dari Gunung Putih  yang telah berbulan-bulan membendung air mereka.

Terjadilah pertempuran seru di dalam Gunung Putih. Belasan pasukan Orang Berkumis kaget sekali mengalami serangan mendadak dari udara. Mereka sama sekali tidak menyangka bakalan digempur dari udara sehingga nampak tidak siap mengalami pertempuran jarak dekat. Mereka dengan cepat keteteran  menghadapi para petani yang menyerbu dengan senjata-senjata terhunus.

Jika saja serangan dilakukan dari darat orang-orang Gunung Putih akan dengan mudah memukul mundur para penyerang meskipun penyerang itu adalah ratusan pasukan kerajaan yang terlatih baik. Itu semua karena Orang Berkumis adalah seorang ahli strategi perang. Dia membangun benteng batu di Gunung Putih dengan pertimbangan yang matang.

Benteng itu sangat tinggi dan kokoh sehingga tidak akan dengan mudah ditembus oleh pasukan kavaleri terbaik sekalipun. Si Orang berkumis tak segan mengajarkan strategi perang kepada pengikutnya. Dia rajin menuliskan taktik-taktik perang yang dikuasainya dan menjadi buku yang wajib dibaca oleh para pasukan di Gunung Putih agar mereka terampil dalam menjaga benteng pertahanan.

Namun kali ini adalah serangan udara. Sesuatu yang sama sekali tak pernah terpikirkan oleh Orang Berkumis. Pasukan pemanah tidak dipersiapkan untuk melawan banyak orang dalam pertempuran jarak dekat. Perlahan namun pasti pasukan Gunung Putih terdesak mundur. Mereka terdesak semakin mendekati markas pimpinan mereka yang berupa sebuah rumah besar dari batu. Satu persatu para gerombolan Gunung Putih itu jatuh ke tanah tak berdaya menghadapi keperkasaan pasukan petani. Sisanya menyerah sambil melolong-lolong minta diampuni.

Sementara Orang Berkumis nampak berusaha terus bertempur mempertahankan rumahnya. Dalam hatinya dia terheran-heran dengan kecerdasan orang yang telah menyerang banteng pertahanannya dari udara. Sesuatu yang tak pernah dia jumpai sepanjang hidupnya yang dihabiskan untuk berkelana melanglang dunia. Bukan main cerdasnya orang yang menggunakan strategi ini.  Tak malulah bila dia harus kalah oleh ahli strategi perang secerdas ini.

Kemudian saat dilihatnya satu persatu anak buahnya menyerah atau jatuh terkapar di tanah, hatinya menjadi kecut. Tak mungkin dia mampu melawan para petani ini seorang diri. Maka tak ada pilihan lain bagi dirinya selain menyerah. 

^_^

Malam itu juga bendungan yang membendung aliran sungai menuju desa dijebol. Air kembali mengalir  memenuhi parit-parit irigasi dan membasahi sawah-sawah yang kekurangan air.  Para petani lega, mereka juga sangat berterimakasih pada Sang Kancil yang telah memberi mereka bantuan dalam mengalahkan Orang Berkumis. Kini Gunung Putih telah dikuasai kembali oleh para petani.

Perpustakaan yang dimiliki Orang Berkumis itu diambil alih oleh para petani. Buku-buku yang bermanfaat dipertahankan sedangkan buku-buku sesat tentang kebebasan tanpa batas dibakar habis oleh para petani. Mereka tidak ingin pemikiran anak-anak muda yang masih belum matang akan dirusak oleh buku-buku sesat itu. Para petani sepakat untuk menempatkan beberapa orang terpelajar di kalangan mereka untuk menjaga perpustakaan itu sambil mengajarkan ilmu pengetahuan pada anak-anak petani.

Dari catatan-catatan yang ada di perpustakaan Gunung Putih diketahui bahwa di gunung tersebut bersarang sekelompok tikus besar pemakan ketimun yang sering turun ke desa untuk mencari makan. Tikus itu juga suka mengganggu gudang makanan milik Orang Berkumis, namun mereka hanya menyantap simpanan makanan berupa ketimun. Orang Berkumis belum berhasil menemukan tempat persembunyian tikus-tikus besar tersebut sehingga belum berhasil  memusnahkan mereka.  Dari catatan itulah Pak Tani tahu bahwa selama ini para pencuri ketimun bersembunyi di gunung ini.   

Kini tugas Sang Kancil untuk mengatasi masalah yang dihadapi para petani telah selesai. Namun masih ada satu hal yang mengganjal hati Sang Kancil, yaitu keengganan Pak Tani untuk mengakui bahwa dirinya telah salah karena menangkap Sang Kancil. Padahal telah ada bukti catatan di perpustakaan bahwa si pencuri adalah tikus besar. Walaupun demikian Sang Kancil tidak kecewa. Mungkin saat ini Pak Tani lupa mengakui kesalahannya karena orang itu sedang mendapat banyak pujian dari petani lain karena berhasil memimpin pembebasan Gunung Putih. Mungkin juga dia masih malu untuk mengakuinya  sekarang. Siapa tahu di masa datang dia bersedia mengakui kesalahan dan minta maaf pada Sang Kancil.

Lepas dari itu, Pak Tani memperlakukan Sang Kancil dengan sangat baik. Sebagai tanda terimakasihnya, dia meminta beberapa petani untuk mengantarkan Sang Kancil ke Gunung Sepikul dengan kereta kuda. Para petani itu dengan senang hati memenuhi permintaan tersebut. Mereka berharap para penghuni Hutan Utopia dapat terhindar dari ancaman kekurangan makanan dengan ditanamnya rumput-rumput tahan kering dari Gunung Sepikul ke dataran sekitar telaga di Hutan Utopia (undil – 2012).

gambar diambil dari: www.supercoloring.com/ 
           

Dec 31, 2011

Seni Penolakan Haibara kala Mempersiapkan Family Gathering

Haibara kesal dengan sesuatu menyebalkan yang harus dilakukan untuk kesekian kalinya. Ini gara-gara dirinya diseret  Shinichi Kudo untuk ikut serta menjadi panitia family gathering di kantornya. Jabatannya gak tanggung-tanggung lagi.  Koordinator acara family gahthering!

Haibara yakin seyakin-yakinnya bahwa sembilan puluh persen pekerjaan panitia family gathering ini ada di seksi acara.  Jadi Shinichi memberi “gunung gajah” untuk dipikul Haibara. Kerjanya pasti berat banget, berjibun-jibun serta akan memakan habis waktunya. Gimana nggak berat kalo harus membuat acara yang menarik buat 4000 orang!.



Udah gitu Shinichi dan teman-teman lainnya pengen acara beda sama sekali dari tahun lalu. Gak boleh sama!  Harus ada novelty-nya kata mereka.  Sebagai salah satu dampaknya pengisi acara dari mulai pembukaan hingga penutup  adalah kaum profesional dari luar perusahaan. 

Definisi profesional menurut Shinichi adalah layak masuk TV. Artinya jika si pengisi acara belum pernah ditayangkan di TV berarti dia belum bisa dipentaskan di family gathering.  Sebuah persyaratan yang ditentukan oleh Shinichi, tapi dampaknya langsung terasa oleh Haibara, yaitu dirinya harus jungkir-balik & pontang-panting mencari pengisi acara.

Sebenarnya semua itu menyenangkan Haibara yang emang demen bikin acara seperti ini. Yang menyebalkan hanya satu, yaitu wanti-wanti Shinichi kepada Haibara untuk pandai-pandai menolak semua permintaan dari kalangan internal untuk tampil — termasuk bila ada request dari para petinggi di kantor.

Bahkan bos-nya sendiri pun harus ditolak jika minta anaknya bisa tampil di family gathering.  Itu semua karena cita-cita Shinichi untuk membuat integrated family gathering. Entah dari mana dia mendapat istilah itu. Yang pasti Haibara yakin itu bukan ide asli Shinichi, secara anak itu bukanlah ahli tentang acara-acara seperti ini. 

Integrated Family Gathering menurut Shinchi berarti  acara dari awal sampai akhir adalah satu kesatuan yang sudah dipersiapkan dari sejak membuat konsep acara.  Jadi pengisi acara ditentukan berdasarkan konsep acara dan bukan sebaliknya.  Nyatanya emang demikian. Setelah ditentukan konsep acara, maka panitia kecil yaitu Shinichi, Haibara, Kogoro dan dua teman lainnya membutuhkan waktu tiga minggu hanya untuk memperdebatkan susunan detail acara dan siapa saja yang akan mengisi acara.

Debat selepas jam kerja yang berlangsung hingga larut malam bahkan terkadang sampai dini hari itu untungnya berhasil melahirkan blueprint family gathering yang menjadi panduan bersama semua panitia. Disitu sudah tercantum semua pengisi acara, tidak boleh ada tambahan lagi. 

Blueprint itu juga menjadi panduan dalam hal tolak menolak para peminat jadi pengisi acara. Jadi masalahnya bukanlah kualitas para peminat tersebut,  tapi karena konsep acara menghendaki pengisi acara yang sesuai dengan konsep itu dan mereka telah selesai dipilih oleh panitia.  

Alhasil sampai tujuh hari menjelang acara, Haibara udah menolak belasan calon pengisi acara. Dari mulai band lokal karyawan, anak karyawan, keluarga rekanan kantor, hingga pihak-pihak luar yang ingin berpartisipasi. Semuanya ditolak dengan sukses oleh Haibara.   

Namun kali ini yang minta beda. Dia adalah seorang petinggi, bekas koordinator Haibara saat dirinya mengikuti satu project yang dipimpin orang itu beberapa tahun yang lalu. Si Bapak ingin anaknya tampil di panggung family gathering.

Paduan suara anak-anak SMP.  Sebenarnya seru juga siy karena Haibara tahu persis suara mereka bagus-bagus. Dia pernah melihat mereka pentas di Sabuga.  Namun blueprint  udah terbit.  Slot acara sudah tersusun rapi.  Bisa dibom Shinichi bila dirinya merubahnya hanya karena dirinya  gagal menolak satu permintaan saja.

Wuhhh kali ini Haibara harus berusaha keras untuk menolaknya dengan halus.  Secara dirinya banyak berhutang budi pada si Bapak yang telah mengajarinya banyak hal tentang perprojekan.  Sungguh sial dirinya harus melakukan penolakan ini.  Satu hal yang tidak pernah diduganya menjadi bagian dari tugas sebagai koodinator acara family gathering -– menjadi Sang Penolak.  Dus Haibara tiba-tiba merasa menggenggam bola panas yang harus secepatnya dia padamkan.

Haibara ingat seminggu yang lalu dirinya dengan susah payah berhasil menolak permintaan teman dekatnya untuk menampilkan adiknya yang telah lima tahun ikut sanggar tari dengan cita-cita ingin bisa pentas di kantor kakaknya.  Dirinya harus tegar saat melihat si adik kecewa dari sebelumnya hatinya berbunga-bunga karena mengira dapat tampil di panggung dengan ditonton ribuan orang itu.  Secara Haibara sering banget berenang bareng si adik itu di hari-hari libur – dapatlah dibayangkan kekeluan lidahnya.  Pahitnya mengecewakan teman dekat benar-benar dia rasakan saat itu

Penolakan yang lebih ringan -- dilakukan Haibara terhadap salah satu instansi keamanan yang ingin menampilkan band yang baru saja mereka bentuk.  Juga dari  klub lawak yang salah satu anggotanya adalah karyawan kantor. Juga dari beberapa orang luar yang berminat mengisi acara. Untunglah  mereka semua  bisa mengerti alasan yang dikemukakan Haibara.

Haibara berusaha keras menjelaskan adanya blueprint family gathering yang harus dipatuhi. Juga tentang  DP semua pengisi acara yang sudah dibayar dan acara sudah tersusun rapi hingga hitungan menit.  Semua itu membuat pengisi acara tak memungkinkan untuk dirubah lagi. Dan memang demikianlah adanya.  Kadangkala dia menghibur para peminat tersebut dengan menyarankan mereka untuk mengajukan diri pada acara yang lain seperti ulang tahun himpunan kayawan atau acara DKM.  Sebuah penolakan yang dikritik Shinichi sebagai melemparkan bola panas pada orang lain.

^_^

Setelah hampir satu jam dalam keraguan, akhirnya Haibara memberanikan diri menjawab SMS itu. Dia sudah terlalu lelah mencari-cari  kalimat yang enak untuk diungkapkan.

“Mohon maaf Pak,  slot waktu pengisi acara sudah penuh, gak bisa diselip-selipin lagi. Jadi panitia tidak bisa menampilkan paduan suara si adik”

“Saya hanya butuh waktu paling lama 20 menit untuk menampilkan 4 lagu. Please tolonglah mereka sudah sangat antusias untuk tampil di family gathering”. Demikianlah bunyi  jawaban atas SMS Haibara

Duh! Haibara pusing gimana cara dia bisa menolak permintaan kedua  ini. Secara dia sudah divonis mati oleh Shinichi gak boleh merubah-rubah acara lagi karena semuanya sudah dihitung hingga satuan menit oleh Show Director. Tak satu menit-pun yang dibiarkan lowong tanpa detail kegiatan yang harus dilakukan pada menit tersebut.  Memasukkan pengisi acara baru berarti mulai kerja besar lagi menyusun acara.

Akhirnya Haibara memutuskan untuk melenggang ke ruangan Shinichi untuk minta “pertanggung jawaban” dengan cara memilihkan jawaban yang paling pas buat Si Bapak. Saat dirinya duduk di depan meja Shinichi dan ngomong tentang hal itu, anak itu hanya nyengir kuda seraya menyuruh Haibara mengatakan hal-hal yang lain bersamaan dengan SMS penolakan yang akan dikriimkannya.

“Kalo gak salah si Bapak baru saja pindah ke rumah baru yang ada kolam di halaman depannya. Omongin saja tentang itu, mudah-mudahan membantu mencairkan suasana” kata Shinichi

“Busyet lu!. Dasar tukang kasiy beban moral berat ke orang, udah tahu aku dekat dengan dia malahan aku yang disuruh menolak dia!” kata Haibara sambil tiba-tiba saja kepalanya serasa muncul tanduk saking kesalnya melihat kecuekan Shinichi. Rasa-rasanya dirinya ingin menyeruduk Shinichi dengan tanduk itu.  Tapi sudahlah. Percuma saja berantem dengan si tukang nyengir. Malahan dia seneng kalo diseruduk Haibara. Akhirnya dengan hati masygul Haibara memakai juga saran Shinichi pada SMS-nya.

“Punten pisan Pak, kita sudah susun acara hingga hitungan menit. Jadi benar-benar kami tidak bisa lagi menyelipkan pengisi acara lain. Semua jadwal sudah confirm ke pengisi acara, dan kami kesulitan bila harus buat konfirmasi baru lagi dengan mereka.  Btw saya sudah lihat rumah bapak yang baru, asyik banget ada kolam besar di halaman depan, saya pernah lihat Bapak baca koran sambil duduk di gazebo di tengah kolam. Kayaknya seru banget!”

Satu jam belum ada jawaban dari Si Bapak. Hingga Haibara mulai gelisah sambil sesekali melirik Shinichi yang masih sibuk dengan kertas-kertas pekerjaannya.  Akhirnya Haibara membuka laptopnya dan mulai sibuk dengan SOP-SOP baru yang harus dibuatnya.  Dia memutuskan untuk menenggelamkan diri dalam pekerjaanya. Namun untunglah, dua jam kemudian ada jawaban dari si Bapak, dan isinya pendek namun sangat melegakan.

 “OK, saya pernah mengalami jadi panitia, jadi saya dapat memahami kesulitan Haibara”.


Wuuiiiih.... Haibara serasa melayang-layang di antara mega-mega. Pekerjaan yang disangkanya sulit itu ternyata tidak sesukar yang dibayangkan.  Ternyata si Bapak dapat memahami alasan Haibara. Jadi hal-hal  yang ditakuti selama beberapa jam terakhir ini tidak nyata, hanya ada pada bayangannya sendiri (Undil-2011).

Gambar dari :artstor 

Jul 8, 2011

Sisi Positif Aristokrasi Menurut Romo Wage


Romo Wage berpandangan bahwa aristokrasi tidak selalu buruk. Menurut Romo, aristokrat , kaum ningrat, atau bangsawan tidak melulu soal keturunan. Aristorasi adalah seperangkat karakter dan tingkah laku yang harus diikuti seseorang agar layak tergolong kelompok aristokrat. Standar etika yang tinggi dan disiplin yang keras menjadikan kelompok aristokrat layak menjadi panutan bagi masyarakat umum.

Disiplin tingkat tinggi ini mengingatkan Romo Wage pada ibunya yang selalu menerapkan standar yang tinggi. Misalnya beliau selalu meminta Romo Wage untuk sholat di masjid dan mengaji sehabis maghrib. Bukan sekedar menyuruh sholat, tapi harus sholat di masjid. 

Bukan sekedar melarang nonton TV sehabis maghrib, tapi menyuruhnya mengaji. Tak cukup dengan mengaji, dirinya juga diminta  Ibunya untuk setor hapalan surat-surat pendek beserta artinya seminggu dua kali. Standar tinggi yang diterapkan Ibunya itu membuat Romo Wage dapat dengan mudah memenuhi standar umum yang berlaku di masyarakat.    

^_^

Bagi Romo Wage, pada jaman kiwari ini Aristokrat dapat disamakan dengan elite. Seseorang yang sudah memasuki kelompok elite dalam masyarakat di bidang bisnis, politik, budaya, pendidikan dan bidang lainnya, idealnya menyadari posisinya sebagai elite. Dia adalah segelintir orang yang menjadi contoh bagi masyarakat banyak.

Makanya Romo Wage tak akan banyak komentar saat melihat seorang temannya membuang bungkus permen sembarangan bila dia seorang pegawai biasa di kecamatan, tapi lain halnya bila dilakukan oleh temannya yang jadi camat. Romo Wage pasti akan berusaha untuk menegurnya walaupun secara halus.

Memaki orang lain dengan kata-kata kasar tidak terlalu dipikirkan oleh Romo Wage bila dlakukan seorang pegawai biasa di kampus, tetapi akan membuat Romo Wage geleng-geleng kepala bila dilakukan oleh temannya yang sudah profesor. Romo Wage juga punya pengalaman dahulu saat dia masih kerja di travel, bila punya bos yang suka terlambat maka dirinya juga jadi tak begitu hirau dengan ketentuan jam masuk.

Romo Wage berkesimpulan bahwa semua orang yang berada dalam posisi elite adalah contoh yang akan ditiru, atau bisa dijadikan alasan pembenar oleh orang awam yang melakukan kesalahan serupa.

Persis yang pernah dialaminya. Saat Romo Wage sering main games di warung bakso, dia mendapati para pegawainya juga lebih suka main games dengan HP daripada mencuci mangkok-mangkok bakso bekas pelanggan. Alasannya “si bos saja main mafia war” kok saya gak boleh main games. Saat Romo Wage tidak ramah pada pembeli, dia mendapati anak buahnya ikut-ikutan mengomeli pelanggan yang banyak keinginan saat memesan bakso.

Dengan demikian kesadaran bahwa seseorang merasa dirinya termasuk kelompok elite dalam pandangan Romo Wage tidak berhubungan dengan kesombongan ataupun memandang rendah orang lain. Namun terkait dengan disiplin yang harus dijalaninya sebagai seorang elite. Kesadaran itu terkait dengan spesifikasi dasar untuk menjadi seorang elite.


Tak heran Romo Wage sering memberi nasehat pada teman-temannya: “Jika kamu seorang gubernur dan sedang jalan-jalan dengan seorang teman – berhati-hatilah saat menyeberang jalan. Seorang gubernur seharusnya menyeberang di jembatan penyeberangan atau zebra cross. Jadi mau tak mau dirimu harus memaksa temanmu mencari zebra cross terdekat sebelum menyeberang jalan”. (undil-juli 2011) 

Sumber gambar: turkeyforholydays.com

Apr 23, 2011

The Terrible Effects of Multitasking

I have read the exciting article about multitasking from a nice-catchy blog of wagenugraha. He offered one rhetoric-question at the beginning of the article. Have you ever experienced when you're doing a task then suddenly there was a disturbance, such as a sudden phone or another tasks that must be addressed immediately ?. Thereafter you feel pretty tiring due to a large energy is needs to return to the original task.


A few days ago, I got another interesting article on mutitasking from motherjones.com The article concerning habits of doing many tasks at one time. Kevin Drum, the writer, explain over multitasking habits of people in these days, e.g., some people contantly checking messages while they socializing with someone else.

Drum told a complaint from his friend, a professor of university. A half of his 60 student of general physics class sits in the back of the room on phone or laptop. The “good” students work on assigments for next classes, but the bad ones are busy with facebook comments.

There are convincing evidences that entrenched multitasking has a long lasting negative effects on cognitive function. According to medical-dictionary, cognitive function is an intellectual process by which one becomes aware of, perceives, or comprehends ideas. It involves all aspects of perception, thinking, reasoning, and remembering.

Clifford Nass, a psychologist from Stanford shown that multitaskers are bad at neither multitasking nor every individual one of the tasks. So, they not just bad at multitasking.

Actually Nass and his colleague were absolutely shocked with the result of the study. The multitaskers are terrible at every aspect of multitasking. They’re bad at passing irrelevant information, fail to keeping information nicely and well organized, and also awkward at switching from one task to another.


Nass also indicated that the multitaskers think they are brilliant at multitasking. When he talk to them about the terrible effects of multitaskers, they claimed they are different with the student involved in the study. The student believed they could handle and manage all these tasks together.

Demonstration of the less efficient of multitaskers not just from Nass works. The facts that people who do two things at once will be less efficient -- has been demontrated many times. For example, people will  remember less of the news when they are distracted by the little text feed at the bottom of news show. Moreover they will be less remember both news and text.

According to Wage, in these days, we are in a culture that addicted to multitasking activities. A large number of tasks sometimes be addressed by doing more tasks at one time. But in facts, the frequent switching between one task to another is tiring and consuming much energy and time. Multitasking also decreasing the productivity of employees and possible to hurt the companies in a fairlly large value. So, Wage recommend us to minimizing the sources of distraction, decreasing interference at work and more focus to completed one job at one time.

Nass suggested to reduce the multitasking habits, be focus, be organized and not waste energy on switching. If we can’t stop multitasking actiities, Nass suggest us to at least take frequent breaks where we fully engaged in single task and exercising our analytic abilities (Undil 2011).
Source:
1. Kevin Drum, 2011, Its Not Just Rude, It’s Ruining Your Brain,motherjones
2. Wage Indrya Nugraha, 2011,Fokus dan Produktivitas, fractal.wordpress.com
Foto diambil dari: /http://www.wallcoo.net/paint/Picasso/Picasso_Fine_Art_desktop_ml0004.html

Apr 12, 2011

Bikin Biopori Rame-rame di Acara HUT Serikat Pekerja

Inget tahun kemarin jadi panitia HUT himpunan karyawan #HUTSerikatPekerja

Pengen buat acara yang beda, lain daripada yang lain, bukan yang biasa-biasa saja. Juga tak ingin acara HUT jadi pengulangan acara tahun sebelumnya #HUTSerikatPekerja

Saat mencari-cari materi acara yang Okey untuk hari H perayaan -- terlintas pembuatan biopori rame-rame #HUTSerikatPekerja

Biopori adalah lubang di permukaan tanah dengan diameter 10 cm dan kedalaman satu meter #HUTSerikatPekerja

Biopori diisi sampah organik seperti daun-daunan dan sisa makanan. Sampah itu akan jadi makanan organisme tanah yang membuat lubang-lubang kecil di dinding lubang #HUTSerikatPekerja

Lubang-lubang kecil tersebut dinamakan biopori, dan berperan membantu mempercepat proses penyerapan air hujan ke tanah karena penyerapan bukan hanya vertikal tapi juga horizontal melalui biopori #HUTSerikatPekerja

Biopori bermanfaat mencegah banjir dan membantu memperbanyak cadangan air tanah karena air hujan tidak langsung terbuang ke sungai #HUTSerikatPekerja

Awalnya acara ini terlihat begitu mustahil terwujud #HUTSerikatPekerja

Harga bor biopori @ Rp. 175.000, biaya membeli bor biopori cukup besar karena jumlah karyawan banyak #HUTSerikatPekerja

Udah gitu ada teman yang mengatakan bakalan kesulitan menggerakkan orang untuk mau membuat biopori rame-rame #HUTSerikatPekerja

Sempat pesimis untuk dapat terwujud, tapi untunglah dapet dukungan dari pengurus serikat pekerja #HUTSerikatPekerja

Butuh tekad besar dan kepercayaan diri yang kuat untuk mewujudkannya #HUTSerikatPekerja

Mission impossible pun dimulai. #HUTSerikatPekerja

Pertama nyoba cari info untuk sewa bor biopori dalam jumlah besar > 100 buah #HUTSerikatPekerja

Ternyata IPB, si pencetus biopori hanya punya sedikit saja (klo gak salah 20 biji) yang biasa untuk praktikum #HUTSerikatPekerja

Jadi mau gak mau harus beli baru. Sempat ragu karena biayanya belasan juta rupiah. #HUTSerikatPekerja

Lalu muncul ide untuk menjual bor biopori setelah usai acara. Ide yang brilian dari seorang teman. Bor bekas tersebut dijual @ Rp.100.000 #HUTSerikatPekerja

Jadilah beli bor biopori ke IPB, walaupun masih pesimis nantinya dapat terjual habis #HUTSerikatPekerja

Sebelum acara kami gembar-gembor dulu via email ke karyawan #HUTSerikatPekerja

Juga buat acara presentasi biopori langsung oleh Pak Kamir, si penemu biopori dari IPB. #HUTSerikatPekerja

Acara tersebut nebeng acara pertemuan rutin yang diadakan kantor. #HUTSerikatPekerja

Jadilah teman-teman di kantor mulai tertarik dan penasaran dengan biopori #HUTSerikatPekerja

Sebelum hari H telah ada peminat yang hendak memesan biopori. Jadi tambah optimis bor biopori akan banyak yang terjual. #HUTSerikatPekerja

Pembuatan biopori diputuskan akan dilakukan serentak di lapangan depan. #HUTSerikatPekerja

Beberapa hari sebelum acara sengaja pasang bendera segitiga warna-warni di calon lubang biopori. Pengen “pamer” dan menarik perhatian karyawan bahwa kita mau buat acara biopori. #HUTSerikatPekerja

Lapangan depan jadi indah dengan hiasan ratusan bendera kecil warna-warni. Bikin orang bertanya-tanya ada apakah gerangan dengan bendera kecil-kecil?. #HUTSerikatPekerja

Lumayan untuk promosi acara pembuatan biopori yang akan dilakukan beberapa hari kemudian. #HUTSerikatPekerja

Tidak seperti dugaan teman yang beranggapan akan sulit mengerakkan orang, pada saat acara ternyata karyawan pada antusias buat biopori #HUTSerikatPekerja

Direksi dan tamu dari serikat pekerja lain juga ikutan buat biopori. #HUTSerikatPekerja

Konsultan asing yang kebetulan sedang ada di kantor antusias ikutan buat lubang #HUTSerikatPekerja

Juga tamu dari pemerintahan Kota Bandung, klo gak salah yang hadir adalah wakil walikota. #HUTSerikatPekerja

Beritanya sempat masuk media massa, kayaknya topik biopori cukup menarik diberitakan. #HUTSerikatPekerja

Lebih senang lagi bor biopori akhirnya ludes terjual, panitia gak perlu minta tambahan dana ke himpunan karyawan. #HUTSerikatPekerja

Beberapa waktu kemudian Bagian Umum yang mengurusi halaman kantor memesan pelindung lubang biopori, sepertinya mereka akan memperbanyak lubang biopori di banyak titik. #HUTSerikatPekerja

Senang bisa ikut partisipasi memperkenalkan biopori sebagai sarana penyimpan air tanah kepada karyawan dan masyarakat umum lewat media massa yang meliput acara. #HUTSerikatPekerja

Jan 2, 2011

Uang Receh

Uang receh adalah uang yang nilainya relatif kecil. Uang kembalian pecahan lima ribu ke bawah kadang kita anggap akan merepotkan karena bikin penuh saku atau dompet. Buat  mereka yang tidak telaten dalam menyimpan uang receh lalu meletakkannya dimana saja, maka mereka akan mendapati uang receh bertumpuk dalam jumlah besar.

Bila uang receh kurang terurus maka dia akan ada dimana-mana. Ada yang di atas meja, di atas lemari, di saku jaket, di dalam tas atau bertumpuk di dalam laci. Uang receh dalam jumlah banyak tentu merepotkan saat kita ingin menggunakannya untuk membeli sesuatu yang nilainya besar. Segepok uang harus dibawa untuk membayarnya.

Namun kadang-kadang kita ingin memiliki uang receh karena kebutuhan tertentu yang bersifat rutin. Seperti bayar parkir atau naik angkot yang ingin kita bayar dengan uang pas. Hal itu saya alami saat ini. Setelah kuliah di UI Salemba, saya harus kuliah lagi di UI Cikini. Biasanya saya naik bajaj ke sana. Bayarnya antara tujuh hingga sepuluh ribu rupiah.

Kalau saya ingin bayar tujuh ribu, maka saya harus menyiapkan satu pecahan lima ribuan dan satu pecahan dua ribuan atau dua pecahan seribuan. Karenanya uang lima ribu dan dua ribu adalah pecahan favorit yang sangat saya butuhkan saat kuliah di UI pada hari Kamis, Jumat dan Sabtu.

Uang pecahan yang saya dapat selama di Bandung dari hari Minggu hingga Rabu akan sangat berguna kala saya kuliah ke UI. Tentunya dengan kondisi seperti itu uang pecahan adalah kebutuhan bagi saya. Uang pecahan bukan lagi merepotkan tapi sangat berguna bagi saya. Bolak-balik kuliah dari Mikrobiologi Klinik UI Cikini ke UI Salemba, IHVCB (Institut of Human Virus and Cancer Biology) atau ke Eijkman (Lembaga Biologi Molekuler Eijkman) sangat terfasilitasi dengan keberadaan uang pecahan untuk membayar bajaj.

Bila kita punya kebutuhan uang receh secara rutin, maka banyaknya uang receh yang kita terima tidak begitu bermasalah. Namun bila kita jarang butuh uang receh, maka ada potensi uang kita akan menumpuk dalam bentuk recehan. Tanpa kita sadari uang kita akan akan mengendap dalam bentuk recehan (Undil -Nopember 2010).

Nov 17, 2010

Berapakah Satuan Waktu Terkecil?

Berapakah satuan waktu terkecil ?.

Jawaban umum untuk pertanyaan itu adalah detik. Jam dinding di rumah kita bergerak berdasarkan detik. Waktu berlalu dihitung dari gerakan jarum merah berputar dari angka 1 sampai 12 yang melewati 60 satuan kecil yang disebut detik. Satu jam ada 3600 detik. Walaupun demikian dalam kebiasaan sehari-hari kita jarang menghitung waktu berdasarkan detik.

Kita jarang memakai satuan detik. Biasanya dalam undangan meeting atau janjian ketemu dengan orang lain satuan waktu yang dipergunakan adalah jam atau setengah jam dan jarang yang mempergunakan perempat jam atau kurang. Di dalam undangan meeting biasanya dicantumkan pukul 9.00 atau 9.30, jarang dipakai 9.15. Dalam hal ini satuan waktu terkecil adalah 30 menit.

Jaman dahulu sewaktu petani masih menjadi matapencaharian utama, satuan waktu terkecil lebih longgar lagi. Petani berangkat ke sawah pagi hari, lalu bekerja di sawah, terus siang hari istirahat sambil makan dan pulang di waktu sore hari. Manusia agraris tidak banyak memperhitungkan waktu dalam satuan yang lebih rinci, terkecuali waktu-waktu sholat.

Lain halnya dengan seorang pelari 100 meter seperti Usain Bolt-- yang memecahkan rekor dunia lari 100 meter atas namanya sendiri di Berlin tahun 2009 -- waktu bukan lagi detik, tapi perseratus detik. Bolt membakukan kecepatan 9,58 detik, hanya 0,11 detik lebih cepat dari rekor dunia sebelumnya. Dengan bekal 0,11 detik Bolt kembali menjadi manusia tercepat di dunia.

Bagi seorang desainer processor komputer, waktu dihitung dengan satuan yang lebih kecil lagi. Sebuah prosesor berkecepatan 3,4 GHz berarti memiliki kemampuan kalkulasi 3,4 milyar per detik. Angka tersebut berarti satuan waktu per satu kalkulasi adalah 1/3,4 milyar detik. Sebuah satuan waktu yang sangat kecil. Pesaingan keras di bisnis prosesor akan memaksa mereka berpikir dalam satuan 0,000000000001 (per milyar) detik sebagai satuan waktu terkecil.

Bagiamana dengan kita?


Dalam kesibukan waktu sehari-hari seseorang berbeda-beda dalam mendefinisikan satuan waktu terkecil. Seorang dengan beban kerja normal akan melihat waktu dalam satuan setengah jam. Waktu setengah jam bukan untuk mengerjakan pekerjaan terpenting tidak akan mengganggu produktifitasnya. Seorang dengan beban kerja yang lebih padat akan mendapati setengah jam salah memilih prioritas telah menyebabkan pekerjaan pentingya tertunda dan berdampak buruk baginya. Setiap menit adalah tetes-tetes waktu yang sangat berharga baginya. Terlewatnya waktu setengah jam bisa berarti pekerjaan yang harusnya bisa siap saat dibutuhkan menjadi tertunda.

Seseorang yang bertransisi dari beban kerja normal ke beban kerja yang lebih padat akan mendapati dirinya menjadi bottle neck bagi pekerjaan orang lain saat dirinya belum berhasil menyesuaikan diri. Beberapa menit waktu menunggu rapat seharusnya diisi untuk memeriksa dokumen yang telah dibuat staf atau membalas email-email yang masuk daripada sekedar duduk menunggu sambil mengantuk. Buku-buku tentang aturan terbaru bisa dibaca setengah jam sebelum tidur atau pagi hari menjelang jam kerja karena jika tidak demikian maka bahan-bahan bacaan wajib itu akan selamanya menjadi bahan tanpa pernah kita baca sama sekali (undil -2010).




Nov 7, 2010

A Thing which Makes Maruko Feel Safe in Her Job

There is one thing that makes Maruko feel save and comfortable in her job. The thing had nothing to do with her office nor related to her job. However, the thing had associated with a friend’s decision.

Her old friend named Mitsunari related to it. He is one of Maruko’s best friends during in college. Maruko inspired by Mitsunari who resign from his company for run a small business in Jogja.

The Mitsunari business is just a modest  business. He have a modest mung bean porridge stall set up not far from his house. Maruko surprised by  his  decision to let go of the position of manager of Quality Control of Microbiology in a notable food processing company in Jakarta for a modest stall.

"How dare the boy's" thought Maruko.

However, after Maruko visiting the Mitsunari’s stall, she became aware that the Mitsunari’s decision was not a ridiculous choice. It appears that Mitsunary just suffer a little loss for his decision.

Only nine months after becoming a stall owner, his finance conditions  almost recovered as the previous one. Although his income was just three-quarters of the salary while working in Jakarta, he gets compensation in the form of freely work hours without depending on the office hours. Today he had enough time to work for his hobbies, ie build a beautiful orchid garden behind his house, and teaching karate for youth clubs.

Maruko realizes that the life of Mitsunari is just fine. He  was not forced to  make drastic changes on his lifestyle. He still riding his Toyota Yaris everywhere nor buying some sophisticated gadgets as usual.

Since Maruko be confident that she has capability to do as Mitsunari’s do, then she considers herself should not have to worry about her job. If one day she leaves the company for any reasons, then a mung bean porridge stall is her first choice. Refers to her experiences during in college, her skills are not be much different from Mitsunari.


In terms of skill on cooking nor selling, Maruko believes that she was not  inferior to Misunari. It has been demonstrated during their activities on campus. Bazaars or exhibitions which handled by Maruko usually more successful compared to Mitsunari. The other proof is kolak pisang which sold by Maruko on Boulevard of UGM during  the fasting month also more in demand than the one that sold by Mitsunari and his friends. The number of population of Bandung which is far above Jogja where Mitsunari run his business will be an an additional factor that support her business.

Thanks to Mitsunari who have demonstrated a backup job for her. Maruko was no longer afraid about the future of her job. She realize that the consequences of leaving the job was not scary as she thought.

Previously, Maruko frequently feel worried while the company's condition worsened. The decrease in sales or the failure of a new product contantly makes Maruko feel nervous about her future. She was afraid those things will result in downsizing employees. Now the worry is starting to subside. However Maruko also realizes that her life in case of resign from the job may not be as smooth as the fate Mitsunari (undil -2010)

Nov 2, 2010

Small Change

Sometimes some small change with a value of five thousand rupiahs or below were labelled as a troublesome by reason of consume a big space in our pockets nor wallets. Moreover, when  we are a careless person who put them anywhere, we will experience the pile up of small change.

When our small change are neglected then we will have them everywhere. Some of them easy to find on the table, on top of the cabinet, inside the pocket of a jacket, inside the bag or piled in the drawer. Small change in a large number is a troublesome.  Once we want to use them to buy some expensive goods then we should bring around a  large quantities of banknotes.

However, occasionally we want to have some small change for specific purposes that are routinely. Such as paid for parking or ride public transportation  which we want to pay with exact fare. I have experienced with the later. Once I had a class at the University of Indonesia of Salemba, followed by a class at the UI building of Cikini. I usually ride a bajaj (a three-wheeler) to go Cikini. The fare of bajaj between seven to ten thousand rupiahs.

Since I want to pay with exact fare of seven thousand rupiahs, then I have to prepare a change of five thousand plus two change of a thousand whether one change of two thousand. Hence the change of five thousand and two thousand rupiahs is a very favorite change which very useful for me while studying  at the University of Indonesia on Thursday, Friday and Saturday. Therefore all small change which I get while in Bandung from Sunday to Wednesday will be very useful later when I had a class in Jakarta.


Obviously with such conditions then a small change is necessity for me. The small change are no longer troublesome for me. My mobility from the Clinical Microbiology Department of Cikini to the Medical Faculty of Salemba, IHVCB (Institute of Human Virology and Cancer Biology) or the Eijkman (Eijkman Institute for Molecular Biology), all located at Salemba is facilitated by the existence of small change which useful for bajaj's fare payment.

Rahasia Puaskan Istri Anda

Tags

Abu Nawas (29) Amazing (27) Anak Kecil (33) Aneh Dan Unik (28) BB++ (57) CERITA LUCU (181) CERITA LUCU DEWASA (84) Cerita (47) Cerita lucu abu nawas (38) Cerita ngocol (76) Cewe Cowo (64) Dokter (66) English Joke (32) English Jokes (57) Five story (24) Gallery (20) Gambar (89) Gambar Plesetan (315) Gambar n Foto Lucu (52) Guru (102) HP (40) Heboh (105) Hot Spot (34) Humor Dewasa (117) Humor Indonesia (70) Humor Umum (112) Humor and Jokes (87) Iklan Kocak (46) Indonesian Jokes (70) Info (130) Istri (75) Keren (49) Kesehatan (28) Kisah Abu Nawas (66) Komik (299) Komik Mahasiswa (123) Komik dewasa (30) Kumpulan Cerita Humor Dewasa Lucu (118) Kumpulan SMS Humor Lucu (40) Lucu (389) Mahasiswa (37) Maho (61) Mengenal Diri (58) Murid (54) Ngeri (28) Ngocol Aja (113) Parah (48) Pasien (30) Pelayan (36) Pembeli (38) Pengetahuan (35) Penjual (53) Polisi (63) SMS (83) Sekolah (55) Seven story (35) Sex (35) Sms Cinta (88) Sms Jail (52) Sms Narsis (62) Sms Romantis (80) Sms iseng (286) Sms lucu (204) Sms untuk pacar (62) Sms untuk sahabat (70) Sms untuk teman (88) Suami (41) Teka Teki (36) Tips (66) Top Ten (43) Top sepuluh (53) Umum (75) Wanita (48) bego (146) cerita anak (29) cerita manajemen (20) cerita ngakak (122) cerita pendek (179) cerpen (65) dongeng sang kancil (28) goblog (151) gokil (341) hikayat abu nawas (28) humor (99) humor abu nawas (37) kocak (340) koplak (348) lirik lagu keren (29) ngakak (352) pluralisme dan kebenaran (33) psikologi (25) puisi (106) sms idul fitri (40) sms ucapan selamat tidur (86) video (74)
Rezeki dari SMS
 
Kumpulan Humor Terbaru | Copyright © 2011 Diseñado por: compartidisimo | Con la tecnología de: Blogger